Batik Seng Menasional, 16 Warga Desa Ikuti Pelatihan Membatik Canting

Dec 22, 2021 19:43
Kepala Desa Sengguruh Jambury dalam pelatihan batik canting.(Foto: Istimewa).
Kepala Desa Sengguruh Jambury dalam pelatihan batik canting.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Sebanyak 16 warga Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen menggelar pelatihan batik canting atau batik tulis. Pelatihan membatik ini difasilitasi oleh PT Eka Mas Fortuna melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR). 

Kepala Desa Sengguruh Jambury mengatakan, hasil produksi batik memang merupakan salah satu hasil produksi khas Desa Sengguruh. Saat ini, setidaknya ada sekitar 20 warga Desa Sengguruh yang aktif sebagai seniman batik. 

"Kalau yang ikut pelatihan hingga Rabu (23/12/2021) ini tadi, ada 12 ibu-ibu dan 4 orang pemuda dari Karang Taruna. Kalau yang sudah lebih dulu aktif sebagai produsen batik, ada sekitar 4 orang. Jadi totalnya, ada sekitar 20-an," ujar Jambury. 

Jambury menyebut, saat ini ada dua jenis batik yang sudah menjadi khas Desa Sengguruh. Yakni Batik Seng dan Batik Keputren. Sementara untuk Batik Seng, menurutnya saat ini pemasarannya sudah berskala nasional. 

"Kalau yang Batik Kaputren itu kemarin sudah dipamerkan di Abu Dhabi. Lalu juga dipamerkan di Kantor Pusat Eka Mas Fortuna di Jakarta," terangnya. 

Dirinya berharap, aktivitas membatik di Desa Sengguruh ini tidak hanya berhenti seiring berakhirnya kegiatan pelatihan membatik. Artinya, setelah pelatihan usai ia berharap bahwa para pembatik Desa Sengguruh bisa terus berkarya dan berangsur meningkatkan perekonomian. 

"Kalau (pembatik) yang sudah bersertifikat dan bisa menggelar pelatihan batik itu ada empat orang. Sementara untuk Batik Kaputren, itu bergerak di dalam regu PKK dipimpin bu kades. Saya berharap, batik yang diproduksi bisa menghasilkan semacam pendapatan bagi lembaganya. Bukan hanya PKK, tapi juga lembaga lain," pungkas Jambury.

Topik
batik keputrenpelatihan batik cantingakd kabupaten bangkalanpartisipasi politik perempuan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru