Terjalnya Musik Underground Malang, hingga Jadi Barometer Musik Nasional

May 02, 2022 10:09
Ilustrasi konser musik (foto: istimewa)
Ilustrasi konser musik (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Pergerakan musik underground di Kota Malang dari tahun ke tahun terus menunjukkan tren berkembang dan mempengaruhi banyak para musisi muda hingga tua. Tak ayal jika Malang dikenal sebagai salah satu barometer musik di Indonesia.

Berawal dari 1996 pergerakan musik underground Kota Malang di mulai dari beberapa band yang sangat berpengaruh. Mulai dari No Man's Land, Rotten Corpse, Ritual Orchestra hingga Extreme Decay.

Salah satu founder toko musik Rekam Jaya yang juga sebagai pegiat musik Hilman mengatakan, pergerakan musik underground di Kota Malang sendiri dari 1996 lebih menonjolkan genre-genre cadas yang bergerak secara masif.

"Yang banyak itu genre Metal, Grindcore dan Deathmetal. Seputar musik cadas, termasuk juga Punk. Itu masih mendominasi di Kota Malang," ujar Hilman.

Pergerakan musik underground yang cukup cepat dalam penyebarannya, dikatakan Hilman, yakni kekuatan jejaring para pegiat dan penikmat musik di Kota Malang yang sangat kuat.

"Kekuatannya dulu itu di jejaring. Sepengetahuan saya itu jejaring mereka kuat dengan Kota Bandung. Jadi kalau acara dulu itu kan nyebutnya Parade Gigs ya, kalau di Malang bikin parade pasti ngundang band Bandung. Sama juga halnya kalau Bandung bikin parade pasti ngundang band Malang," ungkap Hilman.

Hilman menyebutkan, pada era dulu venue (tempat) gelaran parade gigs di Kota Malang sendiri sangatlah banyak dan bersejarah sebagai barometer perjalanan musik di Kota Malang. Terutama GOR Pulosari yang memiliki perjalanan panjang dalam dunia musik Malang.

"Kalau sejarah dulu itu banyak mas, pastinya yang paling kental adalah GOR Pulosari ya. Tapi ada juga KNPI, itu juga punya sejarah. Lalu di Sanan dan juga Gedung Pramuka," kata Hilman.

Beranjak ke tahun 2000-an, Hilman menjelaskan, perkembangan genre di Kota Malang sendiri semakin masif. Apalagi pada waktu itu juga telah memasuki era-era di mana Musik Televisi (MTV) sedang berada di puncak-puncaknya.

"Tahun 2000-an itu aksesnya sudah mulai mudah. Apalagi ada MTV juga kan. Jadi sangat berpengaruh banyak, salah satunya ya genre yang semakin berkembang seiring berjalannya waktu," papar Hilman.

Berkembangnya musik underground di Kota Malang sendiri di era memasuki milenial 2000-an, Hilman menyebutkan seperti genre Grunge, Indie Pop, Hardcore, Ska hingga Alternative Rock.

"Itu sudah mulai banyak mas. Setiap generasi dan genre itu ada puncaknya masing-masing. Setiap skena punya pergerakan yang masif dan sangat berpengaruh di Kota Malang, hingga ke seluruh Indonesia," ungkapnya.

Untuk venue 2000-an hingga 2019, dikatakan Hilman banyak venue kecil yang memiliki pengaruh besar. Seperti Backline hingga Houtenhand (saat ini sudah tutup).

Kota Malang yang memang menjadi barometer musik Rock tak dipungkiri lagi dalam lingkup musik cadas/underground memiliki pengaruh besar di Indonesia.

"Makanya pasti sudah banyak yang dengar bahwa Malang sendiri menjadi barometer musik rock, di luar sepakat atau enggak, emang itu bener," tegas Hilman.

Pada era pandemi covid-19 ini Hilman sebagai pegiat musik berharap ke depan segera usai. Sehingga ekosistem musik di Kota Malang pun bisa kembali pulih.

"Harapan saya secara pendek saja ya seperti itu. Yang penting itu pinginnya ya biar musiknya bisa segera di rayakan kembali," tandas Hilman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
musik undergroundbarometer musik indonesiadisnkar kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru