Inilah 5 Kiai yang Diklaim Paling Sakti di Pulau Jawa, Salah Satunya Tak Mempan Disihir hingga Mampu Taklukkan Jin

Jul 14, 2022 09:05
Gus Dur (Foto: IST)
Gus Dur (Foto: IST)

JATIMTIMES - Berikut ini 5 kiai di Pulau Jawa yang diklaim paling sakti. Bahkan, diantara mereka ada yang tidak mempan di sirih. 

Selain itu ada juga yang mampun menaklukkan jin. Tentunya, 5 kiai adalah orang pilihan dari Allah SWt yang diberikan sebuah kelebihan. Sebagaimana diketahui, para kiai sendiri adalah sosok yang dekat dengan Allah SWT sehingga diberikan keistimewaan oleh sang pencipta.

Di pulau Jawa banyak kiai yang memiliki kesaktian, namun disembunyikan karena untuk menghindari riya'. Mereka juga memiliki ilmu kesaktian yang kadang tidak bisa dinalar oleh pikiran.

Inilah 5 kiai di Pulau Jawa yang dikenal sakti dikutip Kamis (14/7/2022) dari akun YouTube stories of the sheikhs yang diunggah pada 4 Maret 2022:

1. Gus Maksum atau KH Maksum Djauhari

Gus Maksum merupakan sosok kiai yang dikenal sebagai pendiri Pagar Nusa dan memiliki kesaktian yang sudah familiar. Dia adalah kiai paling sakti di pulang Jawa.

Gus Maksum dikenal sebagai pendekar karena keahliannya dalam seni bela diri. Selain itu dia pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri Jawa Timur.

Ketika masih muda, dia sering mengembara untuk mencari ilmu pencak silat, hingga akhirnya Gus Maksum menjadi sosok yang disegani. Penampilan Gus Maksum juga luar biasa, yakni dengan berambut panjang, bersarung setinggi lutut dan selalu memakai bakiak.

Bahkan, dia juga dikenal tidak makan nasi. Hal itu membuat kesaktiannya semakin luar biasa.

Salah satu kesaktian Gus Maksum yaitu rambutnya tidak mempan dipotong menggunakan senjata apapun, mulai dari gunting hingga pisau. Kemudian mulutnya juga bisa menyemburkan api, mampu melempar sapi seperti sandal.

Selain itu dia juga tak mempan disantet hingga senjata tajam. Bahkan, juga bisa menaklukkan jin dan lainnya.

2. Kiai Abbas Buntet

Kiai di Pulau Jawa yang sakti selanjutnya adalah Kiai Abbas Buntet. Kiai Abbas Butet berasal dari Cirebon.

Perlu diketahui, Kiai ini ikut berjuang mengusir penjajah Belanda dengan melakukan perlawanan. Dia adalah putra dari salah seorang ulama NU, yaitu Kiai Abdul Jamil.

Dia lahir pada 25 Oktober 1800 Masehi di Cirebon. Saat masih muda, Kiai Abbas Buntet juga merantau di banyak pesantren untuk menuntut ilmu. 

Bahkan, juga ke Makkah untuk menimba ilmu dan pengalaman bersama para ulama lainnya, seperti KH Wahab Hasbullah. Ketika sudah matang, dia lantas kembali ke pesantrennya di Cirebon untuk ikut mengajar para santri. 

Di pesantren itu, ilmu kanuragan diajarkan kepada para santri untuk mengusir para penjajah Belanda.

Apalagi pesantren Buntet dijadikan sebagai markas pergerakan kaum Republik Indonesia. Sehingga pesantren Buntet ini menjadi basis pergerakan untuk melawan penjajah Belanda yang tergabung dalam barisan Laskar Hizbullah.

3. Kiai Amin

Kiai Amin adalah kiai yang punya banyak karomah dari Allah SWT yang lahir pada tahun 1879 Masehi di Mijahan Plumbon Cirebon Jawa Barat. Dia punya ilmu kanuragan dan pencak silat belajar dari ayahnya yang wafat di Makkah.

Dia dikenal sebagai kiai paling sakti di Jawa yang menguasai ilmu kanuragan. Seperti kisah pada yang disampaikan oleh warga Ciwaringin saat pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Kiai Amin datang sendiri dan mengirimkan laskar ke Surabaya untuk mengusir penjajah. Dia tidak mempan senjata dan peluru saat bertempur dengan pejajah. 

Bahkan tidak meninggal saat dilempari bom sebanyak 5 kali.

4. KH Hamid Pasuruan

Kiai Hamid adalah salah satu ulama yang berasal dari Pasuruan dan punya karomah luar biasa. Saat itu, Kiai Hamid diajak bergabung dengan salah satu partai oleh pemerintah. 

Dia diminta untuk menandatangani kesepakatan di atas kertas. Namun saat hendak tanda tangan, tinta pulpen itu macet sehingga diganti dengan pulpen lain.

Tapi pulpen itu tetap tidak mengeluarkan tinta. Hal ini menandakan Kiai Hamid tidak setuju masuk partai politik sehingga karomahnya keluar dengan cara pulpen tidak bisa mengeluarkan tinta.

5. Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid.

Gus Dur aalah cucu dari KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama. Karomah diceritakan oleh salah satu supirnya, yakni Khoirul saat mengantarkan Gus Dur bersama anggota rombongan di dalam dua mobil.

Saat pukul 12.00 WIB, Gus Dur mengajak pulang karena ada tamu yang hendak ditemuinya pukul 13.00 WIB. Supir itu ngebut namun tidak yakin segera sampai di Ciganjur dan diperkirakan tiba pukul 16.00 WIB karena cukup jauh. 

Kala itu, dia harus melewati kawasan puncak dengan jalan yang berliku-liku. Namun mobil itu tiba di rumah Gus Dur dalam waktu yang cukup singkat, yakni tiba pada pukul 13.12 menit.

Jakarta Cilacap ditempuh dalam waktu 1 jam 12 menit. Gus Dur pun bisa menerima tamunya yang baru sampai.

Sementara rombongan satu mobil di belakangnya baru tiba di Ciganjur pada pukul 16.30 WIB beda 4 jam lebih dari kendaraan yang ditumpangi Gus Dur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru