Kisah Seorang Syekh yang Mengetahui Kelak Tetangganya di Surga Seorang Pemabuk

Jan 03, 2022 09:21
Ilustrasi pemabuk (pixabay)
Ilustrasi pemabuk (pixabay)

JATIMTIMES - Kehidupan di Surga digambarkan pada berbagai dalil. Penghuninya merupakan orang-orang saleh. Namun tidak diketahui persis, siapa saja orang-orang tersebut. Tetapi, seorang syekh diberikan kelebihan untuk bisa mengetahui siapa tetangganya di Surga. Tetangganya itu adalah seorang pemabuk.

Seperti Abu Yazid al Busthami (Abu Yazid Tayfur bin Isa bin Surusyan Al Busthami). Ia merupakan ahli Tasawuf yang terkemuka. Orangtuanya merupakan muslim yang taat. 

Dalam Kitab Al Mawaidh Al Ushfuriyyah, karangan Muhammad bin Abu Bakar Al Ushfury diceritakan pengalaman spiritual yang dialami oleh Abu Yazid. Suatu hari Syekh  Abu Yazid bermunajat kepada Allah SWT. Dalam munajatnya ia mengalami sesuatu hal yang aneh. Pikirannya seolah terbang menuju Arsy.

Dalam keadaan tersebut, ia bergumam, " ini adalah tempat (Mawan) baginda Muhammad, pemimpin para utusan. Semoga aku menjadi tangga beliau kelak di surga".

Setelah bergumam, tiba-tiba ada yang memberitahukan kepada abu Yazid, jika tetangganya nanti di surga adalah budak seorang syekh dari pemimpin umat di suatu negeri yang jauh.

Setelah bermunajat, ia kemudian sadar dan ingin mencari tetangganya kelak di surga. Untuk itu, Syekh Abu Yazid harus berjalan menyusuri tempat yang jauh. Jarak 500 km ia tempuh. Hal itu tetap tak menyurutkan niatnya untuk mengetahui siapa tetangganya di Surga.

Saat tiba di negeri yang menjadi tempat tinggal tetangganya kelak di surga itu, Abu Yazid kemudian bertanya kepada orang sekitar di mana  tempat tinggal orang yang ia cari.

"Wahai tuan, ada kepentingan apa anda mencari orang yang fasiq dan pemabuk itu, sedangkan tampak di wajah anda orang-orang yang saleh," kata orang di sekitarnya.

Ia kemudian mulai meragukan suara yang didengar dalam munajatnya. Abu Yazid kemudian sempat berfikir bahwa perjalanannya sia-sia. Ia berencana untuk pulang, akan tetapi melihat perjalanan jauh yang ia lakukan, tekadnya kembali bulat untuk menemukan tetangga kelak di surga.

Abu Yazid kembali bertanya kepada orang di sekitarnya, tentang keberadaan orang yang ia cari. " Biasanya ia disibukkan minum minumannya yang memabukkan di warung pojok kampung sana" kata orang sekitar pada Abis Yazid.

Alangkah terkejutnya Abu Yazid, tiba disana ia mendapati banyak orang yang di depannya tersedia minuman khamar. Saat itu, ia malah yakin bahwa suara yang ia dengar saat munajat adalah suara setan. Abu Yazid kemudian berbalik badan untuk pergi, tapi tiba-tiba seorang laki-laki dari tengah kumpulan orang mabuk tersebut berkata," wahai Abu Yazid, wahai Syekh Al Muslimin, mengapa engkau tidak mendekat terlebih dahulu?. Bukankah engkau sudah datang jauh-jauh dari kampung halaman ke negeri kami?, Dengan berusaha keras, engkau tempuh perjalanan panjang hanya untuk menemui tetanggamu di surga nanti?".

Ternyata yang mengatakan hal tersebut adalah seorang budak. Mendengar hal itu, Yazid terkejut. Belum sempat membalas, orang tersebut berkata lagi, "sungguh, engkau kini telah menemukan yang kau cari. Lantas mengapa engkau ingin pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, bertegur sapa atau menyampaikan salam perpisahan?".

Menghadapi keanehan itu. abu Yazid bergumam dalam hati, "mengapa ia mengetahui siapa aku dan maksud kedatanganku ?. Bukankah yang kulakukan ini perintah gaib?, Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa mengetahuinya?".

Laki-laki itu kemudian berkata, " wahai syekh, janganlah terlalu memikirkan dan takjub dengan semua kejadian ini. Sebab Allah yang telah mengirimku ke kota ini. dia pun telah memberitahukan kepadaku tentang kedatanganmu hari ini. Mendekatlah, wahai Syekh, duduk-duduklah".

Dalam kebingungannya, Abu Yazid dan tetap bertanya-tanya dan heran dengan hal yang ia alami.  Laki-laki tersebut kemudian berkata lagi, "tidak seorangpun yang lelaki sejati yang masuk surga sendirian. Mereka ini ada 80 lelaki fasik. Semuanya adalah para pemabuk aku telah berupaya menyelamatkan 40 orang dari mereka. Kini 40 orang itu telah bertaubat dan kembali pada Allah. Mereka kalah akan menjadi teman dan tetanggaku di surga".

Para pemabuk itu mengetahui kedatangan Abu Yazid dan percakapan antara Abu Yazid dengan salah satu pemabuk. 
Mendengar percakapan itu, para pemabuk lantas langsung bertaubat kepada Allah SWT.

Topik
jembatan limpaspintu surgaImam Malikpenghuni neraka

Berita Lainnya

Berita

Terbaru