Kisah Lozen, Prajurit Wanita yang Pandai Deteksi Pergerakan Musuh lewat Angkat Tangan ke Langit

Sep 28, 2021 11:41
Lozen (Foto: IST)
Lozen (Foto: IST)

JATIMTIMES - Mungkin sebagian orang tak mengenal sosok Lozen. Lozen merupakan seorang pejuang wanita yang berasal dari Suku Apache Chiricahua (dikenal juga sebagai anggota atau Warm Springs Apache) yang hidup pada abad ke-19.

Terlepas dari kehebatannya sebagai seorang pejuang, Lozen juga dikenal sebagai ahli strategi militer yang terampil serta sangat mahir dalam hal pengobatan.

Lozen juga merupakan pemimpin spiritual rakyatnya. Menurut legenda, Lozen memiliki kemampuan spiritual yang memungkinkannya mendeteksi pergerakan musuh sehingga membantunya untuk merencanakan strategi.

Beberapa orang menjuluki Lozen sebagai 'Apache Joan of Arc'. Nama 'Lozen' sendiri merupakan gelar perang Apache yang diberikan kepada orang yang telah mencuri kuda dalam serangan.

Dikatakan bahwa selama masa Lozen, banyak Apache yang menggunakan gelar atau nama panggilan di depan umum dan jarang menggunakan nama lahir mereka.

Hal itu dikarenakan keyakinan bahwa dengan melakukan itu, ia sedang melestarikan kekuatan spiritualnya. 

Nama pribadi Lozen sepertinya sudah tidak dikenal lagi saat ini oleh masyarakat umum. Lozen lahir pada tahun 1840-an, atau sekitar pertengahan atau menjelang akhir dekade itu. Disebutkan bahwa ia lahir di suatu tempat di daerah New Mexico/Arizona/Meksiko Utara, yang pada waktu itu disebut Apacheria.

Kakaknya merupakan kepala perang Apache yang terkenal, Victorio. Bahkan sebagai seorang gadis muda, Lozen tidak tertarik pada peran tradisional yang dimainkan perempuan di sukunya, yaitu bertanggung jawab atas urusan rumah tangga.

Sebaliknya, ia justru lebih tertarik untuk mempelajari seni perang dan cara-cara prajurit. Lozen belajar hal itu dari saudaranya, Victorio.

Selain pendidikan bela diri, Lozen juga belajar kedokteran dan menjadi penyembuh.

Kemampuan Lozen

Di usianya ke 20, Lozen sudah ahli dalam mencuri kuda. Ia juga mahir dalam mengendarainya, menembak, dan merencanakan strategi.

Lozen bertarung bersama kakaknya, dan sering duduk di sampingnya pada upacara dewan serta berpartisipasi dalam upacara prajurit.

Pepatah yang sering dikutip oleh Victorio adalah bahwa Lozen merupakan 'tangan kanannya, kuat sebagai seorang pria, lebih berani dari kebanyakan orang, dan licik dalam strategi. Lozen adalah tameng bagi rakyatnya.'

Lozen juga dikatakan memiliki kemampuan untuk mendeteksi pergerakan musuhnya. Menurut legenda, Lozen akan merentangkan tangannya, dengan telapak tangan menghadap ke langit.

Ia kemudian akan mengikuti matahari, sambil berdoa kepada Ussen, pencipta kehidupan Apache. Saat ia merasakan kesemutan di tangannya, dan telapak tangannya menjadi gelap, Lozen akan mengetahui arah dari mana musuh-musuhnya datang.

Berbekal pengetahuan itu, Lozen akan membantu orang-orangnya untuk menghindari penangkapan.

Meskipun demikian, pada tahun 1870 Apache diusir dari tanah mereka dan didorong ke reservasi. Lozen dan orang-orangnya kala itu berada di reservasi San Carlos. 

Pada tahun 1877 mereka memutuskan untuk melarikan diri dari kondisi yang keras itu. Mereka pun berhasil kembali ke tanah mereka sendiri, namun harus berjuang untuk mempertahankan kebebasan mereka.

Dua tahun kemudian, mereka dikirim ke reservasi lain. Victorio, Lozen dan prajurit Apache lainnya melanjutkan perjuangan mereka melawan penindas.

Tahun 1880, Victorio tewas dalam pertempuran. Lozen dan sekelompok kecil prajurit ingin membalas dendam, dan mulai menyerang di seluruh New Mexico dan Arizona.

Hingga akhirnya, Lozen dan para prajuritnya bergabung dengan Geronimo, kepala perang Apache lainnya yang terkemuka. Saat Geronimo menyerah kepada Amerika pada tahun 1886, para pengikutnya, termasuk Lozen, pertama-tama dikirim ke Florida, dan kemudian ke Alabama.

Apache tidak terbiasa dengan iklim rumah baru mereka, dan banyak yang dikatakan telah meninggal karena penyakit seperti difteri dan TBC.

Lozen menjadi salah satunya, saat dia meninggal pada tahun 1889 akibat TBC. Jenazahnya dimakamkan di Alabama di kuburan tak bertanda.

Topik
Pejuang wanita ApacheSuku ApacheKasus covid terus membaik
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru