Viral Kakek Heroik Penyelamat Pengendara di Palang Perlintasan KAI, Ternyata Gajinya Hanya Rp 5 Ribu

Dec 07, 2021 20:43
Agus Suyitno saat menutup palang pintu kereta api (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Agus Suyitno saat menutup palang pintu kereta api (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Seorang kakek berusia 61 tahun, Agus Suyitno yang menjaga perlintasan kereta api ternyata hanya mendapatkan upah sebesar Rp 5 ribu per hari.

Viral karena menyelamatkan seorang pengendara sepeda motor yang nekat akan menerobos perlintasan kereta api, seorang kakek di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang menuai pujian.

Bahkan dari tetangganya sendiri, Agus Suyitno juga mendapat apresiasi karena aksi heroiknya yang menyelamatkan dua orang wanita saat berkendara sepeda motor itu.

“Setelah kejadian itu, banyak warga yang ke sini. Ngasih tahu kalau ada video yang viral, itu ada saya. Bahkan bapak dari anak yang saya selamatkan itu juga kesini, mengucapkan terima kasih,” kata pak Yit, sapaan akrab Agus Suyitno.

Pak Yit mengakui bahwa warga Desa Sambigede memang sering melakukan hal ceroboh dengan menerobos palang pintu kereta api. Oleh karena itu, ia menyayangkan jika warga tidak waspada ketika berada di jalan raya.

“Sering warga sini seperti itu (menerobos palang pintu, meski sudah dijaga),” ucap bapak dengan tiga orang anak itu.

Anehnya, ketika usai mencegah pengendara motor yang akan nekat itu, pak Yit juga sempat menanyai. Kemudian dua orang wanita itu mengaku tidak mendengar bahkan melihat ada kereta akan lewat.

“Pengendara itu saya tanyain, malah bilang tidak tahu dan tidak mendengar. Padahal jarak kereta api itu kurang lebih 100 meter,” sesal pak Yit.

Pak Yit pun kini ikhlas menjalani profesi sebagai penjaga palang pintu, meski hanya diberi upah Rp 5 ribu per hari. Bahkan upah tersebut diakumulasi dan diberikan oleh desa setiap setahun sekali.

“Satu tahun sekali mas diberi upah itu dari desa. Maka dari itu saya sambil buka warung kopi disini, biar tidak jenuh juga,” ungkap pak Yit.

Warung tersebut pun dibuat pak Yit dengan dana hasil meminjam dari desa. Sebab, ia tidak memiliki dana saat itu.

“Saya pinjam ke desa waktu itu Rp 1 juta, buat bikin warung kopi itu. Alhamdulillah sekarang bisa dapat Rp 40 hingga 50 per hari,” tutup pak Yit.

Topik
penjaga palang pintupenerimaan cukaiKabupaten MalangBerita Malangberita viralBerita Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru