Dibangun Sejak 1985, Malang Plaza Rencana Hadir dengan Wajah Baru

Apr 26, 2022 21:06
Direktur Malang Plaza Ika Anggraini (kanan). (Foto: Nila Maulida/JatimTIMES)
Direktur Malang Plaza Ika Anggraini (kanan). (Foto: Nila Maulida/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Malang Plaza, pelopor pusat perbelanjaan modern di Kota Malang yang dibangun sejak 1985 nampaknya bersiap untuk menyuguhkan wajah baru. Rencananya, pusat perbelanjaan dengan konsep handphone center itu akan dipermak menjadi mal dengan konsep art, heritage dan vintage.

Direktur Malang Plaza Ika Anggriani mengungkapkan, pelaksanaan perubahan direncanakan dilakukan mulai Mei hingga Juni 2022 mendatang. Rencana perubahan konsep art, heritage dan vintage sendiri dipilih karena Kota Malang dinilai belum memiliki pusat perbelanjaan yang mengusung konsep tersebut.

"Kita membuat konsep Art, Heritage and Vintage sendiri karena di Malang belum ada. Untuk itu kami meminta sumbangsih para teman-teman dalam bentuk saran dan masukan," katanya dalam acara sarasehan yang digelar bersama pegiat barang antik Kota Malang, Selasa (26/4/2022).

Rencana perubahan itu pun diyakini mampu memikat hati masyarakat dan pelancong yang berkunjung ke Kota Pendidikan ini. Pasalnya, berkaca pada keberhasilan Malang Plaza yang mengusung konsep handphone center pada 1985, maka konsep anyar ini diyakini menjadi pilihan baru berbelanja.

Lebih jauh Ika menyebut, konsep baru yang ditawarkan sangat sesuai dengan bangunan Malang Plaza yang merupakan Cagar Budaya."Supaya jika ada wisatawan Malang bisa mengetahui jika di Malang Plaza ada mall heritage dan vintage. Meskipun begitu kita juga harus memanfaatkan promosi di duniaaya atau secara online supaya meraih pasar dari berbagai kota," imbuh Ika.

Tidak hanya mengusung konsep yang menarik, Malang Plaza juga memiliki Garasi kreatif yang akan digunakan sebagai tempat pelatihan maupun lomba-lomba untuk mengasah kreativitas.

Dengan konsep baru yang disuguhkan, Ika berharap agar perbelanjaan barang-barang antik di Kota Pendidikan ini dapat terpusat di Malang Plaza. Sehingga, para pelancong dapat mencari cindera mata khas yang klasik hanya pada satu tempat saja.

Sementara itu, Wahyu selaku perwakilan komunitas pegiat keris dalam pemaparannya menyebut, Malang Plaza membutuhkan sentuhan seni agar tidak hanya merubah tampilan luar saja. Tetapi juga membangun spirit agar para pengunjung merasa ketagihan atas kunjungannya pada Mall tersebut.

Dia pun berharap agar 86 stan baru yang dibuka manajemen mal untuk menjual barang antik, tidak dibebani dengan biaya sewa yang tinggi. Karena biaya sewa sebesar Rp 1 Juta yang ditawarkan pihak manajemen ia nilai terlalu mahal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Malang PlazaKota Malangkonsep malang plaza

Berita Lainnya

Berita

Terbaru