Cinta Beda Agama Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah, Dialami Putrinya Zainab Binti Muhammad

Oct 16, 2021 12:56
Ilustrasi (Foto: BLAIR)
Ilustrasi (Foto: BLAIR)

JATIMTIMES - Setiap orang pasti akan berusaha untuk mencari pasangan yang seiman atau seagama. Kendati demikian, tak bisa dipungkiri bahwa ada orang yang mendapat pasangan beda agama

Bahkan ada yang sampai ke jenjang pernikahan. Beda agama menjadi salah satu benteng yang susah untuk ditembus bagi pasangan yang memiliki hubungan. 

Akibatnya, mereka harus memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu. Atau bahkan ada salah satu pihak yang harus mengorbankan pindah keyakinan untuk mengikuti salah satu dari pasangan tersebut. 

Namun, siapa sangka cinta beda agama ini ternyata sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Bahkan, hal tersebut dialami oleh putri Rasulullah sendiri yakni Sayyidatina Zainab Binti Muhammad. 

Zainab adalah putri sulung Nabi Muhammad SAW bersama Siti Khadijah. Tak banyak yang tahu bahwa Zainab mengalami cinta beda agama bersama suaminya Abu al As bin Rabi'. 

Abu merupakan anak dari bibi ibundanya bernama Halah binti Khuwailid. Dari pernikahan itu, Zainab dikaruniai dua anak bernama Ali dan Umamah. 

Pernikahan Zainab terjadi sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasulullah. Saat Rasulullah menerima wahyu Islam, Zainab termasuk orang yang pertama kali mengimaninya.

Sayangnya, berbeda dengan sang suami Abu al As yang tetap sulit meninggalkan agama nenek moyangnya. Hal itu lantas membuat pernikahan mereka sulit dipertahankan.

Abu al As bahkan bergabung dalam tentara kaum quraisy yang memerangi Rasulullah SAW, mertuanya sendiri. Hingga suatu ketika, tibalah masa perang Badar. 

Kala itu, Abu al As tertangkap dan menjadi tawanan umat Islam. Suasana pun menjadi tegang karena sesungguhnya Abu al As merupakan menantu Rasulullah SAW yang menjadi tawanan perang. 

Dalam suasana itu, kaum kafir quraisy mengirimkan utusan untuk menukar Abu al As dengan tawanan yang lain. Dengan kesetiaannya, Zainab mengirimkan tebusan berupa kalung hadiah pernikahan dari ibundanya. 

Zainab rela kehilangan kalung pemberian ibundanya demi menebus sang suami tercinta. Ketika Rasulullah melihat kalung itu, hatinya pun merasa iba atas pengorbanan putrinya.

Rasulullah bersabda: "Wahai kaum Muslimin, jika kalian dapat melepaskan tawanan bernama Abu al As bin Rabi' serta mengembalikan tebusannya kepada Zainab, maka silakan kalian melakukannya,".

Mendengar sabda Rasulullah, umat Islam yang terlibat perang lalu mau melepaskan tawanannya yang tak lain adalah Abu al As. Suami Zainab lalu dilepaskan dan tebusan dikembalikan. 

Saat dilepaskan, Rasulullah memberi syarat pada Abu al Ash. Syaratnya, yakni jika dilepaskan, Abu al As mau meninggalkan Zainab. 

Akan tetapi, ia boleh bersama Zainab apabila ia mau memeluk Islam, tanpa suatu paksaan. Sayangnya, Abu al As tetap memegang teguh agama nenek moyangnya itu. 

Setelah dilepas, Abu al As kembali ke Makkah, ia merelakan Zainab untuk dikembalikan kepada ayahnya, Rasulullah, di Madinah. Ia diantar oleh Kinanah bin Rabi' yang merupakan saudara kandung Abu al As.

Dengan berat hati Zainab mengikuti kehendak ayahnya dan memilih cinta dan rida illahi. Zainab meru[akan sosok wanita yang setia dan teguh pendiriannya terhadap Islam, meski ia harus kehilangan cintanya.

Pada saat Zainab hendak kembali pada Rasulullah, di saat itu ia sedang mengandung anak dari Abu al As. Namun sayang, perjalanannya menuju Madinah tidak berjalan lancar. 

Pasalnya, kuda yang ditumpanginya dibunuh oleh tentara quraisy hingga Zainab terpental jauh. Zainab pun mengalami keguguran. 

Selain meninggalkan sang suami di Makkah, Zainab juga harus kehilangan sang buah hati tanda cintanya dengan Abu al As. Dengan susah payah Zainab akhirnya sampai ke Madinah bertemu sang ayah Rasulullah. 

Ia menjadi sangat murung karena harus merelakan suami, terlebih kehilangan anaknya. Hingga tiba suatu hari Abu al As melakukan perjalanan untuk berdagang. 

Namun tak disangka saat itu Abu al As dirampok kaum muslim. Harta yang dibawa semua dirampas bahkan harta yang merupakan titipan orang lain juga habis diambil.

Abu al As lalu melarikan diri dan teringat Zainab, wanita mulia yang pernah menjadi istrinya. Wanita yang dengan setia dan tulus mencintainya. 

Ia pun menemui Zainab dan minta perlindungan padanya, serta meminta bantuan Zainab agar harta yang dicuri dapat dikembalikan. Mendengar permintaan Abu al As, Zainab pun menyanggupinya.

Rasulullah mengatakan "Wahai putriku, muliakan lah tempatnya,  jangan biarkan dia menyentuhmu, karena dia tidak halal bagimu selama ia masih musyrik."

Kaum Muslim yang mendengar kabar tentang Abu al As pun berbondong-bondong mendatangi Zainab dan meminta menyerahkan Abu al As. Dengan teguh Zainab mengatakan bahwa Abu al As minta perlindungan padanya maka ia akan melindunginya.

Beberapa kaum Muslim pun mecoba bernegosiasi, Abu al As akan mendapatkan hartanya asalkan ia memeluk Islam. Mendengar hal itu membuat Abu al As menjawab "Sungguh buruk awal Islamku, jika aku mengkhianati amanah harta yang di percayakan padaku".

Kaum Muslim lalu mengembalikan harta Abu al As demi kemuliaan Rasulullah SAW dan sebagai penghormatan pada Zainab. Setelah mendapatkan hartanya dan harta orang banyak yang dititipkan, Abu al As pun kembali ke Makkah. 

Ia kemudian mengembalikan harta yang merupakan titipan. Dan bertanya "Wahai kaum quraisy, masih adakah harta di antara kalian padaku?"

Semuanya menjawab "Tidak, semoga Tuhan membalas dengan kebaikan. Kami telah mendapatimu kamu seorang yang jujur dan mulia."

Abu al As lalu mengucap 2 kalimat syahadat dengan haru "Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Tiada yang menghalangi aku masuk Islam di hadapan Muhammad SAW."

Abu al As mantap memeluk Islam dan kembali bersatu dengan wanita yang sangat ia cintai. Sempat terpisah 6 tahun lamanya, ujian cinta dan keyakinan Zainab pun terbayar. 

Rasa hormat dan cinta mereka tak pernah pudar. Zainab dan Abu kemudian kembali dikaruniai anak.

Topik
cinta beda agamaanak rasulullah sawRasulullah SAWNabi Muhammad SAWzainab binti muhammadlogo ojkKisah Rasulullah SAW

Berita Lainnya

Berita

Terbaru