Pantang Menyerah, Penjual Nasi Goreng di Kota Malang Gunakan Mesin Pengaduk Masakan Gantikan Tangan yang Patah

Oct 17, 2021 18:22
Penjual nasi goreng yakni Dartadi (60) saat memasak nasi goreng khas buatannya dengan bantuan mesin pengaduk masakan diatas wajan dalam gerobak sederhananya. (Foto: Tubagus Acad/JatimTIMES)
Penjual nasi goreng yakni Dartadi (60) saat memasak nasi goreng khas buatannya dengan bantuan mesin pengaduk masakan diatas wajan dalam gerobak sederhananya. (Foto: Tubagus Acad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Salah seorang penjual nasi goreng di kawasan Jalan Muharto Gang 5B, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yakni Dartadi (60) cukup kreatif dan inovatif. Penjual nasi goreng ini terus melanjutkan usahanya di tengah kondisi tanganya yang tak lagi sempurna seperti dulu.

Kekurangan sempurnaan karena tangannya patah tulang itu digantikan dengan alat pengaduk makanan hasil modifikasi sendiri.

Dartadi pun menceritakan awal mula dirinya memutuskan untuk membuat mesin pengaduk masakan tersebut. Bermula ketika Dartadi mengalami kecelakaan di Madura pada tahun 2018 yang membuat lengan kirinya patah tulang. 

Kondisi itu pun sempat membuat Dartadi tidak berjualan nasi goreng. Namun, dengan semangat dan kemauan yang keras, Dartadi pun tidak ingin berlama-lama dalam kondisi terpuruk. 

"Saya membuat mesin ini awalnya karena saya kecelakaan, yang membuat tangan (kiri) saya patah, kemudian tenaga saya nggak mampu, tapi saya harus tetap bekerja untuk anak istri," ujar Dartadi. 

Penjual nasi goreng yaknj Dartadi menggunakan mesin untuk mengaduk masakan di Kota Malang.

Akhirnya sejak awal tahun 2019, Dartadi mulai mengumpulkan komponen-komponen untuk membuat sebuah mesin agar memudahkan dirinya dalam memasak. Terlebih lagi, agar Dartadi dapat terus mencari nafkah keluarga keluarga. 

Dengan kemampuan Dartadi yang ternyata juga memiliki keahlian di bidang elektronik dan pengelasan, membuat Dartadi tidak terlalu sulit dalam membuat mesin pengaduk masakan ini. 

Beberapa komponen yang berhasil dikumpulkan oleh Dartadi seperti besi dan pisau yang dirangkai menyerupai jari-jari untuk mengaduk masakan, serta digerakkan oleh motor dinamo yang di mana mesin tersebut ditempatkan pada posisi diatas wajan dan dapat diatur kecepatan mengaduknya.  

Selain untuk pengaduk masakan, mesin tersebut juga dapat mengeluarkan air untuk membersihkan wajan seusai digunakan untuk memasak nasi goreng maupun masakan lainnya. 

Meskipun memiliki keahlian di bidang elektronik dan pengelasan, pembuatan mesin pengaduk masakan ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Karena sejak dirintis pada tahun 2019, Dartadi pun terus melakukan perbaikan pada komponen mesin yang kurang sempurna. 

Penjual nasi goreng yakni Dartadi menggunakan mesin untuk mengaduk masakan di Kota Malang.

Di mana Dartadi memulai berjualan nasi goreng sekitar pukul 18.00 WIB dan tutup sekitar pukul 01.00 WIB. Di waktu selesai berjualan itulah Dartadi menyempatkan untuk melakukan perbaikan pada mesin pengaduk masakan tersebut yang terkadang hingga menjelang Shubuh.

Selama masa uji coba kurang lebih sekitar 1,5 tahun, Dartadi terus melakukan perbaikan dan  bongkar pasang terhadap komponen mesin yang diciptakannya tersebut. Selama satu tahun, Dartadi pun sempat hampir putus asa. Namun dorongan dari keluarga dan para pelanggan membuat Dartadi terus bersemangat menyempurnakan mesin pengaduk masakan buatannya. 

"Akhirnya baru sempurnanya (mesin pengaduk masakan) ini sekitar enam bulan terakhir di tahun 2021," tutur Dartadi.

Tampak pelanggan Dartadi yang sedang mengantre.

Sementara itu, Dartadi yang sudah delapan tahun berjualan nasi goreng ini pun sempat mempekerjakan orang untuk membantu dirinya berjualan. Namun, rasa yang dihasilkan terasa berbeda ketika nasi goreng itu dimasak sendiri oleh Dartadi. Alhasil banyak pelanggan yang meninggalkan nasi goreng Dartadi. 

Namun, setelah melakukan inovasi dengan membuat mesin pengaduk masakan ini, pelanggan Dartadi mulai kembali dan bertambah. Setidaknya, dalam satu hari Dartadi bisa menghabiskan delapan sampai 10 kilogram nasi untuk membuat nasi goreng.

"Sehari habis 8 sampai 10 kilogram meskipun dulu sebelum pandemi bisa sampai 15 kilogram, tapi alhamdulillaah sekarang pendapatan mulai normal," terang Dartadi.

Topik
Nasi Goreng di Kota Malangtroyono kutut purwantoNasi Goreng

Berita Lainnya

Berita

Terbaru