Bee Jay Seafoods, Perusahaan Olahan Ikan Asal Probolinggo Buka Flagship Store di Kota Malang

Dec 24, 2021 07:57
Direktur Operasional CV Beejay Seafood Juda Mangitung saat menunjukkan beberapa produk unggulan frozen food dari Beejay Seafood di Flagship Store yang berlokasi di Jalan Danau Limboto, Sawojajar, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)
Direktur Operasional CV Beejay Seafood Juda Mangitung saat menunjukkan beberapa produk unggulan frozen food dari Beejay Seafood di Flagship Store yang berlokasi di Jalan Danau Limboto, Sawojajar, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Salah satu perusahaan olahan ikan beku asal Probolinggo yakni Bee Jay Seafoods kembali memperluas pangsa pasar dengan membuka flagship store di Kota Malang yang terletak di Jalan Danau Limboto, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. 

Bee Jay Seafoods yang sejak tahun 2004 sudah bergelut dengan dunia ekspor daging fillet ikan beku ke Australia dan Malaysia, kali ini mulai merambah pasar retail dengan membuka flagship store ketiga di Jawa Timur yakni Kota Malang. 

"Tapi baru tahun 2020 kita mengerjakan untuk pasar retail untuk olahan yang ditargetkan ke pasar lokal. Kota Malang ini flagship store ketiga, pertama di Probolinggo, kedua di Surabaya," ujar Juda kepada JatimTIMES.com. 

Melayani pembeli.

Alasan memilih Kota Malang sebagai flagship store ketiga Bee Jay Seafoods karena Kota Malang jika dilihat dari daerah-daerah lain di Jawa Timur, merupakan daerah yang strategis untuk dimasuki utamanya dalam bidang kuliner. 

Kemudian yang menjadi unggulan dari produk olahan ikan ini pun berasal dari bahan dasar ikan murni bukan dari bahan surimi. 

Surimi sendiri merupakan hasil olahan ikan yang berasal dari gilingan daging ikan. Kemudian, sebelum menjadi bentuk gilingan, dicuci terlebih dahulu menggunakan bahan kimia untuk menghilangkan rasa, warna, hingga karbohidrat. Karena yang diambil hanya protein murni dan kekenyalan pada daging ikan tersebut. 

"Kalau produk lain menggunakan bahan dasar surimi, kalau kita menggunakan bahan dasar ikan, pure daging ikan yang kita giling kemudian kita cetak jadi olahan yang seperti sekarang," terang Juda. 

Ikan yang digunakan merupakan hasil tangkapan laut nelayan Pelabuhan Mayangan Probolinggo berjenis demersal atau ikan perairan laut dasar. Seperti ikan kakap, kerapu, emperor dan lain-lain. Namun khusus produk Bee Jay Seafoods dalam bentuk frozen food menggunakan bahan dasar Ikan Kakap. 

Produk olahan ikan.

Produk yang dijual dalam kemasan frozen food pun ada 17 macam. Di antaranya kaki naga ikan, lolipop ikan, nugget ikan, tempura ikan, samosa ikan, lumpia ikan dan udang, otak-otak ikan, sate lilit ikan, bakso ikan, gyoza ikan, money bag ikan, pangsit mini wonton, siomay ikan, calamari crispy batter, crispy batter, fillet ikan lapis tepung dan fisik cocktail. 

"Dari 17 produk itu penjualan yang paling laris ada di siomay ikan, gyoza, sama moneybag," kata Juda. 

Untuk harga dari 17 produk olahan ikan beku tersebut beragam. Mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 36 ribu. Untuk kemasan 250 gram, dipatok dengan harga Rp 18 ribu sampai Rp 25 ribu. Sedangkan untuk kemasan 500 gram dipatok harga mulai Rp 30 ribu sampai Rp 36 ribu. 

Lebih lanjut, Juda menuturkan, pihaknya memang melihat peluang untuk di Kota Malang sangat bagus. Pasalnya, masyarakat yang beragam dari luar daerah membuat peluang Bee Jay Seafood untuk memperluas pangsa pasar semakin besar. 

Kemudian, produk olahan ikan dari Bee Jay Seafood salah satu yang termasuk premium. Karena menggunakan daging ikan murni yang langsung digiling dan penggunaan bahan-bahan perasa yang sangat terbatas sekali. Hal ini membuat produk olahan ikan yang dijual termasuk aman dan menyehatkan. 

"Kalau target kita ya maunya setinggi langit, tapi target (penjualan) kita di kisaran Rp 300-400 juta per bulan," tutur Juda yang merupakan Alumnus Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB). 

Sebagak informasi, sebelumnya Bee Jay Seafood sudah merambah ke pasar ekspor yakni Australia dan Malaysia. Produk yang dijual yakni potongan daging fillet ikan beku yang dimasukkan dalam kemasan. 

"Nilai ekspor satu tahun sekitar Rp 50 sampai Rp 55 miliar setahun, ke Australia dan Malaysia. Itu frozen tapi bentuk fillet, pure daging ikan saja," terang Juda. 

Dengan mengandalkan 12 sampai 15 suplier yang berhubungan langsung dengan ratusan nelayan di Pelabuhan Mayangan Probolinggo, pihaknya dapat memenuhi kebutuhan ikan jenis demersal atau ikan di perairan dasar laut. 

"Setahun kebutuhan bahan baku untuk ekspor 120 ton kali 12 (bulan) yakni 1440 ton," tandas Juda. 

Topik
produk olahan ikandoa pagi hariAneka Olahan Ikanpabrik pengolahan ikan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru