Mengulik Kisah-Kisah Unik MUA Malang (2)

Tyas Iqbal MUA, Pernah Merias Bride Sampai Nangis dan Dibooking Dadakan

Sep 28, 2021 09:00
Tyas Hadi Sofyana saat merias calon pengantin yang memakai jasanya. (Foto: Istimewa).
Tyas Hadi Sofyana saat merias calon pengantin yang memakai jasanya. (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Cerita para make-up artist (MUA) di Malang cukup seru untuk diikuti. Disamping kreasi dalam merias wajah para klien agar tampil bak ratu semalam ala putri di negeri dongeng.

Tyas Hadi Sofyana salah satunya, bergelut di bidang perias sejak 2019 lalu, tampaknya gaya makeup-nya cepat dilirik customer. Dia menceritakan, setiap melakukan pekerjaan selalu memiliki cerita tersendiri.

Pernah sekali waktu, dirinya dibooking hanya dalam waktu H-3 acara pernikahan. Hal ini karena, MUA yang telah dipesan oleh klien berhalangan lantaran Kota Malang telah masuk dalam situasi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Bahkan, sang calon pengantin wanita kala itu sampai menangis.

"Wah setiap moment make-up selalu ada cerita, dan alhamdulillah cerita baik dan menyenangkan. Paling menarik, belum lama ini makeup-in Bride sampai menangis. Jadi saat itu saya sebagai MUA pengganti, dibooking H-3 oleh klien, karena MUA yang dibooking sedang berhalangan. Dan saat itu hari pertama PPKM akibat pandemi corona. Mungkin saat itu klien sedang galau dengan PPKM, dan belum pernah make-up dengan saya, tidak test make-up wedding," ungkapnya.

Meski begitu, setelah make-up yang dilakukannya usai, ternyata klien merasa puas dan menyukai hasilnya. Hal ini pun membuat Tasya memiliki rasa kebanggaan tersendiri, terlebih dibooking cukup mendadak dan belum sempat melakukan tes make-up untuk wedding seperti klien-klien lainnya.

Dirinya sempat melakukan rekaman video dan mengupload cerita tersebut ke sosial media hingga cukup viral. Dalam artian, banyak pengikutnya yang merasa terharu dan senang akan cerita yang dialaminya dalam menjalankan pekerjaannya itu.

"Tapi klien merasa make-up saya saat itu cocok, jadi dia suka. Moment itu saya rekam saat live make-up yang akhirnya saya save kemudian saya upload di salah satu platform sosial media, dan viral, hahaha. Alhamdulillah feedback-nya semua orang ikut terharu dan senang," katanya.

Wanita lulusan D3 Management Informatika Politeknik Negeri Malang itu mengungkapkan, sebelum berprofesi sebagai MUA, dirinya sempat bekerja kantoran. Namun, hal itu hanya bertahan selama 3 bulan saja.

Tyas merasa, kecintaan dirinya terhadap make-up membuatnya ingin serius hingga akhirnya mengikuti kelas profesional self make-up ke MUA favoritnya. "Aku dulu ikut kelas profesional self make-up dari Kak Bellebels dan Ce Inalie," katanya.

Setelah itulah, bermula dari teman yang ingin dimake-up saat acara graduation lantaran sering melihat dirinya dandan dan memiliki alat make-up yang lumayan komplit. Akhirnya, disitulah ia terus menekuni bidang ini hingga memiliki brand Tyas Iqbal MUA.

"Akhirnya nyoba makeup-in dan alhamdulillah teman saya suka, dan dari situ mulai ada request make-up oleh orang lain," jelasnya.

Dalam menekuni bidang ini, Tyas mengaku memiliki MUA favorit. Yakni, Lijingmua, Bellebelz dan Inaliemua. Ketiganya ini yang kerap ia jadikan panutan dalam terus melatih skill make-up yang ia buat untuk memuaskan kliennya.

Menurutnya, saat ini make-up yang cukup booming dan banyak direquest sama klien yaitu yang mengarah pada riasan flawless natural semi bold. "Contohnya seperti makeup Bennu Sorumba saat merias artis Aurel Hermansyah. Dan Marlen Hariman saat merias Nikita Willy, soalnya banyak yang request make-up seperti itu," terangnya.

Dengan banyaknya MUA baru yang bermunculan, termasuk di Kota Malang, Tyas mengatakan, hal itu tidaklah dijadikan sebagai persaingan. Melainkan untuk memacu diri agar terus belajar dan mengikuti trend make-up masa kini.

Dia juga harus sering berlatih dan membuat portofolio, sehingga para kliennya bisa memiliki banyak pilihan akan make-up yang diinginkan untuk acara besarnya. "Harus cepat beradaptasi. Misalnya ada trend atau teknik make-up baru, saya selalu latihan, membuat portofolio. Agar tetap menjadi pilihan klien ya kami menghadirkan service yang memuaskan, karena dengan teknik make up, brand make-up apapun yang kita pakai, tetap orang akan memilih pelayanan, karena MUA adalah jasa," ujar dia.

Sejauh ini, Tyas sudah banyak melayani klien secara nasional. Bahkan, sudah antar pulau di Indonesia. Seperti, ke Dompu, Nusa Tenggara Barat, Bali. "Dan pengennya bisa keliling Indonesia," kata dia.

Dia juga membeberkan sederet stategi untuk menggaet klien, khususnya di masa pandemi Covid-19. Sebab, kebersihan alat make-up juga menjadi suatu hal yang penting agar klien percaya dan aman.

Termasuk sering melakukan review dan testimoni, baik dari orang terdekatnya pun dengan klien yang sudah memakai jasanya. 

"Strategi terbaik untuk pemasaran yaitu review, testimoni dari klien ke saudara, teman, jika suka dengan make-up dan pelayanan kita pasti akan disebar dengan sendirinya. Kalau bahasa Jawanya "Gepuk Tular" dan satu lagi mengingat kita dalam masa pandemi seperti ini alangkah baiknya kita selalu menjaga kebersihan alat make-upup dan diri, itu salah satu point plus sebagai MUA di masa pandemi ini. Tetap semangat, tetap berkarya dengan hati," pungkas wanita berusia 32 tahun tersebut.

Topik
kisah muaHidup sehat ala Rasulullahmake upmake up artistmake up artist malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru