Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Kader Gusdurian 'Tadarus' Toleransi di Empat Gereja di Malang

Penulis : Arasy Pradana - Editor : Redaksi

25 - Dec - 2015, 22:42

Placeholder
Anggota Gusdurian Malang berfoto bersama pimpinan GKJW Malang dalam kunjungan (Sumber: Istimewa)

MALANGTIMES - Dalam momentum hari Natal 2015, yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Komunitas GusDurian Malang, melakukan 'tadarus' toleransi ke empat gereja sekaligus di Malang. Selain itu, juga memasang spanduk Natal Damai, pada malam Natal.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Menurut rilis pers yang diterima MALANGTIMES, Jumat (25/12/2015), kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakan oleh Komunitas GusDurian Malang dalam tiga tahun terakhir.

Untuk Hari Natal 2015, Gusdurian Malang melakukan kunjungan silaturahim Natal ke empat gereja di Malang. Yakni ke Gereja Katedral Ijen, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), GPIB Immanuel, dan GKI Kebon Agung.

“Kunjungan Natal Damai ke Gereja-Gereja ini merupakan pembelajaran atau tadarus bagaimana kami harus siap dalam menerima perbedaan secara langsung, dan belajar berpikir terbuka terhadap agama di luar diri kami," jelas Penasehat Gusdurian Malang, Kristanto, Budiprabowo.

Menurutnya, dalam prinsip keimanan memang hal yang berbeda. Tetapi, setiap agama selalu memiliki pesan damai yang bisa kami petik.

Dengan melakukan kunjungan Natal secara langsung seperti ini, para peserta akan dilatih untuk menghilangkan sekat-sekat prasangka yang selama ini terkesan menjadi penghalang dalam menjalin tali persaudaraan dan kemanusiaan hanya karena perbedaan agama.

“Dari kegiatan kunjungan Natal akan kami jadikan refleksi damai dalam bentuk karya tulisan, video dan karya-karya lain tentang makna perdamaian itu sendiri,” kata Anas Ahimsa, pegiat GusDurian Malang menambahkan.

Lebih lanjut, Pendeta Kristanto Budiprabowo menambahkan, kader GusDurian diharapkan bisa memaknai ulang tema Natal PGI-KWI tahun ini. Yaitu "Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah".

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

“Siapakah keluargamu? Siapakah yang layak disebut keluarga Allah? Dan, seperti apakah hidup bersama itu mencerminkan bentuk nyata adanya keluarga Allah?“

Pertanyaan-pertanyaan besar tersebut, menurut pendeta Kristanto hanya bisa dijawab dengan tindakan-tindakan nyata, konkrit, sederhana, bermakna dan berdampak bagi kehidupan keseluruhan manusia.

Gusdurian Malang melalui kunjungannya dalam Natal, ke gereja-gereja di Kota Malang dan sekitarnya, merupakan sebuah pesan bagi seluruh umat manusia bagaimana memulai menjadi keluarga yang tak melihat perebedaan agama.

Selain itu, visi bergiat Komunitas Gusdurian Malang, didasarkan pada sembilan nilai. Gusdurian juga mengambil inspirasi dari pemikiran KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dalam buku berjudul :Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian".

Dalam buku itu, Gus Dur menjabarkan bahwa “Perdamaian akan mustahil dicapai manakala kita masih mempunyai prasangka pada umat lain dalam beragama. Bahwa memaknai perbedaan itu sampai pada kemampuan kita untuk menghayati nilai-nilai kebijaksanaan agama lain. Kebijaksanaan itulah spirit yang mendasari terwujudnya toleransi dan perdamaian.” (*)


Topik

Peristiwa Berita-Malang Hari-Natal-2015



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Arasy Pradana

Editor

Redaksi