Viral Kiai Keturunan Sunan Ampel Bicara soal  Kriminalisasi Ulama dan Ulamaisasi Kriminal

Dec 03, 2021 08:04
Gus Fuad Plered (Foto: Twitter)
Gus Fuad Plered (Foto: Twitter)

JATIMTIMES - Video ceramah Gus Fuad Plered baru-baru ini viral di media sosial. Video berdurasi 2 menit 5 detik itu diunggah salah satunya oleh akun Twitter politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli. 

"Bukan kriminalisasi ulama, tapi ulamaisasi kriminal. Kriminal yang diulamakan. Kriminal dianggap ulama. Si kriminal yang ditangkap polisi itu dianggap ulama. Setuju Gus Fuad," tulis Guntur dalam keterangan video tersebut melalui akun @GunRomli. 

Dilansir dari Wikipedia, Gus Fuad Plered bernama asli KH Muhammad Fuad Riyadi. Dia lahir di  Yogyakarta  8 Oktober  1970.
 
Gus Fuad adalah pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tradisional Roudlotul Fatihah di Plered, Bantul, Yogyakarta. Ayahnya, Haji Ahmad Abdul Bakdi, berdarah Kiai Abdurrouf Wonokoromo (keturunan Sunan Ampel  dari  jalur Sunan  Bonang). Sedangkan ibunya, Siti Muyassarotul Maqosid adalah keturunan Kiai Nuriman  Mlangi (cikal-bakal Kampung Santri Mlangi).

Dalam video itu, Gus Fuad membahas soal perbedaan ulamaisasi kriminal dan kriminalisasi ulama. Tak diketahui jelas kapan dan di mana video itu diambil. 

Di awal video, Gus Fuad mengatakan bahwa di Indonesia tidak ada apa-apa. Terlebih soal penindasan terhadap umat Islam. 

"Gak ada kriminalisasi ulama, gak ada..Itu yang ditangkap polisi ya memang kriminal. Udah gitu aja," ujar Gus Fuad. 

Lebih lanjut, Gus Fuad menanyakan apa istilah yang benar antara kriminalisasi ulama atau ulamaisasi kriminal.  "Kan udah jelas itu. Katanya terjadi kriminalisasi ulama, ulama yang dikriminalkan. Lho ulama yang mana?" tanya Gus Fuad. 

Dia lalu mengatakan bahwa yang lebih tepat adalah istilah ulamaisasi kriminal. "Jadi, kriminal diulamakan, dianggap ulama si kriminal ini. Gitu loh," jelas Gus Fuad. 

"Kalau kriminalisasi ulama, kan ulama dianggap kriminal. Kalau ulamaisasi kriminal, kriminal dulu terus dianggap ulama," lanjut Gus Fuad. 

Gus Fuad lantas meminta umat muslim harus lebih cerdas. "Islam yang mana. Yang baik-baik gak ada yang kriminal," cetus Gus Fuad.  "Yang dikriminalkan ya memang kriminal, ya mungkin berseragam ulama," kelakar Gus Fuad.

Di akhir video, Gus Fuad meminta rakyat jangan sampai diprovokasi. Sekali lagi dia  menegaskan bahwa di Indonesia tidak ada penindasan kepada umat Islam dan tidak ada kriminalisasi ulama. 

"Yang ditangkap polisi itu ya memang kriminal. Udah gitu aja. Mungkin dia itu dikenal sebagai ulama atau kebetulan dia itu menyamar sebagai ulama dan masyarakat percaya," tutup Gus Fuad.

Gus Fuad juga mencontohkan seorang maling atau koruptor yang begitu ditangkap langsung pakai sorban atau jubah sehingga dianggap ulama. Lalu diletupkan kabar terjadi kriminalisasi ulama. "Lha wong kamu kriminal dulu, terus pakai baju ulama. Jadi, kita jangan mau diprovokasi seperti itu," tandas Gus Fuad.

Tak ayal, video Gus Fuad itu langsung menjadi sorotan warganet. Banyak warganet yang setuju dengan apa yang disampaikan oleh Gus Fuad.

@FeroS62733512: "Keren bngt kyk gusdur jg, apapun yg di katakan gusdur dan ulama ulama yg toleransi tdk pernah merubah keyakinan beliau, beliau semua muslim sejati."

@Trubus15619466: "Masuk gus.cocok.....!itu ulama gadungan  Gus.."

@budeemy: "Mantap Gus Fuad."

@BabangJ06898833: "Preman dianggap ulama."

@AstutieTitis: "Setuju."

Topik
Kriminalisasi ulamavideo viralUlamaisasi kriminalplaid skrit

Berita Lainnya

Berita

Terbaru