Terlempar dari Liang Lahat: Kisah Jasad Ulama Ditolak Bumi

Oct 20, 2021 08:05
Ilustrasi jenazah ditolak bumi(dreamcoid)
Ilustrasi jenazah ditolak bumi(dreamcoid)

JATIMTIMES - Mulutmu adalah harimaumu. Kalimat ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga lisan seseorang agar tidak menimbulkan musibah. Banyak ayat dalam Al-Qur'an yang menunjukkan hal itu. 

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar."(QS Al Ahzab).

Ucapan yang harus dijaga bukan hanya yang berhubungan dengan sesama manusia saja, melainkan juga ucapan kepada Allah SWT. Sehingga, ketika seseorang berdoa, harus benar-benar menjaga ucapannya, sebab, Allah akan mengabulkan setiap permintaan hambanya jika Allah menghendaki.

Berhubungan dengan itu, kisah yang diceritakan dari channel Taffakur Fiddin ini menunjukkan betapa Allah mengabulkan permintaan hambanya meskipun berupa hal yang kurang masuk akal.

Kisah ini ketika seorang pemuda bernama Ali bin Muhammad pergi ke suatu daerah untuk tujuan berperang. Di situ ia menjumpai seorang ulama yang sebut saja namanya Syekh Fulan tengah memberikan kajian di masjid. 

Selepas kajian selesai, Ali kemudian mendekati Syekh Fulan dan kemudian berkenalan dengannya. Setelah berbicara panjang lebar, Syekh Ali kemudian memberikan Ali tawaran.

"Sudikah kamu bergabung dalam kelompokku?" tanya Syekh Fulan.

Mendengar itu, Ali paham akan konsekuensi dari tawaran Syekh Fulan itu. Suatu saat jika kelompok itu berperang, maka Ali diharapkan untuk ikut juga. Ali kemudian menerima tawaran tersebut dan kemudian ikut berperang pada kelompok pertamanya itu.

Menjadi kelompok Syekh Fulan, Ali kemudian tinggal bersamanya. Ali merasa senang tinggal bersama Syekh, lantaran ia bisa melihat segala aktivitas yang dilakukan oleh Syekh Fulan.

Ali melihat betapa rajin Syekh Fulan mengerjakan salat setiap malam, serta puasa dan ibadah lainnya. Namun suatu hari, pemimpin daerah tersebut mengumumkan akan mengadakan peperangan. Dan saat itu terdapat 1.000 relawan yang akan siap berperang, di mana salah satunya adalah Syekh Fulan begitu juga Ali.

Singkat cerita, saat peperangan terjadi, Allah kemudian menakdirkan kelompok yang di mana Ali berada memenangkan peperangan. Namun saat itu, Syekh Fulan gugur dalam peperangan. Ia kemudian menjadi salah satu dari yang gugur dan mati syahid.

Dari situ, jenazah Syekh Fulan kemudian diurus sebagaimana mestinya dan hendak dikuburkan. Ketika dikuburkan dan dimasukkan liang lahat, bumi bergetar hebat. Jasad Syekh Fulan tiba-tiba terlempar keluar sejauh 10 zira. Hal ini kemudian membuat orang-orang yang berada di sekitar bertanya-tanya.

Kuburan baru pun kemudian digali. Namun hal yang sama lagi-lagi terjadi kepada jenazah dari Syekh Fulan. Ketika jenazah sudah berada pada liang lahat, tiba-tiba bumi bergemuruh, tanah bergetar hebat dari yang pertama. Jenazah Syekh Fulan kembali terlempar lebih jauh daripada sebelumnya.

Ketika kuburan kembali digali, lagi-lagi hal yang sama kembali terjadi. Saat itu, seakan tanah tidak mau menerima jasad dari Syekh Fulan. Kemudian tiba-tiba muncul suara dari tanah. 

"Semasa hidup, lelaki ini ingin dibangkitkan dari dalam perut binatang buas dan burung. Dan kini Allah telah mengabulkan doanya. Oleh karenanya tinggalkan saja jasad ulama ini!". 

Mendengar itu, para pelayat pun kemudian meninggalkan jenazah Syekh Fulan tergeletak begitu saja.

Topik
cubhouse androidPenggabungan dinasBerita Agama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru