Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pendidikan

Ikan Gurami Lebih Sehat, Mahasiswa Ini Manfaatkan Daun Sambung Nyawa

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

17 - Sep - 2022, 17:52

Ilustrasi ikan Gurame (pixabay)
Ilustrasi ikan Gurame (pixabay)

JATIMTIMES- Daun sambung nyawa ternyata memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan ikan gurami. Ekstrak daun ini bermanfaat sebagai imunostimulan dalam mencegah dampak negatif infeksi bakteri pada ikan tersebut.

Manfaat daun ini diketahui dari penelitian lima mahasiswa UB yang dilatarbelakangi tingginya tingkat kematian induk ikan gurami hingga 90 persen. 

Dari observasi, sempat terjadi kematian massal ikan gurami di beberapa daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali. Kematian massal ini disebabkan adanya serangan Aeromonas Hydrophila. 

Penyakit ini biasa diatasi dengan pemberian antibiotic. Tetapi, pemberian antibiotik secara terus menerus, dapat menimbulkan efek samping bagi ikan. Bakteri Patogen menjadi resisten dan dapat menyebabkan penumpukan residu obat-obatan di dalam tubuh ikan.  

Selain itu, pemberian antibiotik secara terus menerus ini dapat membuat pencemaran lingkungan perairan yang akhirnya akan membahayakan konsumen jika mengkonsumsi ikan.

Untuk itu, tim yang diketuai oleh Rizky Ari Saputra Jimmy Asri dari Prodi Akuakultur dengan anggota Raehan Kamaludin Sigit, Abdul Kafi, Faid l Riyadl Cahyo Muhammad dan Muhammad Fadly Haksara mencoba mencari solusi. 

"Kami mencari solusi tersebut dengan memanfaatkan tanaman herbal," jelasnya.

Di bawah bimbingan R Adharyan Islamy, SPi MP Dosen FPIK UB, penelitian mereka berhasil lolos pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dengan mengusung karya berjudul "Efektivitas Ekstrak Freezedry Daun Sambung Nyawa (G. procumbens) sebagai Imonostimulan Ikan Gurame Terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila".

Memanfaatkan tanaman sambung nyawa ini kemudian diteliti. Daun ini memiliki kandungan senyawa antibakteri yang mengandung flavonoid tinggi dan sejumlah senyawa metabolit sekunder. 

"Kandungan inilah menjadi potensi fitofarmaka dalam pencegahan penyakit Aeromonas hydrophila pada ikan gurami," paparnya.

Kandungan Flafonoidnya pada daun sambung nyawa yang sudah dikeringkan, kemudian dimanfaatkan dengan cara melakukan ekstraksi frezeedrying. Setelah proses inilah, hasilnya akan digunakan sebagai imunostimulan.

Pengujian pun terus dilakukan. Melalui Uji Fitokimia dari hasil ekstraksi daun sambung nyawa dengan etanol, kemudian Uji Toksisitas ekstraksi freezedry daun sambung nyawa. Setelah itu, dilakukan uji tantang antara ikan gurami yang sudah terpapar Aeromonas hydrophila dengan imonostimulan dari ektrask freezedry daun sambung nyawa.

Lewat penelitian ini, tim berharap mampu memberikan informasi terkait efektivitas ekstrak freezedry daun sambung nyawa sebagai imunostimulan pada ikan gurami terhadap serangan Aeromonas hydrophila. 

"Ini kami harapkan dapat menjadi bahan rekomendasi dalam penyusunan regulasi pemerintah terhadap pengurangan penggunaan bahan kimia di bidang budidaya perikanan," pungkasnya.


Topik

Pendidikan


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri