Kaleidoskop 2021 Kabupaten Malang

Eks Ketua RT Ditangkap karena Kasus Terorisme, 8 Tewas saat Pikap Tabrak Pohon

Dec 23, 2021 16:28
Ilustrasi tindak kejahatan (foto: istimewa)
Ilustrasi tindak kejahatan (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Tahun 2021 akan segera berakhir, namun banyak cerita yang ditorehkan di tahun ini. Salah satunya peristiwa yang sempat terjadi dan terekam dalam dunia digital di Kabupaten Malang yang sempat membuat heboh hingga kancah nasional.

Berikut rangkuman 5 peristiwa menarik versi JatimTIMES yang terjadi di Kabupaten Malang tahun 2021.

Kades di Kabupaten Malang saat diperiksa ihwal kasus dangdutan saat pandemi (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

1. Gelar Dangdutan, Kades di Malang Diperiksa Inspektorat hingga Polisi

Sebuah video pelanggaran potokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral di sejumlah WhatsApp Group (WAG). Video berdurasi 23 detik itu menunjukkan gerombolan orang yang tak mengenakan masker.

Video pendek tersebut menayangkan sebuah pesta diiringi musik dangdut. Terlihat pula seorang pria di atas panggung tengah berduet dengan biduan.

Selain itu, di depan panggung terlihat banyak juga orang yang mengabaikan prokes, yakni tidak menjaga jarak dan tak mengenakan bermasker. Padahal, saat itu masih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Video yang memperlihatkan pesta orkes dengan kerumunan tersebut diduga diselenggarakan oleh anak dari salah satu kepala desa di Kabupaten Malang.

Pesta tersebut diketahui diselenggarakan di kawasan Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Pesta itu diketahui berlangsung pada Selasa, 3 Agustus 2021.

Kepala Desa Gading, Suwito diperiksa Inspektorat Kabupaten Malang terkait video pelanggaran prokes yang viral. Akibat peristiwa itu pula, Suwito terancam dicopot dari jabatannya. Ia juga terancam dikenai sanksi pidana oleh Polres Malang.

Selanjutnya, Polres Malang menetapkan Y, 30, anak Kades Gading, sebagai tersangka pada kasus pelanggaran prokes tersebut. Penetapan itu setelah dilakukan penyelidikan dengan memeriksa puluhan saksi serta meminta keterangan saksi ahli dari BPBD Kabupaten Malang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Korban penyalahgunaan dana bansos di Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

2. Pelaku Penyalahgunaan Dana Bansos di Malang Ditangkap

Polres Malang menangkap pelaku penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tersangka seorang wanita berinisial PTH, 28, warga Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

Tersangka PTH merupakan salah satu pendamping dari program PKH di Kabupaten Malang. Tepatnya di Kecamatan Pagelaran sejak 12 September 2016 hingga 10 Mei 2021 lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diduga kuat menyalahgunakan dana bansos PKH tahun anggaran 2017-2020. Berdasarkan laporan polisi, dana bansos itu digunakan PTH untuk membeli peralatan pribadi.

Kini pelaku penyalahgunaan dana bansos PKH telah dijebloskan ke penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Salah satu warga yang menjelaskan kebenaran adanya penangkapan teroris (foto: dok JatimTIMES)

3. Terduga Teroris Ditangkap di Malang Mantan Ketua RT

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris di Perumahan Mondoroko Raya RT04/RW14, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 26 Februari 2021. Terduga teroris tersebut diketahui berinisial AYR.

Kehidupan sehari-sehari AYR disebutkan tidak ada yang mencurigakan. Bahkan tak hanya sosok AYR, sang istri pun disebutkan juga baik-baik saja.

AYR diketahui sudah lama tinggal di kawasan tersebut sejak 2002. Sosok AYR diketahui merupakan pengurus RT dan juga mantan ketua RT.

Diketahui, Densus 88 Antiteror Polri melakukan operasi di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sebanyak 12 terduga teroris ditangkap dalam operasi itu.

Ke-12 terduga teroris itu, yakni UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, dan MI. Mereka memiliki peran berbeda-beda.

Lokasi perawat yang disiram pertalite oleh orang tak dikenal (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

4. Perawat di Malang Disiram Pertalite oleh Orang Tak Dikenal

Seorang perawat asal Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Eva Sofiana Wijayanti, 33, disiram Pertalite dan dibakar oleh orang tidak dikenal, Senin, 3 Mei 2021.

Akibatnya, perawat Klinik Bunga Husada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, tersebut mengalami luka bakar di bagian wajah dan sebagian tubuhnya.

Peristiwa tersebut bermula saat korban sedang beristirahat siang di ruang istirahat klinik, Senin 3 Mei 2021 sekitar pukul 13.30 WIB. Lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah dan masuk ke dalam ruang istirahat klinik.

Setelah melihat korban, laki-laki tersebut langsung menyiramkan cairan yang dibawa di dalam wadah botol ke bagian wajah dan tubuh korban. Tak hanya itu, pelaku pun juga menyulut tubuh korban dengan korek api dan langsung pergi meninggalkan klinik.

Beruntung, api di tubuh korban berhasil dipadamkan dengan air. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hasta Husada untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU karena kondisinya melemah.

Lokasi terjadinya pikap tabrak pohon yang menewaskan 8 orang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

5. Pikap Tabrak Pohon, 8 Penumpang Tewas

Sebuah mobil pikap jenis L300 menabrak pohon di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, 26 Mei 2021. Akibatnya, delapan orang penumpang tewas.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Diketahui, mobil tersebut hendak menuju wilayah Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dari arah Ranupani, Kabupaten Lumajang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban kecelakaan tunggal tersebut merupakan warga Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang. Korban yang mayoritas perempuan itu baru saja menghadiri arisan di wilayah Poncokusumo dan hendak kembali ke Tumpang.

Namun, pada saat melintas di wilayah Wringinanom tersebut, kendaraan jenis pikap bak terbuka tersebut diduga tidak bisa dikendalikan hingga menabrak pohon yang ada di tepi jalan.

Mobil pikap tersebut awalnya mengangkut sebanyak 14 penumpang, termasuk sopir. Pascakecelakaan, dinyatakan delapan orang penumpang meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan.

Delapan orang korban meninggal terdiri dari enam orang perempuan dewasa dan dua orang anak perempuan yang masing-masing masih berusia 5 dan 7 tahun.

Selanjutnya, Polres Malang menetapkan sopir mobil pikap yang menabrak pohon menjadi tersangka, Senin, 31 Mei 2021. Sopir tersebut berinisial MA (44) warga Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Topik
Beasiswa Pemkot MalangAtlet taekwondo Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru