IM57+ Novel Baswedan Cs Kini Berkantor di Markas YLBHI, Ini yang Sedang Dikerjakan

Nov 24, 2021 08:23
Novel Baswedan dkk (Foto: IST)
Novel Baswedan dkk (Foto: IST)

JATIMTIMES - Kabar terbaru datang dari mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dkk. Pasalnya, kini Novel bersama 56 mantan pegawai KPK lainnya tengah mendirikan lembaga Indonesia Memanggil (IM57+) Institute. 

IM57+ Institute ini mewadahi para eks pegawai KPK dan resmi berkantor di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Hal tersebut diketahui dari video yang diunggah mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, melalui akun Youtubenya, Selasa (23/11/2021).

"Selamat datang di kantor IM57+ Institute, kantornya para pejuang antikorupsi dan masih konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai antikorupsi," ujar Yudi.

IM57+ Institute berisikan mantan pegawai KPK yang 'disingkirkan' melalui asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) alih status.

Lembaga tersebut menempati ruangan H. JC Princen. Dalam video itu, tampak mantan pegawai KPK seperti Ita Khoiriyah alias Tata, Chandra Sulistio Reksoprodjo, dan Ronald Paul Sinyal sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

Tata menjelaskan kantor itu akan berfungsi sebagai agenda konsolidasi para mantan pegawai KPK.

"Di ruangan H. JC Princen ini, 57 eks pegawai KPK melakukan konsolidasi. Advokasi litigasi, kegiatan sosial, dan lain-lain," kata Tata.

"Masing-masing dari dua per tiga barisan 57 ini kan fungsional dengan spesialisasi yang oke-oke. Setiap individu merasa sayang kalau ilmunya enggak terpakai," sambung Tata. 

Salah satu agenda yang dibahas saat ini yakni mengenai proses litigasi terkait sengketa informasi yang sedang bergulir di Komisi Informasi Pusat (KIP). Untuk diketahui, 11 mantan pegawai KPK terpaksa menggugat keterbukaan informasi terkait hasil asesmen TWK.

Langkah ini ditempuh karena permohonan keterbukaan informasi yang dilayangkan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) KPK tidak memperoleh balasan hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Untuk diketahui, IM57+ Institute memiliki Executive Board yang terdiri dari Hery Muryanto (eks Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi), Sujanarko (eks Direktur PJKAKI), Novel Baswedan (eks penyidik), Giri Suprapdiono (eks Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi), dan Chandra Sulistio Reksoprodjo (Eks Kabiro SDM).

Terdapat pula Investigation Board yang terdiri dari para penyidik dan penyelidik senior, Law and Strategic Research Board yang beranggotakan ahli hukum dan peneliti senior, serta Education and Training Board yang terdiri dari jajaran ahli pendidikan dan training antikorupsi.

Topik
predator seksapednasKPKTak Lolos TWK

Berita Lainnya

Berita

Terbaru