Viral: Sisa Umur Matahari hingga Terbit dari Barat, Ini Penjelasannya

Oct 03, 2021 15:33
Matahari (wikipedia)
Matahari (wikipedia)

JATIMTIMES - Unggahan terkait matahari ramai diperbincangkan warga dunia beberapa pekan lalu. Baik mengenai sisa umur matahari maupun tentang terbitnya dari arah barat. Para peneliti pun angkat bicara dengan adanya dua isu terkait matahari.

Sisa Umur Matahari

Berapakah umur matahari sampai saat ini? Dan kapankah matahari akan menjadi "mayat"?

Dua pertanyaan tersebut ramai diperbincangkan, khususnya terkait sisa hidup matahari yang memancing perdebatan dan rasa ngeri. Pasalnya, bila matahari telah menjadi "mayat" maka seluruh penghuni Bumi pun akan musnah.

Dari berbagai laman disebutkan matahari telah berusia 4,6 miliar tahun, jika dilihat dari usia benda lain. Sedangkan sisa umur bintang besar ini diprediksi berbagai peneliti masih hidup hingga 10 miliar tahun.

Proses matahari menjadi "mayat" ini yang juga menjadi bahan penelitian terkait dampaknya ke Bumi. Di mana, dalam perjalanan waktu, misalnya usia matahari tinggal 5 miliar tahun, bintang besar ini akan berubah menjadi raksasa merah. Inti bintang menyusut, tapi bagian luarnya akan membesar hingga Mars dan menelan Bumi.

"Ketika sebuah bintang mati, akan mengeluarkan gas dan debu dikenal sebagai selubung ke luar angkasa. Selubung itu bisa mencapai setengah dari masa bintang. Ini akan mengungkapkan inti bintang yang pada titik ini masih berjalan, kehabisan bahan bakar, lalu mati," kata astrofisikawan Albert Ziljstar, satu penulis makalah dari Universitas Manchester, dikutip Science Alert.

Saat matahari mati, dikutip dari laman Futurism, apabila Bumi masih ada, malam hari akan terjadi selamanya. Seluruh planet juga tidak bisa lagi memantulkan sinar matahari.

Bumi pun menuju beku, walaupun prosesnya membutuhkan jutaan tahun. Sebagian besar spesies hanya akan bertahan dalam waktu singkat dan pada akhirnya musnah.

Matahari Terbit dari Barat

Salah satu tanda kiamat seperti sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam adalah matahari terbit dari barat.

"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum matahari tebit dari barat. Jika ia telah terbit dari barat dan semua umat manusia melihatnya, mereka menjadi beriman semuanya. Pada saat itu, iman seseorang tidak ada manfaatnya jika sebelumnya ia tidak beriman atau tidak mendapat dari kebaikan imannya itu." (HR Muslim)

Sabda Rasul tersebut kembali ramai diprrbincangkan dengan adanya unggahan di Facebook mengenai kabar matahari terbit dari barat.

"Bumi akan berputar ke arah sebaliknya yang menyebabkan Matahari muncul dari sisi barat. Periset meyakini bahwa kita bergerak menuju pembalikan medan magnet yang akan menjadi akhir umat manusia dan mendekati kiamat," tulis unggahan itu seperti dikutip dari cnbc indonesia.

Tulisan ini juga mengklaim bahwa NASA mendukung informasi matahari akan terbit dari barat.

Sontak saja Associate Administrator for Communications NASA Bettina Inclan, angkat bicara. Inclan mengatakan, NASA maupun organisasi ilmiah lainnya tidak ada yang mempredikai matahari akan terbit dari barat.

Walaupun Inclan juga menyampaikan, pembalikan medan magnet merupakan fenomena nyata dan pernah terjadi sebelumnya. Tapi dirinya menegaskan bahwa Bumi berputar ke arah sebaliknya dan menjadikan matahari terbit daei barat adalah sesuatu yang salah.

Pernyataan yang benar terkait hal itu adalah matahari terbit dari barat memang terjadi, tapi di Planet Venus. Hal ini terjadi, menurut NASA, karena Venus berputar pada porosnya ke belakang. Sehingga matahari terbit dari barat dan tenggelam di timur. Di Venus, matahari hanya terbit dua kali dalam setahun. Atau terbit setiap 117 hari Bumi.

Topik
vaksin johnson and johnsonmatahari terbit dari baratperda disabilitas
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru