Malangtimes

Viral, Beredar Video Diduga Tim Medis Sebut 'Mati' saat Tragedi Kanjuruhan

Oct 06, 2022 06:54
Screenshoot video viral diduga tim medis yang berada di mobil ambulance (sumber TikTok Tempo.co)
Screenshoot video viral diduga tim medis yang berada di mobil ambulance (sumber TikTok Tempo.co)

JATIMTIMES - Berbagai video tragedi Kanjuruhan saat berada di lokasi terus beredar di jagat dunia maya. 

Paling anyar, beredar video viral berdurasi 37 detik yang diunggah oleh akun TikTok Tempo.co yang dikutip dari Twitter @dimas_maull, kembali menjadi perhatian warganet. 

Video tersebut memperlihatkan situasi di pinggir lapangan saat tragedi Kanjuruhan. Diduga video tersebut diambil oleh tim medis yang berada di dalam mobil ambulance. 

"Jarang-jarang lihat seperti ini," ucap si perekam video. Dan langsung dijawab, "Iya, perang. Anak-anak kalau terlanjur ngawur, ya ngawur, dok begitu itu," ungkap suara lain yang berada dalam mobil tersebut. 

"Bisa mati ini dok, mati," tegas lagi suara lain dalam video tersebut. 

"Mati kalau kena ini (gas air mata)," ungkapnya ketika melihat gas air mata mulai ditembakkan ke suporter. 

"Mati kena kepalanya dok, lihat itu bengkak pada bibirnya, dok," terang suara lain dalam mobil tersebut. 

"Siap-siap pasien banyak dok," ucapnya. 

“Iya, gimana kok begini?” Jawab si perekam video. 

Sontak video itu mendapatkan banyak komentar dari warganet. 

"Menurutku itu suara petugas kesehatan / ambulance. Soalnya kebanyakan rantis / kendaraan dinas kacanya pasti ditralis semua," @greymatcha. 

"Dokter yang sudah mengerti apa ending dari tindakan polisi," sebut @hcjugamas. 

"Tapi ada mobil ambulance yang di dalam lapangan rusak di sebuah video lain. Mungkin ini detik-detik sebelum hancur," @farrel. 

"Detik ke 18 gak bisa bohong kalau tembakan gas air mata diarahkan ke tribun. Sekian," @septianwillson. 

Saat dicek ke @dimas_maull, akun Twitter miliknya sudah hilang dengan tulisan 'ditangguhkan'. 

Diketahui, telah terjadi tragedi Kanjuruhan usai Arema FC kalah melawan Persebaya pada Sabtu malam (1/10/2022). Bukan hanya dampak kerusakan, peristiwa itu juga menghilangkan ratusan nyawa. 

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dalam peristiwa itu 131 orang. Sementara ratusan orang lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru