JATIMTIMES - Pada zaman nabi, banyak hal luar biasa akan suatu kehendak Allah SWT. Salah satunta di zaman ketika syariat diturunkan kepada Nabi Musa AS.
Saat itu di Bani Israil, seorang utusan Allah SWT bernama Uzair mengalami kejadian yang luar biasa. Dia adalah seorang nabi yang tertidur selama 100 tahun dan dibangunkan kembali oleh Allah SWT. Seperti apa kisahnya?
Kesehariannya, Uzair senang mengembara dari satu daerah ke daerah lain dengan seekor keledai kesayangannya yang menjadi alat transportasi. Saat itu ia tiba di sebuah kawasan bekas permukiman.
Tempat ini diketahuinya adalah salah satu negeri yang makmur di wilayah ini. Namun, azab menimpa penduduk setempat lantaran kedurhakaan mereka terhadap perintah Allah SWT.
Alhasil, tersisa hanya puing-puing bangunan. Nabi Uzair berhenti sejenak di antara reruntuhan sebuah rumah. Keledai tunggangannya diistirahatkan di dekatnya.
Setelah mengeluarkan bekal, ia berkata sembari menghela napas, “Ya Allah, kini aku bersandar di rumah yang dindingnya telah rusak. Di sinilah dahulu ada orang-orang hidup dan tinggal. Satu sama lain menganggap sebagai teman atau lawan. Namun, tulang-tulang mereka kini sama sekali tak tersisa. Bagaimana mungkin penghuni puing-puing ini kembali berkumpul dan hadir sebagai manusia-manusia yang hidup?”
Setelah menghabiskan selembar roti dan minum, ia pun berbaring dan tertidur lelap. Sehari, sepekan, sebulan, setahun, dirinya tak kunjung bangun dari tidurnya. Puluhan tahun berganti bahkan, jiwa sang nabi masih hanyut dalam tidurnya.
Sampai pada akhirnya, genap 100 tahun berlalu. Oleh Allah SWT, Nabi Uzair dibangunkan dari tidurnya. Kemudian, Allah SWT mengutus satu malaikat kepadanya. “Berapa lama engkau tertidur?” kata malaikat itu. “Mungkin sehari atau setengah hari saja,” jawab Nabi Uzair santai.
“Tidak. Sungguh, engkau berada di sini selama 100 tahun. Allah membuatmu tertidur, mematikanmu, lalu menghidupkanmu kembali. Itu agar engkau mengetahui jawaban dari pertanyaanmu, ketika engkau merasa heran akan kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati,” kata sang malaikat.
Mendengar itu, Nabi Uzair terkejut. Ia melihat keadaan sekeliling. Semua bekalnya—dengan kehendak Allah—masih utuh, tak berubah sama sekali. Hanya, keledainya telah menjadi tulang belulang. Ia pun berdoa kepada Allah SWT. Atas kuasa-Nya, keledai itu bangkit kembali.
“Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala-galanya,'' ucap Nabi Uzair seraya bersujud.
Sambil menunggangi hewan itu, Nabi Uzair pun kembali ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, ia berhenti di sebuah rumah yang setengah hancur. Diperkirakannya, di situlah posisi rumahnya seabad silam.
Nabi Uzair mendapati seorang wanita tua dan buta. "Apakah ini rumah Uzair," tanyanya.
Begitu mendengar nama Uzair disebut, sontak perempuan tua ini menangis. Setelah tenang, perempuan tersebut mengatakan jika dirinya kini berusia 120 tahun. Meskipun sudah sangat renta, dalam ingatannya masih terpatri sosok Uzair, yang tidak lain ialah majikannya.
"Ini adalah rumahnya. Namun, dia sudah menghilang puluhan tahun lalu,” ujarnya.
“Sungguh, aku adalah Uzair. Tidakkah kau mengenaliku? Allah telah mengambilku dari dunia selama 100 tahun dan mengembalikanku lagi,” ungkap Nabi Uzair.
Nabi Uzair kemudian berdoa agar kedua mata mantan budaknya itu bisa melihat lagi. Allah mengabulkan permintaannya. Perempuan tua itu tidak lagi buta dan bisa mengenal wajah sosok di hadapannya itu.
"Uzair telah kembali! Uzair telah kembali!" serunya. Teriakannya membuat warga sekitar berdatangan. Mereka lebih terkejut lagi setelah mengetahui ada seorang lelaki yang mengaku diri sebagai Nabi Uzair.
Karena itu, digelarlah pertemuan terbuka. Para ulama dan kerabat Uzair turut hadir, termasuk putranya yang kini berusia 118 tahun. "Saya masih ingat bahwa bapak saya mempunyai tanda di punggungnya. Cobalah periksa tanda itu. Kalau ada, benarlah dia Uzair," katanya.
Ternyata, tanda itu ada pada punggung Nabi Uzair. Sebagian masyarakat mulai percaya. Namun, seorang ulama Yahudi berkata, "Kami mendengar dari ayah-ayah dan kakek-kakek kami, Uzair adalah seorang nabi yang mampu menghafal Taurat. Sungguh, Taurat telah hilang dari kita sejak penyerbuan Raja Nebukadnezar atas Bani Israil. Kira-kira 100 tahun lalu, mereka membakar seluruh Taurat, membunuh ulama-ulama, termasuk para pembaca kitab suci.”
“Seandainya engkau menghafal Taurat, niscaya kami akan percaya bahwa engkau adalah Uzair," sambungnya.
Maka, Nabi Uzair membaca keseluruhan isi Taurat yang sudah dihafalnya dengan fasih dan lancar. Tak salah sedikit pun. Mendengarnya, baru semua orang percaya. Bani Israil gembira, Nabi Uzair kembali berada di tengah mereka.
Kisah Nabi yang tertidur selama 100 tahun ini disinggung dalam Alquran, Surat Al-Baqarah ayat 259. Namun, di balik kisah tersebut, kaum Bani Israil yang lemah iman cenderung ekstrem dalam mencerna cerita tentang nabi tersebut. Bahkan, mereka menyebut Uzair sebagai “anak Allah".
