Banjir Rutin Tahunan di Wilayah Pusat Pemerintahan Kepanjen, Salah Siapa?

Nov 25, 2021 21:31
Camat Kepanjen, Eko Margianto (kiri) saat memantau banjir di wilayahnya (foto: istimewa)
Camat Kepanjen, Eko Margianto (kiri) saat memantau banjir di wilayahnya (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah titik di wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen dilanda banjir. Kondisi itu rupanya juga kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Camat Kepanjen, Eko Margianto menerangkan bahwa ada beberapa yang menjadi biang kerok terjadinya banjir di Kecamatan Kepanjen. Bahkan diketahui, banjir justru terjadi di setiap tahunnya.

“Kami menganalisa jika penyebabnya ada limpahan air dari sawah yang masuk ke Pasar Sumedang, sudah kami lakukan sudetan sehingga surut dan terkendali,” kata Eko.

Mantan Camat Dau itu juga tidak menyangkal jika masih ada beberapa titik di Kecamatan Kepanjen yang rawan menjadi pusat banjir. Namun pihaknya terus berupaya untuk menyurutkan pusat banjir meski membutuhkan waktu. “Yang paling parah di pertigaan Krapyak, yaitu mulai Kantor Kejaksaan Negeri Kepanjen ke selatan sampai Masjid Panggungrejo,” ungkap Eko.

Menurut Eko, banjir terparah yang terjadi di wilayahnya tersebut bisa mencapai tinggi antara 50 sampai 60 sentimeter. Sebagai upaya antisipasi, kemarin pihaknya juga melakukan pengecekan di dua DAM.

Keduanya yakni DAM Blobo dan DAM Sonosari. Ke depan, saat curah hujan tinggi keduanya bakal ditutup. Hal itu agar aliran air tidak sampai masuk ke saluran dan meluber ke jalan atupun permukiman warga. “DAM Blobo itu untuk saluran Kali Molek di wilayah Kepanjen selatan, sementara DAM Sonosaro untuk wilayah Kepanjen Utara,” tambah Eko.

Selain upaya jangka pendek, pihaknya kini juga mempersiapkan upaya pencegahan banjir dalam jangka panjang. Di antaranya dengan berkoordinasi pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang konsen dalam normalisasi saluran.

Di dalamnya juga termasuk rencana untuk pembuatan sudetan yang saat ini juga tengah dibahas secara teknis oleh perangkat terkait. Adapun lokasi sudetan yang dimaksud lokasinya berada di Desa Panggungrejo mulai dari sisi selatan hingga ke timur. Selanjutnya, akan dilakukan sudetan juga di kawasan jembatan Desa Panggungrejo.

“Jadi nanti yang agak besar itu pemasangan sifon di Jalan Pudak Kelurahan Cepokomulyo. Jadi di bawah jalan itu nanti ada saluran pembuangan, itu usulan kami dan sekarang masih dalam kajian,” jelas Eko.

Akan tetapi, Eko menyebut bahwa masih ada kendala yang harus dihadapi. Salah satunya yakni adalah kondisi geografis wilayahnya. Eko menyebut, mayoritas wilayah Panggungrejo posisinya lebih rendah dari jalan dan sungai serta keberadaan saluran irigasi.

“Kemudian saluran buangnya terhalang rel kereta api, jadi kami masih berupaya untuk mencari solusi sambil melakukan koordinasi,” terang Eko.

Topik
Kabupaten MalangKepanjenlugu tri handoko

Berita Lainnya

Berita

Terbaru