Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur Ditunda, Umat Buddha Minta Dikembalikan ke Fungsi Utama sebagai Tempat Ibadah

Jun 08, 2022 09:12
Candi Borobudur (Foto: Sammaditthi)
Candi Borobudur (Foto: Sammaditthi)

JATIMTIMES - Rencana pemerintah menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur menuai polemik dari berbagai kalangan. Termasuk pengamat pariwisata dan Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia.

Umat Buddha di Indonesia menilai situs bersejarah tersebut hendaknya 'diperkuat dari sisi spiritual-keagamaan di masa mendatang'. Mereka juga meminta Candi Borobudur dikembalikan lagi ke fungsi utamanya, yakni tempat peribadatan agama Buddha, daripada pariwisata.

"Seharusnya yang bisa naik ke struktur dan puncak bangunan (arupadhatu) hanya umat Buddha yang sedang melakukan peribadatan seperti Pradaksina atau San Bu Yi Bai," ujar Pelaksana Harian DPP Keluarga Cendekiawan Buddhis Indonesia Eric Fernando. 

Eric lantas mengatakan soal kenaikan harga tiket perlu dikaji ulang. "Jangan sampai pengelolaan Candi Borobudur semakin jauh dari fungsi awalnya untuk peribadatan agama Buddha," kata Eric. 

Sementara pengamat pariwisata Azril Azhari mengatakan Candi Borobudur sebagai objek wisata dan tempat ibadah umat Buddha harus diperlakukan secara khusus dibandingkan tempat pariwisata lainnya. Mulai dari lokasi mana saja yang boleh dimasuki pengunjung, durasi kunjungan, jumlah pelancong, pengawasan hingga penegakkan hukumnya.

Sejauh pengamatan Azril,  empat hal tersebut tidak diatur dengan jelas dan tegas oleh pihak pengelola Borobudur. "Kalau pemerintah bilang membatasi jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 1.200 orang per hari, itu kajiannya dari mana dulu. Coba dibuka. Sebab, kalau menurut saya, angka itu terlalu banyak untuk Candi Borobudur," ungkap Azril.

Menurut Azril, rencana pemerintah menaikkan harga tiket masuk Borobudur menjadi Rp 7750 ribu  tidak ada sangkut pautnya dengan upaya menjaga situs warisan dunia tersebut.  "Sekarang kalau tiket masuk Rp 50.000, pelayanan sama dengan yang didapat dengan harga tiket Rp 750.000, buat apa? Kecuali dengan harga sebesar itu, pengunjung mendapat atraksi berupa visual reality tentang sejarah Candi Borobudur. Bagus itu," ungkap Azril. 

"Tapi kalau hanya foto, jalan-jalan, jadi berat. Jadi, harga segitu (Rp 750 ribu) equal tidak dengan layanan yang didapat?" lanjut Azril.

Azril lantas meminta pemerintah belajar pada pengelolaan wisata sekaligus tempat ibadah umat Hindu di Bali seperti Tanah Lot. Di sana, pengunjung yang masuk ke area pura Tanah Lot atau hanya berkeliling halaman pura harus memakai kain dan udeng sebagai bentuk penghormatan atau kesopanan.

Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur Ditunda

Sejak Selasa (7/6/2022), tagar Borobudur menjadi trending topic di media sosial. Hal itu merupakan aksi protes yang dilakukan masyarakat terkait rencana kenaikan harga tiket Candi Borobudur menjadi Rp 750 ribu. 

Menanggapi banyaknya polemik dari masyarakat, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bertemu untuk membahas kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur. 

Dalam pertemuan itu, Ganjar dan Luhut sepakat untuk menunda pemberlakuan kenaikan harga tiket Candi Borobudur. Kesepakatan dicapai setelah keduanya bertemu di kediaman Rumah Dinas Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (7/6/2022).

"Kami postpone dulu. Tadi Pak Menteri (Luhut Binsar Panjaitan) sudah menyampaikan, 'Pak Gub itu kita postpone dulu, biar tidak terjadi cerita yang ke mana-mana'," kata Ganjar.

Ganjar juga mengatakan bahwa penerapan kenaikan harga tiket ke area stupa Candi Borobudur perlu dikaji lagi bersama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dan Balai Konservasi Borobudur.

"Saya sampaikan kepada beliau, ini banyak yang protes. Menurut saya, diendapkan dan beliau setuju. Ini soal tarif jangan dibicarakan dulu, di-postpone dulu, dan memang TWC sama balai sedang komunikasi. Maka masyarakat tidak perlu resah. Itu penting untuk disampaikan," terang Ganjar.

Di sisi lain, sebelumnya Ganjar telah memberikan penjelasan terkait dengan rencana yang beredar tersebut, yakni rencana harga tiket Rp 750 ribu. Harga itu khusus untuk wisatawan lokal yang hendak naik ke bangunan atau area stupa Candi Borobudur.

Sedangkan tiket masuk Candi Borobudur untuk wisatawan lokal dewasa sebesar Rp 50 ribu. Namun, wisatawan yang membayar tiket masuk Rp 50 ribu hanya sampai di pelataran Candi Borobudur atau tidak dapat naik ke area stupa Candi Borobudur.

Seperti diketahui, rencana peningkatan harga tiket naik Candi Borobudur disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Sabtu (4/6/2022). Saat menyampaikan wacana itu, Luhut menekankan bahwa pembatasan pengunjung perlu dilakukan.

"Kenapa kita lakukan itu? Karena rekomendasi dari UNESCO dan pakar, telah terjadi penurunan dan keausan batu (Candi Borobudur)," ucap Luhut. Kerusakan itu dinilai karena tidak ada pembatasan pengunjung yang naik ke Candi Borobudur. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Candi BorobudurTiket masuk Candi BorobudurGubernur Jateng Ganjar PranowoMenko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru