Kompetisi Skate Apocalypse Solidarity Fest 1.0 di Malang Diikuti 120 Peserta dari Seluruh Indonesia

Oct 27, 2021 20:37
Sesi konferensi pers yang digelar di Apocalypse Skate Park, Malang, Rabu (27/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Sesi konferensi pers yang digelar di Apocalypse Skate Park, Malang, Rabu (27/10/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kompetisi skate terbesar di Malang yang digelar Apocalypse Malang Skatepark  dengan tajuk Apocalypse Solidarity Fest 1.0 diikuti oleh 120 peserta yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. 

Setidaknya, 120 peserta yang  mengikuti kompetisi mulai  29 hingga 31 Oktober ini. Mereka akan memperebutkan hadiah total Rp 40 juta. 

"Peserta hampir seluruh Indonesia. Paling jauh dari Medan, Palembang hingga Balikpapan, kalau Jawa, Bali, Lombok saya kira mayoritas semua ada," ungkap pemilik Apocalypse Skate Park Heru Tri Cahyono saat konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Dalam kompetisi nasional yang digelar di Malang ini, terdapat empat kategori yang telah disiapkan. Mulai dari kategori open pro, bowl master long skateboard, woken class hingga kompetisi bagi usia di bawah 15 tahun.

"Nanti juga akan ada hiburan mulai dari penampilan B-Boy, DJ, band indie dari Malang hingga dancer," ujar Heru. 

Konsep solidarity yang diangkat ini pada kompetisi ini bertujuan untuk menonjolkan solidaritas bagi seluruh komunitas skateboard yang ada di Indonesia, khususnya di Malang. "Mudah-mudahan ini akan menjadi sesuatu yang memberikan budaya kompetisi bagi skater lokal maupun nasional. Harapannya nanti ada Fest 1.0, 2.0 hingga seterusnya," terang Heru. 

Sementara itu, skater asal Bali yang menjadi juri di Apocalypse Solidarity Fest 1.0, Arby Killahammers mengatakan, nantinya akan menggunakan sistem Hyper Scoring yang diadopsi dari standar internasional.

Penilaian tersebut akan dilihat dari olahraga ekstrem sport tersebut sebagai olahraga individual yang akan menilai dari trick hingga style yang digunakan oleh para skaters. "Nantinya juga kita lihat bagaimana para skater memakai seluruh lapangan atau tidak dan speed atau power yang ia gunakan saat melakukan trick," ujar Arby. 

Hal ini juga menjadi semangat bagi para skater dan nantinya skate dapat berkembang terutama di Indonesia. "Apalagi banyak altel skater di Indonesia yang telah membanggakan di kancah internasional," tuturnya.

Topik
Kejuaraan skateKekerasan terhadap balitaBerita Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru