Kisah Soekarno yang Berani Minta ke Suami Inggit Garnasih untuk Menikahi Istrinya, Haji Sanusi Pasrah

Jun 17, 2022 10:58
Soekarno dan istrinya Inggit Garnasih (Foto: IST)
Soekarno dan istrinya Inggit Garnasih (Foto: IST)

JATIMTIMES - Membahas soal kisah cinta Presiden pertama Indonesia, Soekarno memang seakan tak ada habisnya. Diketahui, Soekarno memiliki banyak istri, salah satunya yaitu Inggit Garnasih. 

Kisah cinta Soekarno dan Inggit Garnasih menjadi kisah yang tak pernah terlupakan. Kala itu, Inggit Garnasih dinikahi dan dijadikan istri kedua oleh Soekarno.

Soekarno menikahi Inggit pada tahun 1923, jauh sebelum Soekarno menjadi presiden Republik Indonesia. Pernikahan Soekarno dan Inggit kala itu disahkan melalui surat terangan kawin nomor 1138 dengan keterangan tanggal yang dicantumkan 24 Maret 1923, bermaterai 15 sen, serta berbahasa Sunda.

Sebelum menikah dengan Inggit Garnasih, Soekarno sudah lebih dulu menikah dengan putri dari HOS Tjokroaminoto pada 1921 di Surabaya, yaitu Siti Oetari, yang merupakan buyut dari musisi Maia Estianty. 

Namun kala itu, Soekarno menikahi Oetari hanya untuk meringankan beban keluarga Tjokro. Sementara, Inggit sendiri saat itu sudah berstatus sebagai istri seorang pengusaha yang aktif di organisasi Sarekat Islam yakni Haji Sanusi.

Nama Inggit dikenal sebagai ibu kos Soekarno selama di Bandung. Saat itu, Soekarno merupakan mahasiswa di Technische Hoogeschool te Bandoeng, cikal-bakal Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Tercatat dalam buku berjudul Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (1965), disebutkan Inggit dan Soekarno lama kelamaan akhirnya saling jatuh cinta karena sering bertemu.

Adapun Soekarno menganggap Inggit seperti sosok ibu, karena kerap mendengarkan buah pikirannya, memperhatikan pakaian, menyiapkan masakan, hingga membereskan makanan.

Hal itu berbeda dari Oetari, di mana Soekarno saat itu menyebut hanya menganggap Oetari seperti adiknya.

Saking dekatnya dengan Soekarno, Inggit  pun selalu bercerita tentang kisahnya bersama sang suami, Haji Sanusi. Meski sama-sama masih berstatus menikah, akhirnya berani meminta izin kepada suami Inggit, Haji Sanusi untuk menikahi istrinya. 

Akhirnya, Soekarno cerai dari Oetari, begitu pula Inggit bercerai dari Haji Sanusi yang sering bepergian karena sibuk. Karena sadar pernikahannya sudah tidak bisa dipertahankan, Haji Sanusi tidak mencegah pernikahan Soekarno dan Inggit.

Di sisi lain, Oetari menyadari pernikahannya tidak membawa kebahagiaan. Ia lantas dipulangkan secara baik-baik oleh Soekarno.

Saat menikah dengan Inggit Garnasih, saat itu usia Soekarno masih 21 tahun, sementara Inggit 33 tahun. Berdasarkan buku "Bung Karno Panglima Revolusi" karya Peter Kasenda terbitan tahun 2014, Inggit disebutkan bahwa ia adalah sosok perempuan yang selalu ada dalam masa sulit Soekarno.

Soekarno pernah mendekam di Penjara Banceuy di Bandung, lalu dipindahkan ke Sukamiskin. Selama itu pula Inggit terus mendukung sang suami, baik secara moral maupun materi.

Bahkan Inggit juga kerap menjadi perantara bagi suaminya yang ada di penjara dengan para aktivis pergerakan nasional lainnya. Saat Soekarno diasingkan ke Ende, Flores sejak 1933, lalu diasingkan ke Bengkulu sejak 1938, Inggit selalu setia menemani. 

Meski begitu, pernikahan keduanya tidak dikaruniai anak. Selama pengasingan di Bengkulu, Soekarno akhirnya bertemu dan jatuh cinta dengan seorang perempuan bernama Fatmawati.

Pada tahun 1943, Soekarno menceraikan Inggit karena ia tidak mau dimadu. Singkat cerita, setelah dengan Inggit, Soekarno pun menikah dengan Fatmawati, yakni ibunda dari Megawati Soekarnoputri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Soekarnovaksin dosis 4kisah cinta soekarnoistri soekarno

Berita Lainnya

Berita

Terbaru