Malangtimes

Cegah Paham Radikal, 1.312 Maba Diajak Kampanye Anti Radikalisme di PKKMB FISIP UB

Aug 20, 2022 17:37
Dekan FISIP UB Dr Sholih Muadi SH MSi saat ditemui di Gedung C FISIP UB, Sabtu (20/8/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES) 
Dekan FISIP UB Dr Sholih Muadi SH MSi saat ditemui di Gedung C FISIP UB, Sabtu (20/8/2022). (Foto: Dok. JatimTIMES) 

JATIMTIMES - Sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikal di kalangan mahasiswa baru, civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) mengajak 1.312 mahasiswa baru kampanye anti radikalisme di Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) FISIP UB. 

Setidaknya dalam Tahun Akademik (TA) 2022/2023 FISIP UB telah menerima 1.312 mahasiswa baru di enam program studi (prodi) Strata-1 yang ada. Di antaranya Prodi Psikologi 293 mahasiswa baru, Prodi Ilmu Komunikasi 279 mahasiswa baru, Prodi Hubungan internasional 236 mahasiswa baru, Prodi Ilmu Politik 176 mahasiswa baru, Prodi Sosiologi 166 mahasiswa baru dan Prodi Ilmu Pemerintahan 166 mahasiswa baru. 

Dekan FISIP UB Dr Sholih Muadi SH MSi mengatakan, bahwa pada Tahun Akademik (TA) 2022/2023 ini, FISIP UB juga menerima enam mahasiswa disabilitas. Jumlah ini merupakan 50 persen dari 12 mahasiswa disabilitas yang diterima di UB pada tahun 2022 ini. 

"Ini komitmen FISIP untuk selalu terbuka pada teman teman difabel yang ingin melanjutkan ke jenjang kuliah," ujar Sholih kepada awak media, Sabtu (20/8/2022). 

FISIP

Lebih lanjut, sebanyak 1.312 mahasiswa baru, masing-masing membawa poster dengan latar belakang warna oranye sebagai identitas FISIP UB dan bertuliskan penolakan paham radikal. 

Di antaranya "Jangan Radikalisme ya say", "Jangan sia-siakan masa mudamu", "Radikalisme pemecah bangsa", "Radikalisme masih zaman?". Di mana masih-masing tulisan pada poster mahasiswa baru disertai dengan tagar yang sama yakni #TolakRadikalisme dan #FisipAntiRadikalisme . 

Sholih mengungkapkan, kampanye anti radikalisme ini dilakukan oleh civitas akademika dan seluruh mahasiswa FISIP UB untuk mengantisipasi sejak awal agar kasus yang menimpa mahasiswa Prodi Hubungan Internasional (HI) beberapa waktu lalu tidak terulang lagi. 

"Kita tentu tidak ingin yang terjadi dulu kepada mahasiswa HI terulang lagi. Karena itulah, mahasiswa baru kami bekali pengetahuan tentang deradikalisasi," ungkap Sholih.  

Pemahaman tentang deradikalisasi atau anti radikalisme pun diberikan sejak hari pertama PKKMB berlangsung. Seminar tentang deradikaliasi diberikan dengan mendatangkan beberapa pemateri mulai dari jajaran MPR RI, dosen UB hingga aparat kepolisian. 

"Ini salah satu upaya kampus untuk mahasiswa baru agar tidak tumbuh sikap intoleran dan tidak bergabung dengan jaringan organisasi yang dilarang pemerintah," tutur Sholih. 

Wadek 3

Sementara itu, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan FISIP UB Dr Bambang Dwi Prasetyo menuturkan, bahwa pemahaman tentang deradikalisasi tidak hanya diberikan saat kegiatan PKKMB saja, namun FISIP UB berencana akan mengadakan kegiatan berkelanjutan untuk mahasiswa baru terkait deradikalisasi. 

"Setelah PKKMB ada student day. Beberapa materi tentang deradikalisasi akan diberikan kepada mahasiswa baru," tutur Bambang. 

Kegiatan FISIP UB dalam mendukung pemerintah tidak hanya pada aspek deradikalisasi tapi juga pencegahan penyebaran Covid-19. Pihaknya mengatakan, peserta PKKMB FISIP kali ini diwajibkan sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau vaksin booster. 

"Ini komitmen FISIP untuk membantu program pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19," tandas pria yang juga merupakan Dosen Ilmu Komunikasi UB ini. 

Sebagai informasi, PKKMB FISIP Tahun 2022 dengan pertemuan secara fisik ini merupakan kali pertama setelah dua tahun dihantam pandemi Covid-19 yang membuta pelaksanaan PKKMB FISIP UB pada tahun 2020 dan 2021 dilakukan secara daring atau dalam jaringan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru