Didera Hujan, Ini Jeritan Petani Apel di Kota Batu karena Lalat Buah dan Harga Anjlok

Dec 19, 2021 19:32
Salah satu petani saat menunjukkan apel yang busuk buah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu petani saat menunjukkan apel yang busuk buah di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Musim hujan membuat para petani apel di Kota Batu menangis. Bagaimana tidak, hasil panen buah apelnya tidak maksimal. Hal itu dikarenakan serangan lalat buah yang menyebabkan busuk buah pada apel yang berada di pohon. 

Terdapat bercak hingga lingkaran hitam yang membusuk pada buah-buah apel sehingga membuat penampilan buah apel tidak enak dipandang. Serangan lalat buah ini paling banyak menyerang apel jenis manalagi. “Karena cuaca yang ekstrem membuat lalat buah menyerang apel menyebabkan busuk buah,” ungkap Salah satu petani apel di Desa Tulungrejo, Arrochman Mustofa, Minggu (19/12/2021).

Busuk buah merupakan penyakit musiman yang hanya ada saat musim hujan. “Busuk buah ini memang sesuatu yang sulit diatasi. Karena itu banyak petani yang pindah jadi petani jeruk,” tambah Mustofa.

Jika saat musim kemarau setengah hektar lahan itu bisa menghasilkan 5 ton buah dengan persentase buah jelek 10-12 persen saja. Tapi saat musim hujan hanya menghasilkan 2,5 ton buah dan  yang memiliki kualitas bagus hanya 1,2 ton.

“Kemarin itu totalnya 43 keranjang apel yang jelek dari 2,5 ton. Jadi kelihatannya petani apel memang panen. Tapi tidak ada apa-apanya. Hanya untuk bertahan saja. Mengembalikan modal,” terang Mustofa.

Selain penyakit, masalah lainnya adalah harga apel yang anjlok drastis di angka Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu per kilo gramnya. Padahal dalam kondisi normal, harga apel di kisaran Rp 8-10 rb per kilo gram. Karena itu juga, pendapatan dari penjualan apel hanya cukup untuk menutup modal operasional. Sehingga petani tidak mendapatkan untung sama sekali.

Topik
Petani ApelLalat BuahKota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru