Kembali Keluarkan APG, Gunung Semeru Berstatus Waspada, Khofifah: Jangan Ada Pergerakan Daerah Terdampak Kecuali Tim SAR

Dec 16, 2021 10:59
Kondisi erupsi di Gunung Semeru, Kamis (16/12/2021).(Foto: BPBD Kabupaten Malang)
Kondisi erupsi di Gunung Semeru, Kamis (16/12/2021).(Foto: BPBD Kabupaten Malang)

JATIMTIMES - Sepekan lebih pasca erupsi pada Sabtu (4/12/2021) lalu, Gunung Semeru masih menunjukan aktifitas yang fluktuatif. Dikutip dari laman magma.esdm.go.id, tercatat ada sejumlah gempa yang terjadi di gunung berjuluk Tiang Pulau Jawa ini. 

Rinciannya, 2 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 11-14 mm, dan lama gempa 100-125 detik, 6 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-3 mm dan lama gempa 25-50 detik, 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 45 detik dan 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 15 mm, S-P 13 detik dan lama gempa 48 detik.

Berdasarkan pengamatan pada Kamis (16/12/2021) periode pukul 00:00 hingga 06:00 WIB, saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sedang berstatus level II atau waspada.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Terlebih setelah terpantau masih ada guguran awan panas di Gunung Semeru ke arah Curah Kobokan pukul 03.57 pagi tadi. Hal itu juga ia unggah dalam akun Instagramnya, khofifah.ip.

"Mohon semua waspada dan sabar jangan ada pergerakan daerah terdampak kecuali tim pencarian dan penyelamatan (SAR). Tetap ikuti arahan pemerintah dan tim lapangan. Mohon tetap tenang dan jangan panik," ujar Khofifah dalam unggahannya. 

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang juga menerima laporan soal terjadinya erupsi berupa awan panas guguran (APG) pada Kamis (16/12/2021) pukul 09.01 WIB. Tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm yang berlangsung selama 912 detik. Dengan jarak luncur 4,5 kilometer dari puncak arah Besuk Kobokan.

"Alhamdulillah sementara berangsur normal, tim masih stay di jalur evakuasi. Mudah-mudahan tidak ada guguran susulan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Kamis (16/12/2021). 

Untuk itu masyarakat juga diimbau untuk menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi. Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di Gunung Semeru, hal itu mengingat banyaknya material vulkanik yg sudah terbentuk. 

Topik
Gunung Semeruerupsi gunung semeruKhofifah Indar ParawansahKabupaten MalangBerita MalangBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru