Malangtimes

Pemdes Senggreng akan Sulap Embung Ngrancah Jadi Taman Edukasi

Sep 07, 2022 16:58
Kades Senggreng Rendyta Witrayani Setyawan saat menanam tanaman Lemon yang didapat dari CSR.(Foto: Istimewa).
Kades Senggreng Rendyta Witrayani Setyawan saat menanam tanaman Lemon yang didapat dari CSR.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES- Pemerintah Desa (Pemdes) Senggreng akan menyulap lahan di kawasan Embung Ngrancah menjadi taman edukasi. Lahan seluas 6.000 meter persegi yang berada di Dusun Ngrancah Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang itu akan disulap menjadi Taman Edukasi Lemon

Lahan seluas 6.000 meter persegi tersebut sebenarnya berada dalam kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Malang. Dan Pemdes Senggreng diberi keleluasaan untuk mengelola lahan tersebut. 

Kepala Desa (Kades) Senggreng Rendy Witrayani Setyawan mengatakan, untuk menyulap lahan tersebut menjadi sebuah taman edukasi, biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 150 juta. Dan dalam pelaksanaannya, akan dilakukan secara bertahap. 

"Tentu akan dilakukan secara bertahap. Kalau konsepnya, yakni Taman Edukasi Lemon. Karena memang yang ditanam nanti adalah buah Lemon," ujar wanita yang akrab disapa Dita ini, Rabu (7/9/2022). 

Salah satu sumber anggaran yang bakal digunakan untuk merealisasikan rencana tersebut adalah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Seperti yang digelar pada Rabu (7/9/2022), Pemdes Senggreng menerima sebanyak 300 bibit tanaman, yakni bibit lemon dan alpukat. Yang rencananya bakal digunakan dalam Taman Edukasi Lemon tersebut. 

"Rencananya mengedukasi soal Lemon, terkait berbagai kebutuhan dan pemanfaatannya. Baik anak-anak maupun kalangan dewasa," terang Dita. 

Alasan dipilihnya Lemon dalam konsep tersebut adalah karena menurutnya dapat dimanfaatkan dalam waktu yang cenderung lebih cepat setelah ditanam. Sehingga, menurutnya konsep yang diusung dalam Taman Edukasi juga dapat segera berjalan. "Tanaman lemon itu bisa dipanen dalam waktu sekitar 5 bulan. Jadi konsep edukasinya, terutama untuk anak-anak bisa segera berjalan," jelas Dita. 

Selain edukasi tentang penanaman buah lemon, dirinya juga memproyeksikan bahwa hasil lemon yang dipanen juga dapat diamanfaatkan untuk menggerakkan ekonomi. Yakni dengan menggelar pelatihan tentang pemanfaatan buah lemon.

"Jadi selain untuk minuman lemon, juga ada serbuk lemon. Lalu melihat tren saat ini, lemon juga bisa dimanafaatkan untuk diet atau juga infused water. Jadi kan bisa menggerakkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)," terang Dita. 

Ke depannya, taman edukasi tersebut akan dikonsep sedemikian rupa untuk bisa menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat Desa Senggreng. Rencannya, selain area tanaman, juga akan dibangun sebuah joging track. 

"Masih berproses tahap demi tahap. Nanti akan kami aliri listrik dan juga membangun joging track. Kami perkirakan untuk operasional, akan membutuhkan biaya hingga Rp 2,5 juta per bulan," pungkas Dita. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru