Malangtimes

Ketika Nabi Musa Berdoa Ingin Melihat Wujud Allah, Ini Yang Terjadi padanya

Mar 22, 2022 12:31
Ilustrasi Nabi Musa yang memohon untuk melihat perwujudan Sang Pencipta. (Ist)
Ilustrasi Nabi Musa yang memohon untuk melihat perwujudan Sang Pencipta. (Ist)

JATIMTIMES - Nabi Musa merupakan nabi utusan Allah untuk membimbing kaum Bani Israil. Nabi Musa menyampaikan risalah Allah kepada kaum berupa Kitab Taurat. Dan semasa hidupnya, Nabi Musa harus menghadapi kezholiman Firaun, penguasa Mesir.

Mukjizat dari Allah membuat Nabi Musa mampu membelah lautan hingga akhirnya menenggelamkan Firaun bersama para pengikutnya. 

Setelah semua kejadian dihadapi Nabi Musa, beliau pernah beroda kepada Allah untuk menampakkan dirinya.  Setelah itu, kejadian dahsyat dialami Nabi Musa ketika Allah merespons doanya.

 Lantas, apa yang dialami Nabi Musa? Simak ulasannya yang diolah dari Ensiklopedia Al Fatih. Dalam Alquran Surat Al A'Raf dijelaskan, ketika itu Nabi Musa meninggalkan kaumnya dan meminta saudaranya, yakni Nabi Harun,  memimpin Bani Israil.

Nabi Musa kemudian naik ke sebuah gunung yang bernama  Sinai setelah menyempurnakan 40 malam dengan berpuasa dan beribadah di gunung tersebut.

Allah kemudian berfirman dan menurunkan Kitab Taurat kepada beliau. "Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, berjayalah Musa, "ya Tuhanku tampakanlah kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau" (QS Al A'raf 143). 

Peristiwa ini tentunya di luar nalar. Pemandangan ini layaknya hubungan sebutir debu yang terbatas fana dengan wujud Zat Yang Maha Penguasa dan Pencipta Yang Abadi Tanpa Perantara. 

Kejadian yang dialami Musa ini tentunya menjadi kejadian yang membingungkan. Tetapi. Musa mampu menerima kalimat-kalimat Allah dan membuatnha begitu rindu dan ingin melihat Tuhannya. 

Kerinduan Nabi Musa As kepada Allah SWT membuatnya lupa akan siapa dirinya. Ia meminta sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan manusia di muka bumi.

Musa meminta penglihatan agung dan ingin mengetahui Allah SWT didorong oleh kesamaan rindunya dan gejolak cintanya terhadap Allah.  Namun Allah kemudian menjelaskan bahwa  Musa tidak akan bisa melihat Allah karena tak mampu.

Allah kemudian menjadi sebuah gunung.  Alalu berfirman, "Engkau sekali-kali tidak akan mampu melihat-Ku. Tetapi arahkanlah pandanganmu ke gunung itu. Maka jika ia tetap pada tempatnya, niscaya engkau dapat melihat-Ku"( QS Al Araf 143).

Gunung tersebut tampak begitu kokoh berdiri dan lebih kecil keterpengaruhannya dan responsnya daripada manusia.
Tetapi, apa gerangan yang terjadi ketika Tuhannya menampakan diri. "Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh "(QS Al Araf 143).

Lantas, bagaimana bentuk penampakan Allah itu? Dalam hal ini tentunya manusia tidak bisa menyifati dan mengidentifikasinya. Hal ini karena tidak ada satu pun yang berasal dari rasul. Alquran Karim  sendiri juga tidak mengatakan apa pun.

Gunung tersebut kemudian rata dengan tanah rumah hancur berantakan. Musa saat itu sangat takut dan berlakulah sesuatu pada keberadaan dirinya sebagai manusia yang lemah.

"Dan Musa pun jatuh pingsan" (QS Al Araf 143). "Maka setelah Musa sadar kembali " (QS Al Araf 143).

Selepas itu, Musa menyadari batas kemampuannya sebagai manusia bahwa ia telah melakukan permintaan di luar batas atau melebihi batas. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah, tak mungkin manusi dapat melihatnya. 

Nabi Musa pun kemudian bertaubat dan memohon ampun atas permintaannya yang melebihi batas. Dalam hadis nabi yang dijelaskan Imam Ahmad: "Lantas gunung tersebut hancur luluh lantah menjadi abu. Allah SWT Yang Maha Tahu". Wallahualam Bisawab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru