Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Crypto Winter, Penambang Bitcoin Dunia Sampai Rugi Rp 14,8 Triliun

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

21 - Aug - 2022, 14:03

Ilustrasi penambangan Crypto (pixabay)
Ilustrasi penambangan Crypto (pixabay)

JATIMTIMES - Beberapa bulan belakangan, menjadi waktu yang mungkin apes yang sangat merugikan untuk para penambang kripto. Sebab, dunia kripto mengalami Crypto Winter. 

Crypto Winter adalah penyebutan untuk fenomena jatuhnya harga atau nilai mata uang kripto di pasar secara drastis dan berkepanjangan. Anjloknya nilai tukar mata uang kripto bahkan menyebabkan kerugian mencapai lebih dari USD 1 miliar atau setara Rp 14,8 triliun.

Dikutip dari Techspot dan Detik, Minggu (21/8/2022), tiga perusahaan penambang Bitcoin terbesar di Amerika yang tercatat di pasar modal mencatatkan kerugian lebih dari USD 1 miliar pada kuartal 2 2022.

Ketiga perusahaan itu yakni Core Scientific yang mencatatkan kerugian USD 862 juta, Marathon Digital Holdings dengan kerugian USD 192 juta, dan Riot Blockchain merugi USD 366 juta. 

Kerugian besar membuatnya menjual bitcoin dengan jumlah yang lebih besar dari hasi penambangannya. Rata-rata, tiga penambang besar itu menjual 14.600 koin. Hal ini berbanding jauh dengan hasil penambangannya yang hanya 3.900 koin.

Perusahaan lain seperti Bifarms bahkan juga harus menguras setengah dari koin simpannya. Core Scientific pada bulan Juni lalu bahkan juga sudah menguras simpanan kriptonya 80 persen. Hasilnya, digunakan untuk menalangi biaya operasional dan dana ekspansi.

Dari analisis, tren buruk ini akan terjadi hingga kuartal ke-3 pada tahun ini. Juli adalah penjualan kripto terbesar kedua, dengan 6.200 koin. 

Kemerosotan ini sampai-sampai harus membuat tiga perusahaan penambang bitcoin ini menjual alat penambang hingga harus mengambil pinjaman. Hal ini tentunya untuk menutupi biaya operasional.

Marathon Digital disebutkan membutuhkan dana segar sebesar USD 58 juta. Untuk itu, informasi yang dihimpun Marathon Digital selain menjual alat penambangnya, juga  menerima pinjaman USD 100 juta. 

Akibatnya anjloknya harga kripto ini, bahkan membuat tempat penukaran kripto pun juga merugi sekitar USD 1,1 miliar. Tak pelak hal itu juga berimbas PHK 1.000 karyawannya pada Juni lalu. 


Topik

Ekonomi


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni