Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba-Serbi

Berawal dari Perang, Tradisi Saling Kirim Hampers saat Lebaran Masih Terjaga

Penulis : Nila Maulida - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

26 - Apr - 2022, 19:34

Placeholder
Hampers Lebaran (Pinterest.com/dolcekitchen)

JATIMTIMES - Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri merupakan hari raya umat Muslim yang jatuh tiap tanggal 1 Syawal. Selain menjadi tradisi untuk saling memaafkan, momen menjelang Lebaran juga sering diisi dengan tradisi saling mengirim parsel.

 Kendati demikian, masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana asal mula tradisi tersebut mulai muncul. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Parsel Indonesia (APPI) Fahira Idris, tradisi saling kirim parsel atau hampers ketika  Lebaran telah ada sejak dulu kala.

"Sebenarnya tradisi pemberian parsel atau bingkisan atau hadiah adalah tradisi dunia. Tiap negara punya tradisi ini, terutama di saat hari-hari besar. Misalnya hari besar keagamaan," kata Fahira.

Jika dilihat dari sejarahnya, sebagaimana yang dilansir dari Tamasia, tradisi saling mengirimkan parsel atau hampers saat Lebaran sudah ada sejak abad ke-11.

Pada masa  tersebut, hampers  diperkenalkan pertama  oleh William The Conqueror setelah Pertempuran Hastings.

Kala itu, para ibu yang tidak ikut turun ke medan perang membuatkan parsel dan mengirimkannya kepada orang-orang yang menjadi pejuang perang.

"Para ibu atau perempuan yang saat itu tidak terjun ke medan pertempuran berjuang dengan mengirimkan parsel berisi makanan untuk para pejuang. Tradisi mengirimkan ini kemudian berlanjut hingga kini, terutama di momen hari besar keagamaan," imbuh Fahira.

Tradisi tersebut mulai dikaitkan dengan perayaan-perayaan penting sejak tahun 1800-an, yang bertepatan dengan era revolusi industri. Ketika itu, hampers lebih dulu dikaitkan dengan Hari Natal sebagai  pemberian hadiah.

Tradisi saling kirim hampers kembali dipopulerkan  keluarga Victoria di kelas menengah dan atas pada abad ke-19. Mereka mengubah hampers menjadi barang mewah yang diberikan sebagai hadiah.

Seiring berjalannya waktu, hampers juga dikaitkan dengan perayaan Lebaran. Mengingat ukuran dari hampers yang besar, Anda  dapat  menyesuaikan isinya dengan barang atau makanan kesukaan penerima.


Topik

Serba-Serbi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Nila Maulida

Editor

Sri Kurnia Mahiruni