Singgung Reputasi Kampus Internasional, Menko PMK Dorong UB Miliki Dana Abadi

Mar 19, 2022 18:57
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) No. 2/2022 tentang Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Rektor (Foto: Ist)
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) No. 2/2022 tentang Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Rektor (Foto: Ist)

JATIMTIMES - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyarankan adanya Dana Abadi di Universitas Brawijaya (UB). Hal itu disampaikannya usai Sosialisasi Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) No. 2/2022 tentang Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Rektor, Sabtu (19/3/2022).

"Saya sarankan UB supaya ada Dana Abadi. Itu untuk menyediakan beasiswa," jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Prof Muhadjir Effendy, peruntukan beasiswa tersebut bukan mahasiswa Indonesia atau dalam negeri, akan tetapi untuk mahasiswa luar negeri yang belajar di UB.

Dengan ini, menurutnya akan semakin menguatkan UB, bahwa kampus ini merupakan kampus yang bereputasi internasional dan bukan hanya milik lokal, akan tetapi merupakan milik dunia.

"Jadi yang namanya internasional class, mahasiswanya juga dari luar negeri, yang dalam negeri sedikit saja. Mungkin perbandingannya bisa 4 banding 1," tutur Prof Muhadjir.

Mengenai standar atau nominal Dana Abadi yang harus disediakan, dijelaskan Muhadjir masih belum dipastikan. Saat ini, pihaknya masih akan melakukan pembahasan bersama terkait hal tersebut.

"Akan dibicarakan lebih lanjut, baru sekedar gagasan," ungkapnya.

Sementara itu, Prof Erani Yustika, Ketua Ikatan Alumni UB, menjelaskan, dalam proses pembelajaran, riset dan yang lainnya, tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar. Dan hal ini menurutnya tak bisa terus bergantung pada pemerintah.

Terlebih lagi, lanjutnya, kampus-kampus yang bertranformasi menjadi Badan Hukum Miliki Negara (BHMN) harus makin lincah untuk mencari sumber pendanaan, di mana salah satunya adalah Dana Abadi.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua MWA bersama pimpinan perguruan tinggi akan menginisiasi Dana Abadi, di mana hal ini juga telah banyak dilakukan oleh kampus BHMN.

"Hal ini menjadi prioritas yang harus dikawal Rektor dan dibantu oleh MWA," tuturnya.

Menurutnya, ikatan alumni juga harus menjadi poros dalam upaya mensukseskan hal tersebut, termasuk juga berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan Dana Abadi.  Pihaknya menyebut, jika kampus sekelas UB, harapannya bisa memiliki Dana Abadi yang itu dengan kisaran Rp 1 Triliun.

"UB sudah punya cikal bakal Yayasan Dana Abadi yang telaah diinisiasi selama ini dan akan terus dikembangkan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Muhadjir Effendydana abadidana abadi kampusUniversitas BrawijayaBerita PendidikanBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru