Ratu Agung Buwek Lumajang Lahir dari Kubangan Sampah, Kini Banyak Dilirik Wisatawan

Dec 26, 2021 18:38
Kades Buwek, Randuagung saat di lokasi air Terjun Ratu Agung ( Teguh Eko Januari/JatimTimes)
Kades Buwek, Randuagung saat di lokasi air Terjun Ratu Agung ( Teguh Eko Januari/JatimTimes)

JATIMTIMES - Satu persatu destinasi wisata di Lumajang kembali bermunculan. Salasatunya di Desa Buwek, Kecamatan Randuagung. Warga Desa Buwek sekitar 4 bulan ini sibuk berbenah untuk menyambut hadirnya Ratu Agung Buwek

Ratu Agung adalah  nama air terjun di sebuah sungai Desa Buwek. Air terjun dengan ketinggian sekitar 8 meter ini semula tidak ada yang mengunjungi karena penuh dengan sampah dan kotoran hewan. Bahkan air terjun tersebut tidak hanya berupa kubangan sampah tetapi juga terkenal angker dan menjadi sarang hewan buas.

Kepala Desa Buwek Riza Alhilalah mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Apalagi sungai yang ada air terjunnya itu adalah salah satu sumber mata air dengan debit terbesar di Desa Buwek. Bersama warga, Riza kemudian menggelar rembug desa untuk merubah tempat tersebut menjadi bersih dan indah.

Kepalang tanggung, setelah dibersihkan ternyata satu persatu warga mulai berdatangan untuk melihat lokasi tersebut sehingga warga Desa Buwek kemudian bertekad menyulap lokasi itu menjadi objek wisata. 

Alhasil belum serataus persen selesai, tempat tersebut sudah mulai menyedot perhatian wisatawan. Apalagi untuk menikmati objek wisata ini pengunjung tidak dikenai retribusi, kecuali parkir yang hanya Rp. 2 ribu per motor.

“Masih 40 persen pembangunannya. Banyak fasilitas yang belum terbangun, misalnya area stand penjualan, toilet dan ruang ganti untuk mereka yang ingin mandi di sungai dan air terjun ini,” ujar Riza saat diwawancarai JatimTimes di lokasi air terjun Ratu Agung, Minggu (26/12/2021).

Saat ini fasilitas yang sudah dibangun yakni pemavingan jalan setapak menuju objek wisata, jembatan bambu, pagar, beberapa gazebo dan pembetonan untuk memperkokoh tebing sungai dan air terjun. Listrik dari PLN juga sudah masuk ke lokasi air terjun namun masih membutuhkan tambahan tiang.

“Kami sudah menghabiskan anggaran Rp 150 juta. Anggaran tersebut merupakan swadaya masyarakat dan sebagian dari Dana Desa,” terang Riza. 

Ketika disinggung soal  nama Ratu Agung, Riza berungkap bahwa itu hasil dari usulan warga. Kata ratu diambil dari kondisi mata air yang debitnya terbesar di Desa Buwek yang mengalir menuju air terjun tersebut sehingga merupakan ratunya mata air.  Sementara kata agung yang bermakna besar juga disinkronkan dengan nama wilayah kecamatan yakni Randuagung.

“Kami masih belum siap menerima kedatangan pengunjung karena banyak fasilitas yang belum kami rampungkan. Tapi kami juga tidak kuasa menolak ketika mereka berbondong-bondong datang ke sini,” ujarnya.

“Semoga dalam satu tahun ini pembangunannya tuntas seratus persen. Sehingga harapan saya untuk mencipatakan lapangan kerja dan menyejahterakan masyarakat sekitar bisa tercapai melalui objek wisata ini,” sambungnya optimis.

Topik
wisata ratu agung buwekkades buwektaman kota kediri tutupdana desa 2022

Berita Lainnya

Berita

Terbaru