JATIMTIMES - Kerusakan yang terjadi di seputar kawasan Savana Bromo dan sekitarnya banyak disayangkan. Terlebih, kerusakan terjadi lantaran par pelaku wisatawan yang sengaja membuka jalur liar di luar batas yang ditetapkan. Kerusakan ini pun bukan kali pertama, melainkan sudah beberapa kali terjadi.
Kerusakan yang terjadi kembali itu pun kemudian membuat pemulihan Savana Bromo dan sekitarnya dilaksanakan sejak 14 Maret 2022 hingga sekarang. Savana bromo yang sempat rusak dikarenakan para pengendara motor trail yang sering membuka jalur liar di luar batas itu masih dalam proses pemulihan. Setelah dilakukan penelusuran dan pemeriksaan jalur, ditemukan wilayah parkir liar dan jalur-jalur baru yang dipastikan dapat merusak ekosistem di daerah Savana dan Bukit Teletubbies tersebut.
Sebelumnya, area-area liar itu merupakan area rerumputan dan ilalang di kawasan Savana. Namun, oleh wisatawan yang datang menggunakan kendaraan bermotor, seperti motor trail dan mobil off-road digilas dengan kendaraan yang mereka tunggangi begitu saja.
Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat menuturkan, tujuan dilakukanya pemulihan daerah tersebut sejak Desember 2022 hingga sekarang dilakukan untuk mengembalikan dan melindungi kondisi ekosistem savana TNBTS dan mencegah kerusakan ekosistem lainya yang lebih parah lagi.
Pihak-pihak yang terlibat dalam acara tersebut seperti Forum Sahabat Gunung, Mitra Paguyuban, Wisata, Relawan Bromo, PKL, paguyuban jasa kuda, paguyuban jasa jip, TNI, Polri, Voluntir dari MMP, MPA dan BB TNBTS serta masyarakat sekitar turut membantu proses pemulihan kawasan Savana Bromo. Jalur-jalur baru yang tadinya terbuka secara liar mulai dipagari menggunakan bambu-bambu. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung tidak melintas dibatas jalur yang sudah ditentukan.
Lebih jauh Syarief menyatakan bahwa perbaikan dilakukan dengan membajak tanah tandus di kantong parkir liar menggunakan handtractor. Selanjutnya, dipagari dengan bambu dan ditanami bibit tanaman endemik di Savana Bromo.
“Saya berharap pengunjung atau masyarakat tidak melakukan aktivitas di luar aktivitas wisata yang direkomendasikan serta ikut menjaga dan memelihara kawasan konservasi TNBTS secara bertanggung jawab dan partisipatif,” jelas Syarif kepada MalangTIMES, Selasa (22/3/2022).
Langkah ke depan yang hendak dilakukan adalah akan mempertegas upaya imbauan di pintu masuk kepada pengunjung untuk tidak membuka jalur-jalur baru dan melewati batas bambu yang telah dipasang.
