Tradisi Unik Malam Takbiran di 6 Negara, Ada Pawai hingga Nyalakan Obor

May 01, 2022 13:32
Ilustrasi tradisi takbiran di malam Hari Raya Idulfitri di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tradisi takbiran di malam Hari Raya Idulfitri di Indonesia. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Momentum Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, tidak terlepas dari tradisi perayaan malam takbiran. Tradisi takbiran sendiri yang berlangsung pada malam hari, menandakan bahwa keesokan harinya telah masuk pada Hari Raya Idul Fitri. 

Hal ini banyak ditunggu-tunggu oleh umat muslim. Karena selama satu bulan penuh telah menjalani ibadah puasa, maka di akhiri dengan bertakbir dan melantun zikir untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. 

Berbagai negara pun memiliki cara dan tradisi yang berbeda dalam menyambut hari kemenangan itu. Berikut ini sederet tradisi takbiran di enam negara yang pastinya membuat kalian penasaran. Mulai dari kawasan Asia Pasifik hingga Timur Tengah. 

1. Arab Saudi

Sebagai negara asal muasal ajaran Islam, malam Idul Fitri atau gelaran takbiran di Arab Saudi dirayakan dengan cukup meriah. Ketika masuk malam takbiran, warga di Arab Saudi akan melakukan pawai dengan menyalakan obor dan melantunkan takbir sepanjang jalan.

Orang-orang yang mendengar pun keluar rumah bersama warga lain untuk saling berbagi kebahagiaan. Masjid-masjid juga akan melakukan kegiatan serupa. Setidaknya takbir akan terus berkumandang di dua masjid suci umat Islam yakni di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. 

2. Turki

Perayaan malam takbiran di Turki dilakukan tidak semeriah di Arab Saudi. Di Turki perayaan Idul Adha dirayakan lebih ramai dibandingkan dengan Hari Raya Idul Fitri. Maka dari itu, masjid-masjid pun berkumandang takbir, namun tidak semuanya dan seperti lazimnya hari-hari biasa.

Meski begitu, ada tradisi bernama Ramadan Bayram atau Seker Bayram. Artinya, perayaan manisan. Dalam tradisi ini, mulai beberapa hari jelang Hari Raya Idul Fitri, anak-anak dan para orang tua akan membagikan manisan untuk dimakan bersama.

3. India

Saat malam jatuh sebelum Hari Raya Idul Fitri, umat Islam di India akan mengawalinya dengan tradisi Chand Raat yakni tradisi berbelanja dan mengenakan pakaian tradisional, serta menghiasi tangan dengan henna, khususnya bagi perempuan. Selain itu, di momentum Hari Raya Idul Fitri, umat Islam di India akan menyantap senvai, yakni sebuah makanan khas lebaran dari India.

4. Mesir

Kegiatan malam takbiran di Mesir tidak seramai di Arab Saudi. Di Mesir malam takbiran dianggap sebagai malam-malam seperti biasanya. Tapi gemuruh takbir tetap dilantunkan di masjid-masjid. Hanya saja tidak semeriah di Arab Saudi.

Pada saat berkumpul pada malam takbiran, juga terdapat tradisi saling berbagi makanan. Nama makanan yang terkenal di Mesir ketika malam takbiran yakni Ranja. Sebuah makanan yang berasal dari ikan asin dan acar. Momen makan bersama ini merupakan upaya untuk menjalin silaturahmi antar masyarakat Mesir di momentum Hari Raya Idul Fitri. 

5. Indonesia 

Momen malam takbiran selalu ditunggu-tunggu oleh umat Islam di Indonesia. Karena jika setelah maghrib takbir telah dilantunkan itu artinya keesokan harinya sudah akan mulai dilakukan Salat Idul Fitri. 

Untuk tradisi pada malam takbiran di Indonesia, seringkali masyarakat di seluruh kalangan usia melakukan pawai dengan membawa obor. Saat pawai, anak dan orang dewasa bercampur menjadi satu melantunkan takbir dan zikir.

Seringkali, umat Islam pada momentum malam takbiran melakukan pawai malam hari berkeliling kampung maupun menggelar kegiatan di masjid-masjid. Tidak lupa gebukan bedug juga mengiringi kegiatan malam takbiran di Indonesia. 

6. Maroko

Suasana malam takbiran di Maroko tidak semeriah seperti di Arab Suadi maupun Indonesia. Dapat dikatakan kegiatan malam takbiran di Maroko seperti kota mati. Tidak ada gema takbir dari musala maupun masjid. Selain itu juga tidak ada kegiatan takbiran keliling atau bahkan menggelar makan bersama untuk mempererat tali silaturahmi. 

Pada malam takbiran, jalanan di Maroko akan tampak sepi. Lalu lalang kendaraan pun melaju seperti biasa. Pasalnya, Maroko menyambut Hari Raya Idul Fitri sebagai idul ashgor atau hari raya kecil. 

Sedangkan untuk perayaan Hari Raya Idul Adha, masyarakat Maroko menganggap perayaan tersebut  sebagai idul akbar atau hari raya besar. Wajar apabila masyarakat Maroko lebih meriah dalam merayakan Hari Raya Idul Adha ketimbang Hari Raya Idul Fitri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
malam takbirantradisi malam takbirrekomendasi minukan segar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru