Kronologi Rachel Vennya Kabur dari Karantina usai Tiba dari AS yang Berujung Minta Maaf

Oct 15, 2021 12:34
Rachel Vennya (Foto: Instagram)
Rachel Vennya (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Selebriti atau selebgram Rachel Vennya kembali mencuri perhatian publik karena kabur dari karantina usai pulang dari luar negeri. Namun, terkati hal itu, Rachel sudah meminta maaf kepada publik di tengah kritikan terhadap dirinya. 

Melalui unggahan di story akun Instagram pribadinya, Rachel meminta maaf kepada semua pihak atas keegoisan dan kesombongan dirinya.

"Aku mau minta maaf sama kalian semua atas semua kesalahan aku. Kadang saya menyakiti orang lain, merugikan orang lain, egois dan sombong," tulis Rachel dalam unggahan pada Kamis (14/10/2021).

"Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya dan semoga semua hal buruk yang pernah aku lakukan di hidup aku menjadi pelajaran buat aku," lanjut Rachel. 

Permintaan maaf itu disampaikan di tengah banyak lapisan masyarakat yang menghujani dirinya dengan kritikan akibat kabur saat sedang menjalani karantina. Sebelumnya, Rachel disebut hanya menjalani masa karantina 3 x 24 jam. 

Padahal warga Indonesia yang baru kembali dari luar negeri wajib melakukan karantina selama 8 x 24 jam. Hal itu guna menghindari tersebarnya kasus covid-19. 

Peraturan itu juga sudah tertuang dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan Nomor 12 Tahun 2021 yang diteken oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito pada 15 September 2021. 

Peristiwa kaburnya Rachel bermula dari seorang pengguna Instagram yang komentarnya diunggah ulang oleh akun @playitsafebaby. Pengguna itu mengklaim dirinya adalah  salah seorang petugas administrasi yang memasukkan data Rachel Vennya saat menjalani isolasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) di Wisma Atlet Pademangan.

"Kenapa gue kesal sama dia (Rachel)? Karena dia dengan mudahnya lolos karantina," tulis pengguna Instagram itu.

"Sedangkan banyak di sini para TKW yang sudah berumur terpaksa karantina 8 hari, ada orang tuanya yang meninggal, anak meninggal tapi terpaksa harus 8 hari. Sedangkan ini orang dengan enaknya cuma 3 hari," tambahnya. 

Perilaku Rachel itu juga mengundang kritik dari berbagai kalangan. Mulai dari dokter, DPRD DKI, Kementerian Kesehatan, dan masih banyak lagi.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap mematuhi aturan karantina selepas bepergian dari luar negeri. Zubairi mengingatkan bahwa pelanggaran akan protokol kesehatan selama pandemi covid-19 tak hanya merugikan diri sendiri, melainkan juga berpotensi membuat penularan baru di lingkungannya.

"Hal itu menempatkan risiko bagi masyarakat. Apalagi jika Anda datang dari negara berisiko supertinggi. Jangan merasa punya privilese," kata melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @ProfesorZubairi. 

Sementara, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan Rachel bisa mendapatkan sanksi seperti yang diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dan UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Dalam pasal yang disebutkan, pelanggar yang terbukti bisa dijatuhi hukuman kurungan 1 tahun penjara dan atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

 Tak cuma itu. Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan dari hulu hingga hilir oleh Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19.

Dugaan sementara, TNI berinisial FS yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membantu Rachel untuk kabur dari proses karantina usai tiba dari Amerika Serikat (AS). Herwin menyebut Mayjen Mulyo Aji selaku pangdam Jaya dan pangkogasgabpad covid-19 telah memerintahkan pemeriksaan terhadap anggota TNI berinisial FS tersebut.

Selain itu, penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina. 

Topik
Kabur dari KarantinaKasus Rachel Venyawisata gantangan burungRuang Karantina Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru