Ekskavasi Tahap 3 Situs Pandegong Jombang, 3 Candi Wahana Berhasil Ditemukan

Apr 22, 2022 17:42
Penampakan Situs Pandegong usai lalui 3 tahap ekskavasi. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)
Penampakan Situs Pandegong usai lalui 3 tahap ekskavasi. (Foto : Adi Rosul / JombangTimes)

JATIMTIMES - Tim BPCB Jatim telah menuntaskan ekskavasi tahap 3 Situs Pandegong di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Hasil penggalian arkeologi selama 10 hari ini berhasil menemukan 3 bangunan perwara atau candi wahana di sisi barat bangunan utama Candi Pandegong.

Area di sisi barat Candi Pandegong menjadi fokus utama tim BPCB Jatim selama ekskavasi sejak 13 hingga 22 April 2022. Selama 10 hari itu, arkeolog mencoba membuka lahan seluas 64 meter persegi yang terbagi dalam 4 titik kotak gali.

Ketua Tim Ekskavasi Situs Pandegong Vidi Susanto mengatakan, hasil penggalian arkeologi tersebut berhasil menemukan 3 bangunan perwara atau candi wahana. Masing-masing berada di sisi barat bangunan utama Candi Pandegong.

"Ekskavasi hari terakhir ini kita berhasil membuktikan data bahwa perwara atau wahana di sebelah barat dari candi utama itu jumlahnya ada tiga," terangnya saat ditemui wartawan di lokasi ekskavasi Situs Pandegong, Jumat (22/04/2022).

Ketiga candi wahana ini berada saling bersebelahan yang membentang dari selatan ke utara. Namun, hanya bangunan di sisi selatan yang baru bisa ditampakkan keseluruhan struktur.

Bangunan berupa tatanan bata merah kuno itu memiliki luas 310 centimeter hingga 320 centimeter persegi dengan tersisa hanya 6 hingga 7 lapis bata setinggi 60 centimeter. "Kenapa ukurannya berbeda itu kemungkinan besar ada kemlesakan karena akar pohon, lalu struktur itu ada yang mekar dan rusak. Jadi ukurannya menjadi berbeda, namun kemungkinannya bentuknya persegi," tandasnya.

Ketiga bangunan candi wahana itu diduga memiliki ukuran yang sama. Hanya saja, bangunan candi wahana sebelah tengah memiliki tonjolan struktur yang mengarah ke timur atau menghadap Candi Pandegong. Struktur itu memanjang hingga 360 centimeter.

Vidi menjelaskan, perwara atau candi wahana ini merupakan candi kecil di depan candi utama. Tiga candi wahana itu sebagai tempat untuk menghormati 3 tunggangan dari 3 dewa.

Sesuai dengan konsep Trimurti Hindu, ada 3 dewa utama yang memiliki wahana atau tunggangan. Yaitu Dewa Siwa memiliki tunggangan lembu, Dewa Wisnu memiliki tunggangan Garuda dan Dewa Brahma memiliki tunggangan angsa.

Konsep percandian itu umum ditemukan pada kompleks candi beraliran siwa yang dibangun pada masa Mpu Sindok, Raja Medang di abad ke-10 Masehi. "Bangunan candi wahana yang tengah itu Siwa, sebelah utara itu Brahma dan sebelah selatan itu Wisnu," kata Vidi.

Selain itu, tim ekskavasi juga menemukan potongan arca berupa kepala lembu. Fragmen arca ini diidentifikasi sebagai kepala Nandini yang merupakan wahana dari Dewa Siwa.

Potongan arca berbahan batu andesit berukuran 17x10x18 cm itu ditemukan di timur dari bangunan perwara sisi selatan. "Hari ketujuh kita menemukan arca kepala nandi yang juga menguatkan tentang adanya candi wahana ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, tim ekskavasi juga menemukan potongan arca berupa tangan kiri yang memegang kendi. Fragmen ini diduga sebagai potongan dari arca Agastya.

Tim ekskavasi juga telah menuntaskan penggalian terhadap sumuran yang berada di atas Candi Pandegong. Penggalian dilakukan hingga kedalaman 4 meter. Lapisan dasar candi ini berupa lantai dari tatanan bata merah kuno.

"Yang kita temukan dasarnya datanya kemungkinan tatanan bata, mungkin lantai. Tapi kita hanya temukan beberapa, sementara yang lain kita tidak temukan. Kalau peripih sudah hilang," ucapnya.

Candi Pandegong ini telah melewati 2 ekskavasi sebelumnya. Yaitu ekskavasi pertama pada November 2021 dan ekskavasi tahap 2 yang digelar pada 16-26 Maret 2022 lalu.

Pada ekskavasi tahap 2 ini, tim BPCB Jatim berhasil menampakkan seluruh bangunan candi, serta menggali sumur di tengah-tengah struktur candi. Struktur candi ini memiliki luas 8x8 meter persegi dengan tinggi bangunan yang tersisa 1,5-2 meter. Sedangkan tinggi fondasi candi sekitar 50 cm.

Bangunan utama candi berdenah cruciform, karena terdapat penampil atau tonjolan struktur di setiap sisinya. Bangunan utama candi ini tersambung dengan tangga masuk dari barat ke timur. Struktur tangga sepanjang 210 cm dari barat ke timur. Sedangkan lebarnya dari selatan ke utara 230 cm. Bagian paling tinggi tangga ini 100 cm. Posisi tangga membuktikan bangunan suci ini menghadap ke barat.

Situs Pandegong ini juga dilengkapi sumuran candi di tengah-tengah struktur utama. Bagian paling suci pada candi ini berbentuk persegi 2,34 x 2,34 meter dengan kedalaman lebih dari 3 meter. Selain itu, tim ekskavasi juga menemukan dua arca yaitu Nandiswara dan Mahakala serta arca kepala arca yang ditemukan pada tahun 2017 oleh juru pelihara Situs Pandegong.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
potongan arcaPasar Bunga Kabupaten BlitarSitus Pandegong Jombang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru