Inilah Deretan 5 Lukisan Raden Saleh yang Bernilai Miliaran Rupiah

Sep 17, 2022 14:13
Lukisan Raden Saleh Berburu Banteng II buatan tahun 1851 yang dimiliki Pemerintah Indonesia. (Foto: Istimewa)
Lukisan Raden Saleh Berburu Banteng II buatan tahun 1851 yang dimiliki Pemerintah Indonesia. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Raden Saleh Sjarif Boestaman atau lebih dikenal dengan sebutan Raden Saleh (1811-1880) merupakan seniman modern pertama di Indonesia. Raden Saleh tumbuh di wilayah Jawa dan sejak muda telah melihat aktivitas berburu para kolonial Belanda. Hal itu lah yang kemudian menjadi inspirasi motif khas dari Saleh dalam melukis.

Bakat Raden Saleh dalam melukis ditemukan oleh pelukis asal Belgia A.A.J. Payen yang tinggal di Jawa. Saleh pun juga mendapatkan dana hibah untuk memperdalam ilmu melukis di Belanda pada tahun 1830. Ia juga belajar melukis kepada sejumlah ahli, di antaranya Cornelis Kruseman hingga Andreas Schelfout.

Menimba ilmu melukis di Belanda, Saleh dijuluki sebagai Der Schwarze Prinz (Pangeran Hitam) dan menjadi orang pertama Indonesia yang menginjakkan kaki di bumi Eropa untuk belajar seni. Terhitung kurang lebih 25 tahun lamanya Saleh berkelana di Belanda, Jerman, Prancis, Swiss, Italia, dan Skotlandia sebagai seniman lepas.

Dihimpun dari berbagai sumber, terdapat lima lukisan terkenal karya Raden Saleh yang bernilai miliaran rupiah:

1. Berburu Banteng (1851)

Raden Saleh diketahui memiliki lima karya lukisan yang bercerita tentang Berburu Banteng. Salah satu lukisan Berburu Banteng II karya Raden Saleh yang dibuat tahun 1851 diperkirakan bernilai Rp 250 miliar.

Lukisan Berburu Banteng II ini dihadiahkan oleh Ratu Belanda Juliana kepada Pemerintah Indonesia ketika Presiden RI ke-2 Jenderal TNI (Purn) Soeharto berkunjung ke Belanda. Saat ini lukisan Berburu Banteng II karya Raden Saleh sudah menjadi milik Pemerintah Indonesia.

Perburuan Banteng.

2. Perburuan Banteng (1855)

Karya Raden Saleh berikutnya masih mengangkat tema Perburuan Banteng yang dibuat pada tahun 1855. Lukisan ini juga disebut sebagai "Wild Bull Hunt" atau "La Chasse au Taureau Sauvage".

Karya lukisan Perburuan Banteng merupakan salah satu lukisan yang terkenal dari Raden Saleh. Lukisan ini kemudian telah terjual di acara lelang di Balai Lelang Jack-Phillipe Ruellan di Kota Vannes, Prancis pada 27 Januari 2018 dengan harga 7,2 juta euro atau sekitat USD 8,8 miliar atau sekitar Rp 120 miliar.

Lukisan ini berdimensi 110 x 180 sentimeter memiliki tema perburuan yang memperlihatkan konflik antara manusia dan hewan liar yang dramatis. Lukisan ini dinilai unik karena melibatkan self-potrait di mana Raden Saleh melukiskan dirinya sendiri di atas kuda cokelat yang gagah.

Lukisan Perburuan Banteng ini menggunakam media oil painting dan merupakan pesanan dari seorang pedagang gula dan kopi di abad ke-19 bernama Jules Stanislas Sigisbert Cezart. Karya ini kemudian dijual dan diwariskan ke beberapa generasi, hingga kemudian ditemukan kembali di rumah seorang warga Prancis pada Agustus 2017.

Penangkapan Pangeran Diponegoro.

3. Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857)

Karya lukisan Raden Saleh selanjutnya yakni bertema Penangkapan Pangeram Diponegoro oleh Kolonial Belanda yang dibuat pada tahun 1857. Lukisan ini juga dikenal dengan nama "Gevangenname van Prins Diponegoro" dan bernilai sekitar Rp 100 miliar ketika dilakukan penghitungan pada tahun 2012.

Proses pembuatan lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro ini berasal dari setelah puluhan tahun Raden Saleh berkelana di Eropa, dirinya merasa terpanggil untuk kembali ke Nusantara. Akhirnya pada tahun 1851 dirinya memutuskan untuk kembali ke Hindia Belanda sekarang bernama Indonesia untuk berkarya di tanah kelahirannya.

Kemudian, Raden Saleh mulai mengeksplorasi tema lain dengan mengangkat peristiwa sejarah, salah satunya adalah lukisan yang menunjukkan penangkapan Pangeran Diponegoro pada tahun 1857.

Lukisan ini merupakan salah satu yang paling ramai diperbincangkan dan menjadi pemantik diskusi mengenai sikap politik Raden Saleh dan apakah karya ini menyampaikan pesan anti kolonial. Kini, lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro ini telah disimpan di Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Berburu Rusa.

4. Perburuan Rusa (1846)

Karya Raden Saleh berikutnya adalah perburuan rusa yang dibuat pada tahun 1846. Lukisan ini memiliki sebutan lain yakni "The Deer Hunt". Karya Raden Saleh ini sudah terjual pada kegiatan lelang di Balai Lelang Christie's Singapura pada tahun 1996 seharga 3,08 juta dolar atau Rp 41,5 miliar.

Karya ini merupakan salah satu lukisan paling simbolis Raden Saleh yang menggambarkan perjuangan untuk bertahan hidup. Pada era ini, Raden Saleh juga menciptakan berbagai lukisan dengan tema berburu hewan liar, di antaranya The Lion Hunt (1841), The Bull Hunt (1851), dan juga Fighting the Lion (1870).

Megamendung.

5. A View Of Mount Megamendung (1861)

Karya lukisan Raden Saleh selanjutnya adalah pemandangan alam kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat yang dibuat pada tahun 1861. Karya ini merupakan lukisan pertama Raden Saleh dalam seri Megamendung.

Kemudian karya lukisan yang sangat langka ini dilelang di Rumah Lelang Daguerre Auction House, Drout Paris pada tahun 2018 seharga 1,5 juta euro atau sekitar Rp 24,8 miliar.

Selanjutnya, 10 tahun berikutnya atau pada tahun 1871, Raden Saleh juga melahirkan karya seri Megamendung dengan judul "Mail Station at The Bottom of Mount Megamendung". Di tahun 2018, lukisan ini juga dilelang di Balai Lelang Christie's, Hong Kong seharga Rp 31 miliar yang diprediksi awal antara Rp 26 miliar hingga Rp 38 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru