Tagih Janji Kampanye SanDi, PMII Luruk Kantor Bupati Malang

Dec 01, 2021 12:47
Masa aksi dari PMII saat berujuk rasa di depan Kantor Bupati Malang. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Masa aksi dari PMII saat berujuk rasa di depan Kantor Bupati Malang. (Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi demo di Pendapa Kabupaten Malang, Jl Panji Kecamatan Kepanjen, Rabu (1/12/2021) siang. Pantauan di lapangan, kurang lebih ada sekitar 100 orang yang terlibat dalam aksi demo kali ini.

Sebelum melakukan orasi di depan Kantor Bupati Malang di Jl Panji Kepanjen, para demonstran ini berjalan kaki dari arah Gondanglegi. Saat itu, para masa aksi sudah dikawal oleh pihak kepolisian dengan menggunakan kendaraan lengkap.

Setibanya di depan Kantor Bupati, para demonstran ini merapatkan barisan dan menyampaikan orasi. Beberapa tuntutan disebut di dalam orasi tersebut berkaitan dengan janji-janji Bupati Malang HM. Sanusi dan Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto saat kampanye.

Pantauan di lapangan, sekitar pukul 10.45 WIB, masa aksi sempat sedikit bersitegang dengan anggota kepolisian. Kondisi terasebut saat masa memaksa untuk mendekat gerbang Kantor Bupati. Aksi dorong pun tak terbendung antara demonstran dan polisi. Namun petugas kepolisian masih bisa menahan masa aksi.

"Maju satu langkah. Dan tolong sahabat-sahabat, kita jangan terprovokasi," ujar salah satu pendemo yang berorasi.

Setidaknya, secara umum ada 4 tuntutan yang disuarakan pendemo dalam aksi kali ini. Yakni tentang pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pemerataan kesehatan dan mendorong pertanian masyarakat Kabupaten Malang.

Sekitar pukul 11.00 WIB, perwakilan masa aksi dipersilahkan untuk masuk ke dalam. Beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang menemui masa aksi ini adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo dan Asisten Pemkab Malang Suwadji.

Setelah melakukan audiensi selama sekitar 30 menit, sejumlah perwakilan mahasiswa yang masuk, akhirnya keluar didampingi oleh Kepala Disnaker Yoyok Wardoyo, Kepala Bappeda Tomie Herawanto dan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando H. Matondang.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyerahkan dokumen Rencana Pembangunan Jarak Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malang periode 2021-2026.

"Ini (dokumen) RPJMD berisi rencana-rencana strategis Kabupaten Malang. Ini sudah di Perda kan baru Agustus tahun 2021, karena Bupati Sanusi dan Wakil Bupati Didik Gatot Subroto baru dilantik pada Februari lalu, jadi perencanaannya akan direalisasikan tahun 2022 mendatang," ujar Tomie saat menemui demonstran.

Selain itu, setelah menyerahkan dokumen RPJMS, Tomie juga meminta agar para demonstran dapat memberikan feedback berupa masukan-masukan. Pihaknya memberi waktu dua pekan ke depan, tepatnya saat piha Pemkab Malang mengundang PMII untuk melakukan audiensi.

Topik
bupati malang di demotuntutan aksi pmiimakam vanessa akan dibongkar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru