Mengenal Keris Nyi Sombro Nogo Manten di Museum Singhasari Kabupaten Malang

Apr 29, 2022 08:30
Keris Nyi Sombro Nogo Manten (paling belakang) yang dipajang di ruang pamer Museum Singhasari Kabupaten Malang (foto: Amin/JatimTIMES)
Keris Nyi Sombro Nogo Manten (paling belakang) yang dipajang di ruang pamer Museum Singhasari Kabupaten Malang (foto: Amin/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ratusan bahkan puluhan koleksi benda bersejarah terpampang di Museum Singhasari Kabupaten Malang. Namun masih banyak orang yang tak mengetahuinya. Salah satu koleksi Museum Singhasari yang tak banyak diketahui orang ialah Keris Nyi Sombro Nogo Manten

Ya, bagi yang sudah pernah mendengar nama itu mungkin tak asing lagi. Tapi bagi generasi penerus, mungkin perlu mengetahui jejak sejarah dari mpu yang membuatnya.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum Singhasari Yossy Indra Hardyanto mengatakan, banyak sekali barang peninggalan sejarah yang ada di Museum Singhasari. Hal ini menurutnya dapat dijadikan wisata edukasi yang bagus untuk generasi muda. 

“Jadi koleksinya kebanyakan memang replika, tapi yang asli ada cuma di tempat khusus. Karena memang ada beberapa yang tidak bisa ditampilkan untuk publik, karena sifatnya yang untuk penelitian atau akademisi saja,” kata Yossy kepada JatimTIMES.

Dari situ, Yossy mencoba menjelaskan satu keris pusaka yang dulunya pernah dimiliki oleh Gubernur ke-7 Jawa Timur (Jatim) Sunandar Priyo Sudarmo. Keris tersebut bernama Nyi Sombro Nogo Manten. 

“Keris ini unik, karena beda dari yang lain. Karena ini ada dekorasi seperti ini, lalu pamor pijetan juga artinya memang membuatnya melalui jarinya. Ini yang membuat namanya Nyi Sombro. Jadi meski tidak diasah, keris ini tajam terus. Dan bahannya itu dari batu meteor, jadi ketahanannya kuat sekali dari zaman ke zaman,” papar Yossy yang sekaligus menegaskan bahwa keris tersebut ada sekitar abad 1.300-an. 

Lalu apakah keris berisi hantu semacam genderuwo, pocong atau bahkan kuntilanak? Yossy menjelaskan bahwa stigma tersebut harus dirubah. Sebab, generasi penerus harus mengetahui sisi sejarah dari pembuatan keris berikut sang pembuat. 

“Jadi keris ini berisi energi, darimana? Ya dari mpu nya. Keris itu ibarat personafikasi dari yang membuatnya. Makanya zaman dulu ketika ada pernikahan, misal orang dulu ada kegiatan yang sama waktunya, bisa akhirnya ya keris itu yang mewakili, karena akan sama yang diwujudkan ketika itu,” kata Yossy. 

Berdasarkan pengalaman yang dimiliki, Yossy menuturkan bahwa keris terlihat spesial dilihat dari warangka atau sandhangan-nya (sarungnya) itu yang terbuat dari kayu Timoho. Karena menurutnya saat ini keris di Indonesia bisa dihitung dengan jari yang menggunakan kayu Timoho. 

Oleh karena itu, Yossy berharap stigma bahwa ketika orang membawa keris yang dianggap menyembah barang atau semacamnya harus segera dirubah. Sebab, warisan para leluhur tidak bisa dilupakan. 

“Banyak orang berpendapat bahwa jika kita memegang keris itu, wah nyembah keris atau apa. Itu stigma yang harus dirubah, karena ini mahakarya yang orang sekarang tidak bisa buat,” tegas Yossy. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai literasi, pada zaman dahulu di Kerajaan Pajajaran pernah hidup Nyi Sombro. Ia adalah pembuat keris yang sakti. Konon saking saktinya Nyi Sombro mampu menciptakan keris sambil mengambang di atas samudra. Ia hanya butuh alas kain jarik untuk membuatnya.

Katanya juga, saking saktinya, Mpu Sombro tak butuh perapian ketika membuat keris. Tak perlu pemukul juga. Ia cukup memijit bilah keris itu. Itulah kenapa keris hasil karyanya selalu berciri lekukan yang seolah bekas dipijat jari. Kerisnya diyakini memiliki kekuatan gaib untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan rumit yang dialami dalam kehidupan.

Dalam pemahaman umum, keris Sombro adalah keris lurus, berukuran relatif pendek, yaitu kurang dari sejengkal dan bilahnya lebar. Keris ini memiliki gandhik yang polos, bagian dasar keris (ganja) dan bilahnya menyatu tanpa sambungan (ganja iras).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Museum Singhasarikoleksi museum singhasariposko mudik lebaran

Berita Lainnya

Berita

Terbaru