Kisah Pengemis Yahudi Buta yang Bersyahadat Usai Rasulullah Wafat

Jul 01, 2022 09:48
Ilustrasi pengemis Yahudi buta (Ist)
Ilustrasi pengemis Yahudi buta (Ist)

JATIMTIMES - Dikisahkan perjuangan dan ketulusan hati Rasulullah yang berhasil membuat seorang pengemis Yahudi buta masuk ke dalam Islam. 

Rasulullah SAW selalu difitnah, dianggap gila hingga dianggap pembohong oleh pengemis tersebut, namun berkat kesabaran dan perjuangan Rasulullah hingga wafatnya, membuat pengemis Yahudi buta bersyahadat menjadi seorang muslim. 

Lantas bagaimana kisahnya? Yuk simak kisah menariknya yang diolah dari Ensiklopedia Al Fatih.

Di sudut pasar Madinah Al Munawaroh, ada seseorang Yahudi yang buta. Hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya, ia selalu berkata: "wahai saudaraku jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir. Apabila kalian mendekatinya, maka kalian akan dipengaruhinya".

Hampir setiap pagi, Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasul menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu. Meskipun pengemis itu selalu menghasut orang agar tidak mendekati Rasullullah, namun Rasulullah tak menggubrisnya.

Rasulullah melakukan hal tersebut hingga beliau menjelang wafat. Sepeninggal Rasulullah, setiap paginya tak ada lagi orang yang membawakan makanan dan menyuapi orang Yahudi buta tersebut.

Dan suatu ketika, Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya (Aisyah). Ia kemudian bertanya kepada Aisyah, "anakku, adakah sunah rasul yang belum aku kerjakan?".

Aisyah kemudian menjawab pertanyaan ayahnya: "wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunah saja. Hampir tidak ada satu sunah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunah saja," ucap Aisyah.

Abu Bakar kemudian bertanya kepada Aisyah," Apakah itu". Aisyah menjawab, "Setiap pagi Rasulullah selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana".

Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis tersebut. Abu Bakar mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan tersebut kepadanya.

Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, tiba-tiba pengemis itu marah sambil berteriak, "siapa kamu?". Abu bakar menjawab "aku orang yang biasa". Pengemis tersebut kemudian kembali menjawab, "bukan, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku". 

Pengemis tersebut kemudian kembali berkata, "apabila ia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu, baru setelah itu ia berikan makanan itu kepadaku".

Abu bakar yang mendengar  jawaban orang buta tersebut, kemudian menangis sambil berkata: "aku memang bukan yang biasanya datang kepadamu. Aku adalah salah seorang sahabatnya. Orang yang mulia itu telah tiada, ia adalah Muhammad, Rasulullah SAW". 

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itupun menangis dan kemudian berkata, "benarkah demikian?". Kepalanya tertunduk dan air matanya mulai menetes. "Selama ini aku selalu menghina dan memfitnahnya. Tetapi ia tidak pernah marah kepadaku sedikitpun!," kata pengemis tersebut sambil menangis terisak.

"Ia selalu mendatangiku, sambil menyuapiku dengan cara yang sangat lemah lembut," ucapnya sambil menahan kesedihannya. Di tengah tangisannya, Yahudi ini berteriak, “ia begitu mulia, ia begitu mulia”, sambil mendongakkan kepalanya ke arah langit. 

Saat itu, kedua tangannya terbuka lebar seperti layaknya berdoa dan kembali duduk bersimpuh. Abu Bakar dan pengemis tersebut spontan berpelukan dan larut dalam tangisan kesedihan.

Sesaat kemudian, ia terdiam. Menyesali atas semua yang terjadi, kemudian pengemis tersebut meminta kepada Abu Bakar untuk menuntunnya bersyahadat. Pengemis tersebut kemudian bersyahadat dan menjadi seorang muslim yang berserah diri kepada Allah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru