Terdampak Pandemi, Seorang Tour Guide Beralih Berbisnis Tanaman Tanduk Rusa

Oct 21, 2021 07:39
Susilo Hadi saat menyiapkan Platycerium jenis Ridleyi di greenhouse miliknya.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)
Susilo Hadi saat menyiapkan Platycerium jenis Ridleyi di greenhouse miliknya.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Terdampak pandemi warga asal Dusun Segenggeng, Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang beralih profesi sebagai penjual tanaman Platycerium atau lebih dikenal dengan nama tanaman tanduk rusa

Ialah Susilo Hadi (35) yang memilih untuk berbisnis tanaman endemic yang banyak ditemui di hutan tropis. Bisnis itu ia geluti selama dua tahun terakhir. Tepatnya sejak Indonesia terserang pandemi Covid-19.

Sebelumnya, pria yang akrab disapa Hadi ini berprofesi sebagai tour guide wisata. Dan sejak pandemi, tepatnya saat kebijakan Lockdown mulai diterapkan, tempat-tempat wisata pun juga berangsur tidak boleh beroperasi.

Hal itu juga berdampak pada pendapatannya, sebagai seorang tour guide wisata. "Saya ingat betul, terakhir saya dapat job itu 15 Maret. Dan setelahnya benar-benar tiarap," ujar Hadi saat ditemui di kediamannya, Rabu (20/10/2021).

Berangkat dari hobi merawat tanaman tanduk rusa sejak kecil, ia pun memutuskan untuk mencoba berbisnis dari hobinya tersebut. Tanaman yang pertama ia jual pun, adalah tanaman koleksinya yang ia dapat beberapa tahun silam. 

Susilo Hadi saat menyiapkan Platycerium jenis Ridleyi di greenhouse miliknya.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

"Ya mau gimana, modal awal saya ya koleksi saya itu yang saya jual. Dulu hanya jualan di depan teras (rumah)," imbuh Hadi. Selain itu, langkah yang ia ambil untuk beralih berbisnis tanaman ini juga karena dorongan dari beberapa rekannya. 

Adapun jenis tanaman tanduk rusa yang ia jual ada tiga jenis. Yakni jenis Wandae asal Papua, jenis Ridleyi asal Kalimantan dan satu jenis lain asal Pulau Jawa. Namun, dirinya lebih fokus pada jenis Ridleyi. Sebab, jenis tersebut dinilai lebih banyak permintaannya. 

"Saya memang fokusnya di Ridleyi. Meskipun ada tiga jenis Platycerium yang ada disini. Dan permintaan pasar juga lebih banyak jenis Ridleyi," imbuh Hadi.

Sementara untuk harga yang ditawarkan untuk satu tanaman Ridleyi juga bervariasi. Tergantung dari usia rawatan, bentuk dan ukuran. Harganya mulai Rp 75 ribu hingga Rp 500 ribu. Namun, menurutnya harganya bisa lebih tinggi, jika sudah dirangkai ke media yang lebih bervariasi. "Disini ada yang saya hargai sampai Rp 2 juta. Karena memang bentuknya unik," terang Hadi. 

Selain di rumahnya, Hadi juga menawarkan tanamannya secara online. Dan selain di Malang Raya, sejumlah pembeli Hadi juga ada yang berasal dari luar daerah. Seperti Medan, Jawa Tengah dan beberapa daerah lain. Bahkan, juga ada yang dikirim ke Malaysia dan Vietnam. 

"Beberapa kios bunga di Kota Malang dan Kota Batu juga banyak yang mengambil tanaman ke saya," imbuh Hadi. 

Dirinya pun mengaku bahwa sebenarnya juga banyak permintaan dari luar negeri. Hanya saja, tidak ia seriusi. Lantaran terkendala mekanisme pengiriman yang menurutnya terlalu rumit. Terutama, rumit bagi pedagang kecil yang mengirim dalam jumlah yang sedikit. 

"Karena aturannya kan harus punya CV. Ngurus CV nya saja sudah mahal. Jadi saya memutuskan untuk lokal saja," terangnya. 

Dari bisnisnya tersebut, Hadi mengaku bahwa selama pandemi ia masih bisa berpendapatan. Meskipun profesinya sebagai tour guide wisata sedang tiarap karena pandemi Covid-19. Dalam satu bulan, setidaknya ada 100 tanaman yang berhasil ia jual. "Ya pokoknya saya berusaha untuk terus berkreasi saja," pungkas Hadi. 

Topik
Kabupaten Malangtanduk rusatanaman tanduk rusatanaman tanduk rusa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru