Nasib Pemain Timnas Indonesia yang Karirnya Mati Muda, Ada yang Jadi Begal

Jan 08, 2022 18:20
Ilustrasi pemain Timnas Indonesia (foto: istimewa)
Ilustrasi pemain Timnas Indonesia (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Sepak bola Indonesia selain tekenal dengan dramanya juga kerap mencetak pemain berkualitas pada masanya. Bisa dilihat dari Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti hingga Boaz Solossa. 

Kita patut memberi apresiasi kepada pemain yang pernah membela skuad Garuda dan memberi sumbangsih bagi negara. Tapi bagaimana kondisi mereka sekarang? 

Berikut 5 pemain Timnas Indonesia yang karirnya meredup:

Maldini Pali (foto: istimewa)

1. Maldini Pali

Pemain asal Sulawesi Selatan yang namanya mirip dengan legenda AC Milan, Paolo Maldini. Namun nasibnya agak sedikit berbeda. 

Bersama Timnas Indonesia U-19 di era Indra Sjafri, Maldini disebut dapat menjadi winger masa depan bagi Merah Putih. 

Pernah membela PSM Makassar hingga Sriwijaya FC, Maldini akhirnya berlabuh ke Bhayangkara FC pada tahun 2017. Tapi di sana ia justru tidak mendapat tempat karena kalah bersaing. 

Selanjutnya, pesepakbola yang juga sebagai polisi itu berlabuh ke Kalteng Putra. Namun potensi Maldini tidak keluar ketika berada di sana. Hingga kompetisi terserang pandemi pada tahun 2020 lalu. 

Hingga kini Maldini tetap berstatus sebagai polisi, tapi informasi tim yang dibelanya belum jelas dimanakah panji tim yang dibela saat ini. 

Muchlis Hadi (foto: istimewa)

2. Muchlis Hadi

Pernah disebut sebagai penerus Zaenal Arif, Muchlis Hadi karirnya sempat mentereng kala dipanggil ke Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri. 

Usai membela Timnas Indonesia, Muchlis menjadi seorang polisi bersama rekannya yang lain. Tapi pasca menjadi polisi, karirnya justru meredup. 

Terakhir Muchlis membela Persib Bandung dan bermain selama 5 kali dengan torehan 1 gol. Setelah itu, hingga pandemi menyerang Indonesia Muchlis tidak lagi memiliki klub. 

2021 lalu Muchlis sempat diminati PSM Makassar yang kebetulan membutuhkan sosok striker. Namun hingga kini belum ada informasi yang menyebutkan bahwa anak dari legenda Assyabab itu bergabung dengan Juku Eja. 

Dedek Hendri (foto: istimewa)

3. Dedek Hendri

Sempat dielu-elukan akan menjadi penjaga gawang masa depan Indonesia, Hendri yang pernah membela Timnas Indonesia U-18 bersama Ahmad Bustomi dkk, ternyata karirnya berhenti karena narkoba. 

Tak hanya itu, Hendri sempat stress lantaran orang tuanya cerai hingga ia sempat menjadi begal bersenjata api. 

Bergabung dengan komplotan begal membuat Hendri semakin terjerumus. Bahkan hasil itu membegal ia gunakan lagi untuk membeli narkoba.

 

Fachri Firmansyah (foto: istimewa)

4. Fachri Firmansyah

Pemain yang pernah ikut seleksi Timnas Indonesia era Indra Sjafri ini sempat tak lolos karena sesuatu hal. Tapi ia justru lolos di tim U-21 Merah Putih kala akan mengikuti turnamen di Spanyol. 

Keberuntungan hanya berpihak sebentar pada Fachri. Sebab tackle dari pemain Levante di Spanyol tahun 2014 saat itu membuatnya cedera. Peristiwa itu membuat impian Fachri buyar hingga ia tak bisa kembali ke lapangan hijau. 

Setelah itu, Fachri dikabarkan pernah menjadi kuli panggul di sebuah pasar. Dan melamar sebagai satpam di sebuah perusahaan rokok di Kediri yang gajinya digunakan untuk terapi cederanya. 

Nasibnya sungguh tak baik karena dianggap ditelantarkan oleh PSSI dan dibiarkan begitu saja. Bahkan ia sempat membenci sepak bola. 

Hingga akhirnya ia menenangkan diri di sebuah pondok pesantren di Jombang. Tapi sebuah pemberitaan membuatnya viral dan kemudian ia dicari oleh ketua umum PSSI yang saat itu dijabat oleh Edy Rahmayadi. 

Saat itu, Edy yang kagum dengan perjuangan Fachri justru menawarinya menjadi tentara. Saat ini Fachri resmi menjadi seorang anggota TNI dan merubah nasibnya yang malang usai cedera. 

Irvin Museng (foto: istimewa)

5. Irvin Museng

Pernah moncer bersama Timnas Indonesia pada ajang Danone Nations Cup pada tahun 2005 di Perancis, nama Irvin menjadi buah bibir kala itu. 

Irvin dan rekannya saat itu pernah membantai Belanda hingga Irlandia saat berlaga di Piala Dunia junior. 

Catatan 10 gol saat itu membuat Irvin dijuluki sebagai bocah ajaib. Sampai Ajax Amsterdam meliriknya dan ingin merekrutnya. Tapi sayang, ia bermasalah pada visa nya sehingga ia gagal dan kembali ke Indonesia. 

Di Indonesia, Irvin bergabung dengan PSM Makassar sebelum akhirnya berlabuh ke Pro Duta. Tapi cedera seakan membuyarkan impiannya menjadi pesepakbola handal kala itu. 

Di tahun 2014, Irvin memutuskan untuk pensiun sebagai pesepakbola. Padahal kala itu usianya adalah usia keemasan pesepakbola. 

Namun ia banting stir ke dunia bangunan dan kontraktor. Tapi pada dunia tersebut ia justru menemukan dambaan hati yang membuatnya hidup bahagia hingga dikaruniai anak. 

 

Topik
Pemain Timnas IndonesiaBisnis kecantikankapolda jatim award 2022Timnas Indonesia

Berita Lainnya

Berita

Terbaru