Tangkapan Ikan Bernilai Ekspor, Nelayan Kondangmerak Butuh TPI dan Dermaga Tambat

Jul 06, 2022 19:06
Hasil tangkapan ikan nelayan Kondang Merak. (Foto: Istimewa).
Hasil tangkapan ikan nelayan Kondang Merak. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Puluhan nelayan di Pantai Kondang Merak berharap bisa memiliki sejumlah sarana dan prasarana yang bisa digunakan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan. Misalnya tempat pelelangan ikan (TPI), dermaga tambat, pasar ikan, dan juga galeri untuk menjual produk-produk hasil olahan ikan. 

Hal tersebut lantaran ternyata hasil tangkapan nelayan di Pantai Kondang Merak, terbilang cukup tinggi. Apalagi saat berada pada musim tangkap ikan.

Ketua Kelompok Nelayan Kondang Merak, Aral Subagyo mengatakan bahwa tangkapan ikan di sekitar perairan Kondang Merak cenderung punya nilai ekspor. 

"Kalau yang pasti untuk tangkapan, bukan hanya masalah tinggi, tapi nelayan nelayan di sini tangkapannya cenderung ke ikan yang bernilai ekspor. Seperti kerapu tutul, kakap merah, tengiri, gurita, lobster, kerang abalon dan beberapa lainnya," ujar Bagyo.

Sementara itu, jumlah tangkapan nelayan Kondang Merak pun juga terbilang cukup besar. Salah satunya seperti gurita. 

Menurut Bagyo, saat musim gurita, nelayan bisa menangkap gurita hingga 400 kilogram dalam sehari. Selain itu, salah satu hasil tangkapan yang cukup menjadi andalan adalah ikan kakap merah. Dalam sehari, nelayan bisa menangkap ikan ini hingga 300 kilogram. 

"Tapi kalau bukan musimnya, atau waktu sepi, gak bisa melaut karena gelombang tinggi," imbuh Bagyo. 

TPI di kawasan Pantai Kondangmerak yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat kampung nelayan.(Foto: Istimewa).

Untuk itu, dirinya menilai salah satu fasilitas yang dibutuhkan untuk nelayan adalah dermaga tambat. Setidaknya, bisa untuk menurunkan hasil tangkapan ikan tanpa harus membawa perahunya ke daratan karena perahu atau kapal bisa diparkir di sekitar dermaga. 

"Begini kan kalau untuk proses pengembangan nelayan Kondang Merak dan menunjang kebutuhan, sangat butuh sekali. Yang dibutuhkan ya dermaga tambat itu. Bisa ditempatkan di muara atau biasa disebut warga setempat kondang. Itu muara yang nyambung dengan laut," terang Bagyo. 

Meski demikian, Bagyo menilai masih banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sebab, untuk membangun dermaga di muara tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Sebagai alternatif, ia menyebut ada satu titik yang bisa dibangun sebuah tanggul. 

"Kalau pas kemarau, muara itu tertutup pasir. Kalau musim hujan, itu buka, karena pasirnya diterjang banjir, jadi kapal bisa masuk muara terus. Kalau misalkan di muara biaya, terlalu tinggi, opsinya bikin tanggul. Jadi di Kondang Merak sisi timur ada (titik) yang bisa dibikin tanggul dari batu-batuan untuk meredam ombak. Kalau bisa panjangnya mungkin sekitar 20 meter lah tanggul itu," jelas Bagyo.

Sementara saat ini, nelayan Kondang Merak yang terhimpun dalam KUD Bina Karya Mina ini sudah membangun TPI mandiri. TPI itu dibangun secara swadaya oleh masyarakat di kampung nelayan. Di tempat berukuran sekitar 4x8 meter itulah, biasanya nelayan menjajakan sebagian hasil tangkapannya. 

Bahkan biasanya, saat musim liburan atau setidaknya saat akhir pekan, tak jauh dari lokasi tersebut, masyarakat kampung nelayan biasanya juga berjualan produk-produk hasil olahan ikan. Sementara ini, hal tersebut dinilai cukup membantu mengenalkan produk dari Kondang Merak kepada wisatawan. 

"Ya kalau kepinginnya punya TPI sendiri, pasar ikan sendiri, dan galeri untuk oleh-oleh itu juga sendiri. Tapi satu lokasinya, di kampung nelayan. Biaya yang dikeluarkan untuk bangun TPI yang saat itu sekitar Rp 15 juta," pungkas Bagyo. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru