Penyabab dan Cara Mengatasi Perut Mulas Setelah Berpuasa Seharian

Apr 10, 2022 12:01
Sumber gambar: google.com/halodoc.com
Sumber gambar: google.com/halodoc.com

JATIMTIMES - Bulan puasa merupakan bulan yang sangat disambut secara antusias oleh para umat Islam di seluruh penjuru dunia. Namun, terkadang masalah dapat timbul begitu saja sehingga dapat mengganggu kenyamanan anda dalam menjalankan ibadah puasa. Salah satunya adalah rasa mulas pada perut. Kali ini kami akan mengulas penyebab dan cara mengatasi rasa mulas tersebut. Simak penjelasannya berikut ini. 

Dari sudut pandang ilmu kesehatan, kegiatan berpuasa bermanfaat untuk tubuh. Beberapa di antaranya yaitu membantu proses pembakaran lemak di dalam tubuh, memberi waktu untuk regenerasi sel-sel kekebalan tubuh, serta memicu hormon rasa bahagia. 

Kendati demikian, berpuasa juga bisa memicu risiko. Metabolisme tubuh manusia bekerja sesuai dengan ritme sirkadian. Ini artinya, metabolisme sudah beradaptasi dengan kebiasaan makan pada waktu siang dan tidur pada waktu malam.

Ketika menjalani puasa, kebiasaan mengonsumsi makanan hanya bisa dilakukan saat sahur dan berbuka, kebiasaan makan pada pagi dan siang hari pun tidak dapat dilakukan. Sehingga, metabolisme saat puasa berubah dan tubuh pun memerlukan waktu untuk adaptasi ulang dengan situasi yang baru.

Sehingga, salah satu efek yang dapat timbul saat berpuasa adalah kenaikan pada asam lambung. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya makanan atau minuman yang masuk dalam rentang waktu yang cukup panjang. Inilah yang membuat Anda merasakan gejala gangguan pada pencernaan seperti sakit perut. 

Bagi anda yang memiliki masalah tersebut alangkah baiknya jika memperhatikan apa yang akan anda konsumsi ketika sahur dan berbuka. Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan rasa sakit perut saat berpuasa dan cara mengatasinya: 

Mengonsumsi Makanan Pedas 

Rasa sakit pada perut setelah makan pedas umumnya dipicu oleh senyawa kimia yang disebut capsaicin. Molekul senyawa ini berikatan dengan reseptor saraf yang menghantarkan sinyal nyeri menuju otak. Selain itu, mengonsumsi makanan pedas juga dapat mengganggu pencernaan Anda. 

Melansir dari laman halodoc.com Kandungan pada cabai ini dapat menyebabkan iritasi. Inilah mengapa bila kulit kamu bersentuhan dengan cabai, kamu akan merasakan sensasi terbakar. Bayangkan saja betapa nyerinya perut anda nanti setelah mengonsumsi makanan pedas saat sahur. 

Cara mengatasi hal tersebut tentunya dengan menghindari menu makanan pedas. Baik makanan berkuah maupun makanan kering. Jika anda sudah terlanjur mengonsumsi makanan pedas saat sahur, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi susu putih sebanyak setengah gelas. Baik sebelum mengonsumsi makanan pedas maupun setelahnya. Susu dipercaya dapat menetralisir kandungan makanan yang berada di dalam lambung. 

intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan akibat tubuh tidak dapat mencerna laktosa. Kondisi ini sering kali ditandai dengan diare, perut kembung dan sering buang angin setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa, seperti susu atau produk olahannya.

Dilansir dari alodokter.com hingga saat ini, belum ditemukan pengobatan untuk intoleransi laktosa dan cara untuk meningkatkan produksi laktase. 

Meski demikian, penderita bisa menghindari munculnya keluhan dengan membatasi konsumsi makanan yang mengandung laktosa atau hanya mengonsumsi makanan yang bebas laktosa. Oleh sebab itu, jika Anda menderita intoleransi laktosa, perhatikan komposisi makanan dan minuman sebelum mengonsumsinya.

Tidur Setelah Sahur 

Tidur setelah sahur seolah menjadi hal yang didambakan bagi orang kebanyakan. Mereka berpikir jika perut kenyang setelah makan sahur, akan memberikan sensasi nyaman untuk melanjutkan tidur di waktu subuh. Namun, pemikiran tersebut ternyata salah. Tidur setelah makan sahur justru dapat menjadi pemicu dari sakit perut saat berpuasa. 

Ketimbang berdiam diri atau langsung tidur, coba sempatkan waktu selama beberapa menit untuk berjalan kaki setelah makan. Cara ini cukup berguna untuk menghindari Anda dari risiko sakit perut saat puasa, sebab gerakan tubuh dapat membantu pencernaan dengan mendorong rangsangan pada perut dan usus. Sehingga, makanan akan lebih cepat bergerak dan dicerna.

Selain itu, aktivitas fisik berintensitas rendah hingga sedang yang dilakukan setelah makan berpotensi untuk memberikan efek perlindungan pada saluran pencernaan tubuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tips Sehattips berpuasakeluarga tenggelam di sungai brantaspuasa Ramadan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru