Pohon Ini Keluarkan Darah jika Disakiti, Tumbuh di Sukatrah, Tempat Qabil Membunuh Saudaranya

Sep 20, 2021 11:20
Pohon keluarkan darah jika disakiti (Foto: IST)
Pohon keluarkan darah jika disakiti (Foto: IST)

JATIMTIMES - Terdapat sebuah pohon yang penuh misteri di Pulau Sukatrah, Yaman. Pohon itu disebut-sebut tidak bisa tumbuh di mana-mana kecuali di Pulau Sukatrah. 

Disebutkan bahwa saat dilukai, pohon itu bahkan bisa mengeluarkan darah. Pohon itu bernama pohon Damul Akhwaain. 

Ada pula yang menyebutnya pohon Darah Dua Bersaudara. Dipanggil dengan nama Damul Akhwain karena pohon itu tumbuh di tempat di mana anak lelaki Nabi Adam AS, Qabil membunuh saudaranya Habil.

Selain itu, pohon ini juga disebut sebagai pohon naga. Bagi penduduk Pulau Sukatrah sendiri menyebutnya Pohon Arohaib.

Pohon ini memiliki bentuk yang unik menyerupai tajuk atau mahkota, yang terdiri dari cabang-cabang yang saling bertautan dan diatapi dengan daun pohon hijau menghadap ke langit.

Batang pohonnya juga tebal dan lebar. Di dalam batangnya terkandung zat getah berwarna merah tua. 

Tinggi pohon Damul Akhwaain ini antara 3 sampai 9 meter. Pohon itu tersebar di dataran tinggi pegunungan di Pulau Sukatrah. 

Ada puluhan mitos di balik pohon tersebut. Salah satunya, yakni terkait dengan kisah pembunuhan yang dilakukan Qabil kepada adiknya Habil. 

Darah Habil kala itu disebut jatuh ke tanah dan di situlah tumbuh tunas pohon, yang sekarang dikenal dengan sebutan Pohon Darah Bersaudara.

Mitos lain menyebut, gajah dan naga pernah bertarung dan kemudian naga terluka hingga bercucuran darahnya ke tanah. Di area cucuran darah itu lalu tumbuh tunas pohon. 

Semua mitos yang ada selama berabad-abad secara turun-temurun ini merupakan upaya untuk menjelaskan warna getah batang pohon yang mirip darah. Getah merah dari batang pohon itu, biasa digunakan oleh warga lokal sebagai obat. 

Wanita terkadang mencampurnya dengan air dan meminumnya setelah melahirkan. Cara tersebut juga dipercaya bisa mengobati rematik dan digunakan untuk mengecat tembikar, cat kuku dan make-up, serta digunakan untuk membuat pigmen dan dupa.

Kisah Qabil yang membunuh Habil

Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Dari tulang rusuk Adam, kemudian diciptakanlah Hawa.

Keduanya tinggal di surga dengan segala kenikmatannya. Namun, Nabi Adam AS dan Siti Hawa kemudian diturunkan ke bumi dari tempatnya semula di surga karena melanggar larangan Allah dengan memakan buah khuldi. 
Setelah itu, mereka dikaruniai beberapa anak di antaranya Qabil dan Habil.

Dalam Alquran Allah SWT berfirman: 

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَقِّۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِۗ قَالَ لَاَقْتُلَنَّكَۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ 

Artinya: Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):"Aku pasti membunuhmu!". Berkata Habil:"Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa". (QS. Al Maidah: 27).

Dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir diterangkan, Allah SWT mensyariatkan kepada Adam untuk me­ngawinkan anak-anak lelakinya dengan anak-anak perempuannya karena keadaan darurat. Tetapi mereka mengatakan bahwa setiap kali mengandung, dilahirkan baginya 2 orang anak yang terdiri atas laki-laki dan perempuan dan Adam as mengawinkan anak perempuannya dengan anak laki-laki yang lahir bukan dari satu perut dengannya. 

Konon saudara seperut Habil tidak cantik, sedangkan saudara seperut Qabil cantik bercahaya. Maka Habil bermaksud merebutnya dari tangan saudaranya. Namun Adam menolak hal itu kecuali jika keduanya melakukan suatu kurban barang siapa yang kurbannya diterima, maka saudara perempuan seperut Qabil akan dikawinkan dengannya. 

Ternyata kurban Habillah yang diterima, sedangkan kurban Qabil tidak diterima, sehingga terjadilah kisah keduanya yang disebutkan oleh Allah SWT di dalam Alquran. 

Disebutkan dalam Alquran, setelah besar Qabil adalah ahli dalam bercocok tanam, sedangkan Habil seorang peternak. Qabil berusia lebih tua daripada Habil, dia mempunyai saudara perempuan se­perut yang lebih cantik daripada saudara perempuan seperut Habil. 

Kemudian Habil meminta untuk mengawini saudara perempuan Qabil, tetapi Qabil menolak lamarannya dan berkata, "Dia adalah saudara perempuanku yang dilahirkan seperut denganku, lagi pula dia lebih cantik daripada saudara perempuanmu, maka aku lebih berhak untuk mengawininya." 

Padahal Nabi Adam telah memerintahkan kepada Qabil untuk menikahkan saudara perempuannya dengan Habil, tetapi Qabil tetap menolak. Kemudian keduanya melakukan suatu kurban kepada Allah SWT untuk menentukan siapakah di antara keduanya yang berhak mengawini saudara perempuan yang diperebutkan itu.

Saat itu Nabi Adam pergi meninggalkan mereka berdua ke Makkah untuk ziarah dan melihat Makkah. Allah berfirman, "Tahukah kamu bahwa Aku mempunyai sebuah rumah di bumi ini?" 

Adam menjawab, "Ya Allah, saya tidak tahu." 

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Aku mempunyai sebuah rumah di Mekah, maka datangilah." 

Kemudian Adam berkata kepada langit. ”Jagalah anak-anakku sebagai amanat," tetapi langit menolak; dan ia berkata kepada bumi hal yang semisal, tetapi bumi pun menolak. 

Maka Adam berkata kepada Qabil. Qabil menjawab, "Ya, pergilah engkau. Kelak bila engkau kembali, engkau akan menjumpai keluargamu seperti yang engkau sukai." 

Setelah Adam berangkat, mereka berdua melakukan suatu kurban. Lalu keduanya menaiki bukit dan meletakkan kurbannya masing-masing, setelah itu mereka duduk seraya melihat ke arah kurban tersebut. 

Habil mengurbankan seekor domba yang gemuk, sedangkan Qabil mengurbankan seikat gandum. Namun saat ia menjumpai sebulir gandum yang besar di dalamnya, segera dirontokkannya dan dimakannya. 

Dan ternyata api turun, lalu melahap kurban Habil, sedangkan kurban Qabil dibiarkan begitu saja (tidak dimakan api). Allah menerima domba dan menyimpannya di dalam surga selama 40 tahun. 

Domba itulah yang kelak akan disembelih oleh Nabi Ibrahim as. Sebelum itu, Qabil membanggakan dirinya atas Habil dengan mengatakan, "Aku lebih berhak mengawininya daripada kamu, dia adalah saudara perempuanku, dan aku lebih besar daripada kamu serta akulah yang di-wasiati oleh ayahku." 

Melihat kurbannya tak tersentuh api, Qabil marah, lalu berkata, "Aku benar-benar akan membunuhmu agar kamu jangan mengawini saudara perempuanku." 

Maka Habil hanya menjawab, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa." 

Sesudah itu mereka pulang dan Adam mengetahui bahwa Qabil adalah orang yang dimurkai, maka ia berkata (kepadanya), 
"Celakalah kamu, hai Qabil. kurbanmu tidak diterima." Tetapi Qabil menjawab, "Engkau mencintainya dan mendoakan kurbannya. Karena itu kurbannya diterima, sedangkan kurbanku tidak diterima." 

Qabil berkata kepada dirinya sendiri. ”Malam ini pasti aku akan membunuhnya." Lalu ia mengambil sebuah barang yang tajam dan mendekat ke arah Habil yang saat itu sedang merebahkan tubuhnya. 

Qabil berkata, "Hai Habil, kurbanmu diterima, sedangkan suguh­an kurbanku ditolak, aku benar-benar akan membunuhmu." 
Habil menjawab, "Aku suguhkan kurban itu dari hartaku yang terbaik, sedangkan engkau mengurbankan hartamu yang buruk. Sesungguhnya Allah tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah hanya mau menerima dari orang-orang yang bertakwa."

Saat Habil mengucapkan kata-kata itu, Qabil marah, lalu ia mengangkat benda tajam dan ia pukulkan kepada Habil. Habil sempat berkata, "Celakalah kamu, hai Qabil. Ingatlah kamu kepada Allah, mana mungkin Dia memberimu pahala dengan perbuatanmu ini!" 

Maka Qabil membunuhnya dan melemparkannya di tanah yang legok, lalu menutupinya dengan tanah. 

Allah SWT berfirman:

 فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ 

Artinya: Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. (QS. Al Maidah:30) 

Ibnu Jarir mengatakan saat Qabil hendak membunuh Habil, maka Qabil membungkukkan lehernya (dengan maksud akan menggigitnya), maka iblis mengambil seekor binatang, lalu meletakkan kepala binatang itu di atas batu, lalu iblis mengambil sebuah batu dan memukulkannya ke kepala binatang itu hingga mati, sedangkan Qabil melihatnya.  

Kemudian datanglah iblis dan bertanya kepadanya, "Apakah kamu hendak membunuhnya?" Qabil menjawab, "Ya." Iblis berkata, "Ambillah batu ini dan timpakanlah ke atas kepalanya." 

Maka Qabil mengambil batu dan menimpakannya ke kepala Habil hingga kepala Habil pecah dan meninggal dunia. Kemudian iblis segera datang menemui Hawa dan berkata, "Hai Hawa, sesungguhnya Qabil telah membunuh Habil." 

Maka Hawa berkata kepadanya, "Celakalah kamu, apakah yang dimaksud dengan terbunuh itu?" Iblis menjawab, "Tidak makan, tidak minum, dan tidak bergerak." 

Hawa menjawab, "Kalau demikian, itu artinya mati." Iblis berkata, "Memang itulah mati." 

Maka Hawa menjerit, hingga Adam masuk menemuinya ia masih dalam keadaan menangis menjerit. Lalu Adam mengulangi lagi pertanyaannya, dan Hawa masih tidak menjawab. 

Maka Adam berkata, "Mulai sekarang kamu dan semua anak perempuanmu menjerit, dan aku serta semua anak lelakiku berlepas diri dari perbuatan itu." Demikian menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim. 

Firman Allah Swt.: Maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi. (Al-Maidah; 30) 

Setelah membunuh saudaranya Habil, Qabil kebingungan. Lalu, dia melihat 2 ekor burung gagak. 

Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam Alquran.

 فَبَعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِى الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِۗ قَالَ يٰوَيْلَتٰٓى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَۛ

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. 

Berkata Qabil:"Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal. (QS: Al Maidah: 31) 

Rasulullah SAW bersabda: Tiada seorang pun yang terbunuh secara aniaya, melainkan atas anak Adam yang pertama tanggungan sebagian dari darahnya, karena dialah orang yang mula-mula mengadakan pembunuhan.  

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Sesungguhnya manusia yang paling celaka ialah anak Adam yang membunuh saudaranya (yakni Qabil), tiada setetes darah pun yang dialirkan di bumi ini sejak dia membunuh saudaranya sampai hari kiamat, melainkan ia kebagian dari siksaannya. Demikian itu karena dialah orang yang mula-mula melakukan pembunuhan."

Topik
Nabi Adampohon berdarahpesta narkoba kepala desa
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru