Mengenal Kampung Apung di Jakarta Barat yang Dulunya Seindah Kawasan Pondok Indah

Sep 25, 2021 11:37
Kampung Teko (Foto: TikTok)
Kampung Teko (Foto: TikTok)

JATIMTIMES -Kampung Teko atau dikenal dengan Kampung Apung berada di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Dinamakan Kampung Apung karena kawasan itu memiliki luas 3 hektar dan dihuni sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) yang berada di atas air, sehingga seolah-olah mengapung. 

Danau itu dulunya merupakan tempat Pemakaman Umum Kapuk. Makam itu pun sekarang juga ikut terendam air.

Bergeser ke arah utara, terdapat sebuah masjid yakni Masjid Waladuna. Masjid itu kini berada di laut. Terakhir, orang beribadah di masjid itu pada tahun 2001 saat masih menjadi daratan.

Sekarang masjid itu sudah tidak bisa digunakan lagi. Nama Kampung Apung telah menjadi branding kawasan itu sejak diberitakan oleh media cetak maupun online.

Dulunya, kawasan Kampung Apung merupakan wilayah asri layaknya kawasan Pondok Indah.

Melansir melalui akun TikTok @narasi, warga di sana bahkan suka menghabiskan waktu luang untuk berkumpul di sebelah pemakaman. Sebuah tanah lapang di tengah perkampungan, biasa digunakan warga untuk bermain bulu tangkis atau sepak bola.

Namun pada tahun 1988, ada pembangunan kompleks pergudangan dari pihak pengembang di sekitar kampung tersebut. Pembangunan itu membuat daerah resapan air untuk irigasi sawah produktif milik warga dan saluran air menuju Kali Angke, harus ditimbun. 

Kampung Teko

Akibatnya, perkampungan warga mulai tergenang secara perlahan hingga saat ini.  Sebuah jembatan menjadi akses ke dalam kampung yang berjarak 50 meter dari Jalan Kapuk Raya, Cengkareng, itu. 

Saat memasuki kawasan kampung, genangan air berwarna hijau dengan tumpukan sampah di atasnya seketika menyambut. Kendati demikian, tidak tercium bau menyengat seperti genangan air kotor pada umumnya. 

Rumah-rumah warga pun tampak berdiri kokoh di atas air dengan fondasi kayu. Rumah di dalam kampung ini tampak dibangun berdempetan. 

Kemudian pada ujung kampung, terdapat toilet umum yang digunakan warga untuk buang air besar dan mandi dengan menggunakan air yang dipompa dari sumur. Sumur itu berada tepat di depan toilet umum, dan sedang tergenang air. 

Ada pula bangunan bekas penangkaran lele yang telah ditumbuhi enceng gondok dan tergenang air. Sementara, musala yang terletak di tengah-tengah kawasan penduduk itu menjadi tempat berkumpulnya warga untuk beribadah, atau sekadar menghabiskan waktu bersama.

Apa yang terjadi di pesisir Jakarta itu, seakan menjadi sebuah petunjuk pelan-pelan Jakarta akan tenggelam. Penurunan muka tanah di ibu kota menjadi ancaman yang mengerikan.

Topik
kampung apungmasjid waladunakartu pencari kerja
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru