Pantai Perawan, Wisata Tersembunyi di Balik Perbukitan Sidoasri

Jul 02, 2022 14:48
Salah satu sudut panorama Pantai Perawan.(Foto: Istimewa)
Salah satu sudut panorama Pantai Perawan.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Pariwisata menjadi salah satu potensi wisata di Kabupaten Malang. Terutama untuk wisata alamnya. Menjadi daerah dengan wilayah terluas kedua di Jawa Timur, Kabupaten Malang memang dikenal dengan keragaman potensi alamnya dengan panorama yang memang memanjakan mata. 

Baik pegunungan, bukit, sumber hingga wisata pantainya banyak dikenal di kalangan wisatawan. 

Salah satu yang mulai naik daun adalah Pantai Perawan, yang berada di Desa Sidoasri Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sesuai dengan namanya, Kepala Desa Sidoasri Andiek Ismanto menyebut bahwa dinamai Pantai Perawan karena memang hingga saat ini nyaris belum tersentuh pengunjung.

"Ramainya kalau pas hari libur saja, tapi juga terbilang masih sepi. Paling sekitar 100 sampai 200 (pengunjung) setiap minggu," ujar Andiek. 

Saat ini, Pantai Perawan dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Sidoasri. Rencananya ke depan pihaknya akan mengembangkan Pantai Perawan, salah satu potensi yang dimiliki Desa Sidoasri. 

"Saat ini masih belum dikenakan tiket. Pengelola hanya mengambil dari jasa penitipan kendaraan. Kalau kendaraan roda dua itu Rp 3.000. Kalau kendaraan roda empat biasanya Rp 10.000 tapi juga enggak mesti," terang Andiek. 

Salah satu sudut Pantai Perawan.(Foto: Istimewa).

Pantai Perawan memang terlihat masih asri. Posisinya yang berada di antara perbukitan yang masih hijau, udara segar pun masih dirasakan di pantai ini. Tentu dengan nuansa khas saat berada di pantai. Pasirnya yang berwarna coklat pun juga terlihat bersih.

"Ya kita tetap mempertahankan, tanaman atau pohon yang cocok di Pantai Perawan. Salah satunya kayu nyamplung. Kita berusaha mempertahankan keasriannya," terang Andiek. 

Saat ini di pantai tersebut juga menjadi salah satu obyek penelitian oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Rencananya akan ditempatkan beberapa karamba jaring apung (KJA). Yang nantinya akan difungsikan untuk budidaya ikan, penelitian dan wisata alam. 

"Kalau ikan di sini (Pantai Perawan) yang banyak ikan GT (Giant Trevally). Karamba Jaring Apung itu digagas oleh ITS, ukurannya 16 meter persegi. Itu karena nanti akan ada semacam rumah-rumahan di atas air, saat ini masih proses penanaman jangkar," pungkasnya. 

Namun saat ini, aksesnya cenderung cukup sulit. Dengan medan yang cukup terjal khas perbukitan, dan ada beberapa titik ruas jalan yang perlu ada perbaikan. Dan rambu-rambu penunjuk jalan yang masih minim. Untuk menuju ke pantai ini, waktu tempuh yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 3 jam, jika berangkat dari Kota Malang. 

"Baru kemarin kita mengajukan rambu-rambu penunjuk arah ke Dishub (Dinas Perhubungan), semoga saja segera terwujud," imbuh Andiek. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru