Muncul Gerakan Anti Vandalisme, Anggota DPRD Kota Malang Fuad Berikan Dukungan

Oct 10, 2021 16:58
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman (paling kiri) saat meninjau kegiatan aksi tangkal vandalisme di kawasan Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa).
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman (paling kiri) saat meninjau kegiatan aksi tangkal vandalisme di kawasan Kayutangan Heritage. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Aksi vandalisme menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya dari  komunitas Satus Repes untuk menggulirkan gerakan anti vandalisme di Kota Malang. Gerakan anti vandalisme ditunjukkan dengan aksi pengecatan obyek sasaran vandalisme di seputar kawasan Kayutangan Heritage, hari ini (Minggu, 10/10/2021).

Aksi komunitas tersebut mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Kota Malang. Kegiatan masyarakat Kota Malang ini, dinilai bagian dari upaya melawan tindakan vandalisme juga bentuk melestarikan cagar budaya.

Mengingat, obyek sasaran untuk aksi pengecatan yang terdapat vandalisme di kawasan Kayutangan Heritage. Yang sejatinya, tengah dipersiapkan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Malang.

"Kami dukung aksi Satus Repes ini sebagai upaya dalam melawan vandalisme. Dan ini juga bentuk pelestarian cagar budaya," ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman.

Aksi penghaspusan ini juga diikuti langsung oleh Fuad. Fuad terjun langsung ke lokasi untuk memberikan pengawasan kegiatan yang juga diiringi dengan atraksi musik, seni rupa, dan budaya tersebut.

Tujuannya, memastikan kegiatan komunitas dalam memberantas vandalisme tetap pada porsinya. Di mana, mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kami pastikan, acara ini terkonsep dengan baik, secara administratif maupun teknisnya. Jangan sampai menimbulkan kerumunan," imbuh Fuad Politikus  PKS tersebut.

Hadirnya aksi dari komunitas tersebut diharapkan ke depannya menjadi gerakan yang dapat memajukan Kota Malang. Dalam situasi pandemi Covid-19 ini, memang diakui Fuad, gelaran acara tersebut sempat diminta penundaan.

Hal ini, lantaran kekhawatiran akan adanya kerumunan yang menimbulkan risiko dalam situasi dan kondisi saat ini. Karena itu, ke depannya, Fuad meyakini, kegiatan ini awal dari komunitas seni dan hiburan kembali bergerak. Tentunya, dengan tetap memperhatikan prokes yang ketat.

"Kami apresiasi tujuan mulia ini, kegiatan seni budaya yang berpotensi kerumunan dan keramaian bisa ditata. Ke depan, bisa dikonsep secara bergantian dari pelaku seni. Kami berharap gerakan ini dapat memajukan Kota Malang, sesuai semboyan Malang Kotaku, Maju Kotaku," pungkas Fuad.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan Koin 'Satus Repes' Tri Iwan Widhianto mengatakan, gerakan ini dilakukan lantaran pihaknya merasa koridor Kayutangan Heritage terlihat memperihatinkan.

Aksi menangkal vandalisme tersebut dilakukan di seputar pertokoan, kemudian di tembok bekas Bioskop Merdeka, Toko Fuji Image Plaza dan toko-toko lainnya yang terdapat gambar-gambar yang mengotori bangunan.

Karena itu, komunitasnya tergerak untuk membersihkan. Sebab, vandalisme dinilai merusak pemandangan mata. Terlebih, Kayutangan Heritage menjadi salah satu destinasi wisata yang diunggulkan di Kota Malang. "Dari kegiatan ini, kami semua menanggalkan baju, baik sebagai ormas, politik. Ini sebagai bentuk kepedulian pada Kayutangan," tandas Tri Iwan Widhianto.

Topik
Ahmad Fuad RahmanKayutangan Heritageaksi vandalismeKota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru