JATIMTIMES - Belum lama ini, publik digegerkan dengan aksi pawang hujan Rara Istiani Wulandari di gelaran MotoGP Mandalika 2022. Aksinya pun mendadak viral hingga disorot media asing.
Cuaca buruk saat itu menyebabkan jam balapan menjadi mundur dari jadwal semestinya. Di tengah ketidakpastian kapan balapan bisa dimulai, sosok pawang hujan yakni Rara hadir di depan pit lane.
Ia tampak mengenakan jaket berwarna merah hitam, memakai helm putih, dan berjalan tanpa alas kaki di tengah guyuran hujan. Rara juga tampak membawa alat-alat khusus seperti mangkuk emas dan beberapa benda menyerupai batang lidi.
Sesekali ia berhenti sambil merapalkan sesuatu dan mengangkat alat-alatnya ke atas. Aneh tapi nyata, hujan mulai mereda tak lama setelah sang pawang terekam kamera televisi melakukan ritualnya. Balapan akhirnya bisa dimulai dan berakhir dengan kemenangan rider tim KTM, Miguel Oliveira.
Perlu diketahui, sebagai pawang hujan, Rara tentu harus melakukan rituak unik atau menyiapkan sesaji. Dalam ritualnya, Rara harus membawa berbagai perlengkapan yang ia adopsi dari berbagai budaya. Mulai dari cawan emas atau singing bowl asal Tibet, cabai dan bawang yang ditusuk ke tanah dari budaya Kejawen, hingga dupa yang lebih universal.
Ia juga membawa miniatur Semar. Alasan Rara menggunakan Semar selain karena merupakan tokoh favoritnya, adalah prinsip tokoh pewayangan tersebut yaitu 'eling lan waspada'.
Rara juga mengatakan bahwa dirinya tidak boleh melakukan hubungan seksual saat akan menjalankan aksinya. Selain itu, ia tidak menggunakan alas kaki yang merupakan salah 1 syarat untuk menjalani ritual tersebut.
Seperti diketahui, saat MotoGP Mandalika terdapat sebuah tenda yang berisi sesaji untuk melakukan ritual. Saat melakukan ritual, Rara diketahui memutari area sirkuit dan menaruh sesaji di tempat tertentu, seperti di pintu race control, tempat start, hingga bagian dalam ruangan di Sirkuit Mandalika. Namun, setelah ritual selesai, sesaji yang digunakan Rara akan dibagikan ke orang-orang. Rara menjelaskan bahwa ritual yang dilakukannya membutuhkan es batu atau kayu abu.
Namun aksi Rara sebagai pawang hujan itu sepertinya tak kalah manjur dengan kisah almarhum KH Maimun Zubair alias Mbah Moen. Tanpa sesaji dan hanya dengan doa, Mbah Moen berhasil meredakan hujan. Diketahui, Mbah Moen merupakan salah 1 tokoh Islam yang sangat berpengaruh di Indonesia. Mbah Moen meninggal dunia 2019 lalu.
Kendati demikian, ia meninggalkan cerita terkait karomah yang dimilikinya. Salah satunya yakni saat Mbah Moen menghentikan hujan ketika mengisi pengajian. Aksi Mbah Moen itu kembali diunggah oleh akun TikTok @andrybalinesse. Diketahui, video itu adalah video lama yang terjadi pada 2013 di Kudus, Jawa Tengah.
Para jamaah yang hadir terlihat menyimak kajian dari Mbah Moen di bawah tenda yang di pasang di halaman rumah. Namun, di tengah kajian tiba-tiba turun hujan. Panitia lantas bangkit dan mempersilahkan Mbah Moen untuk pindah ke dalam ruangan agar tidak terkena hujan. Namun, Mbah Moen justru menolak. Sementara, terlihat jamaah yang mencari lokasi untuk berteduh.
"Kalian kok pada pindah? Nanti kalau (jamaah) habis ya saya masuk rumah," kata Mbah Moen.
Tak lama, Mbah Moen membaca doa.
"Allahumma hawalayna wa la ‘alayna."
Artinya: Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, dan jangan turunkan kepada kami untuk merusak kami.
Diterangkan dalam Sahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Anas, Nabi Muhammad SAW juga membaca doa ini untuk mengalihkan hujan. Mbah Moen membaca doa itu sebanyak 3 kali. Usai membaca doa, ia lantas mengajak para jamaah untuk membaca surat Al Lahab sebanyak 3 kali.
"Tab bat yadaa abii Lahabinw-wa tabb. Maa aghna 'anhu maaluhu wa ma kasab. Sa yas laa naran zaata lahab. Wam ra-atuh hamma latal-hatab. Fii jiidiha hab lum mim-masad."
Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal."
Usai membaca doa, tak lama hujan pun benar-benar berhenti. Mbah Moen lalu kembali melanjutkan kajian bersama para jamaah yang hadir. Tak ayal, video lawas Mbah Moen ini langsung mengundang berbagai respons dari warganet.
@Ranu Safaraz:ini bedanya , kalau mbah maimun mintanya langsung ke Allah . kalau mbak rara nggak tahu, selama mimintanya hanya kelada Allah SWT ya nggak papa.
@depstakopi:lha kalau yg baca mbh maium,, janagn kan hujan ,, rembang ke jkt aja ,,hanya kedip maata udh Samapi ,subhanallah karomah beliau.
@mufid718:Alhamdulillah..akhirnya dapat ilmu penolak hujan..efek mbak rara.
@ladyjek:dan Alhamdulillah, almarhum KH Maimoen Zubair dulu yg mengalungkan sorban hijaunya untuk pak Jokowi ternyata terbukti, beliau presiden yg maju.
@Bassam Putra:Mbak rara dg keyakinannya,dan alm KH Maimun dg keyakinannya..tidak ada yg perlu dibanding2kan.
